Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
223


__ADS_3

Pak Arya dan bu Intan curiga kalau tujuan Iksan mengundang Cessie kerumahnya bukan hanya karena Dira, tapi ada hal lain hanya saja mereka juga tidak mau prasangka buruk terhadap seseorang.


Sekarang Cessie sudah masuk ke kamar dan bersiap untuk mandi, sebenarnya Cessie juga merasa tidak enak badan hanya saja dia takut bilang ke orang tuanya, takut nanti Cessie tidak di ijinkan ke rumah Iksan mau bagaimana pun Cessie sudah janji dengan Iksan dan Dira jadi Cessie harus datang.


"Humm mandi dulu ah...badan kenapa pengel banget gini sih perasaan tadi tidurnya enak bener. Mungkin karena belum mandi makanya gak enak badan seperti ini, siapa tahu saja setelah selesai mandi badan jadi enak." Cessie bergurau sendiri dikamar.


Cessie gegas kemar mandi untuk membersihkan diri agar mereka lebih baik cepat pergi dan cepat juga pulangnya, tidak perlu lama-lama di rumah Iksan karena Cessie gak enak dengan dokter Julio.


"Lebih baik cepat pergi aja biar cepat juga pulang, tidak perlu lama-lama disana yang penting aku tahu kalau Dira sudah membaik, tapi aku juga harus bicarakan hal ini dengan Iksan agar jangan membuat Dira bergantung sama aku nanti kasian.


Cessie meremdam tubuhnya di dalam bathtub dengan wangi sabun aroma terapi yang sangat menyengarkan jiwa dan tubuhnya.


"Hmmm enak banget rasanya sengar dan ringan sekali badan ini"


Cessie merendam dirinya didalam bathtub hampir dua puluh lima menit akhirnya ia menyelesaikan tugasnya dan keluar dari kamar mandi Cessie mengeringkan rambutnya.


Cessie langsung duduk di meja riasnya dan merias wajahnya sedikit dengan make up tipis, biarpun Cessie hamil dan perutnya sudah besar, agak terlihat berisi tapi kalau soal cantik, ia masih fresss penampilan itu nomor satu.


Setelah selesai Cessie merias wajahnya dengan make up natural ia bangkit dari duduknya dan gegas ke lemari untuk memilih gaun yang cocok dan pas untuknya.


Pada akhirnya Cessie menjatuhkan pilihan di gaus berwarna hitam.


"Sepertinya ini cantik agak panjang juga ini pas dengan sepatu juga" gumam Cessie dalam hati akhirnya Cessie menjatuhkan pilihan di baju warna hitam.


Selesai Cessie bersiap dan turun kebawah ternyata pak Arya dan bu Intan masih betah duduk di tempat yang semula, dari Cessie pulang dari kantor sampai sudah selesai dan mau pergi orang tuanya masih setia duduk di situ.


Cessie yang melihat kedua orang tuanya melempar senyum.


"Wah bu, lihat deh putry kita cantik sekali, padahal ada cucu kita di dalam sana" ujar pak Arya jarinya menunjuk ke perut Cessie.


"Iya pah, memang dasarnya sudah cantik ikut siapa dulu dong ibunya" ujar bu Intan tidak mau kalah.

__ADS_1


"Kok cuman ikut ibu sih jelas ayah juga dong"


Cessie yang menyaksikan perdebatan kedua orang tuanya merasa sangat bahagia, karena sampai sekarang Cessie masih seperti anak kecil di mata kedua orang tuanya.


"Ayah, ibu Cessie anak ayah dan ibu jadi tidak usa berdebat"


Cessie segera melerai perdebatan ayah dan ibunya agar tidak berlanjut.


"Yah kakak Aris belum keluar ya, atau jangan-jangan kakak Aris tidur lagi makanya lama keluar."


"Gak mungki nak, kakak kamu itu kalau sudah janji mau pergi dia tidak akan mengingkarinya"


Tak lama kemudian Aris datang sudah sangat rapi tapi dengan pakian santai aja.


Setelah Cessie melihat sang kakak datang langsung pamit sama ayah dan ibunya untuk pergi.


"Yah, bu. Cessie dan kakak Aris pergi dulu ya, lebih baik ibu dan ayah istirahat aja deh, apalagi ibu masih kurang enak badan kan."


"Iya ayah." jawab Cessie


"Ayah, ibu Aris pamit dulu ya antar sih princess" ujar Aris


"Baik hati-hati kalian nak" jawab bu Intan dan pak Arya.


Cessie dan Aris keluar dari rumah dan menuju ke pekarangan rumah karena Aris sengaja belum masukan mobil ke garasi mobil karena rencana mau pergi.


Aris membuka pintu mobil untuk Cessie membuat Cessie marah, memang sudah sering kali Cessie marah kalau Aris melakukan hal itu, tapi mungkin sikap Aris itu masih terbawah dari waktu masih menjadi pengawal pribadi Cessie.


"Kakak sudah berapa puluh kali Cessie bilang tidak usa bukakan pintu untuk Cessie, kakak itu bukan pengawal atau pesuruhku tapi kakak adalah kakaknya Cessie jangan lakukan itu."


"Aduh...princess bawel masuklah justru aku kakakmu jadi kamu harus dijadikan ratu ok" ujar Aris membuat Cessie diam sambil cemberut.

__ADS_1


Cessie masuk kedalam mobil setelah itu Aris nyusul dan duduk di samping Cessis.


"Tidak usa cemberut gitu toh dik, cantik-cantik cemberut mukanya, biar kak foto dulu biar kirim ke Julio mau kakak tunjukan sperti inilah wajah calon istrinya hahaha" godah Aris.


"Kakak jangan nanti kakak Julio ketawain aku"


Kalau begitu cobak senyum dulu biar kakak lihat, awas loh dik kamu cemberut terus seperti itu giliran keluar keponakanku eh...ikut cemberut juga kayak ibunya kan bahaya dik" ujar Aris.


Seketika mata Cessie melotot menatap Aris membuat Aris tertawa.


Cessis dan Aris dalam perjalanan menuju ke rumah Iksan, harapan Cessie ini murni permintaan dari Dira bukan karena alibi dari Iksan.


"Kakak kenapa kita tidak ngajak Faya sekalian aja tadi, lupa juga sama anak itu lagian mungkin dia juga sangat sibuk bisa jadi dia juga belum pulang."


"Iya dik tadi memang kakak rencana mau ngajak Faya juga tapi tidak enak sama mereka, lagian Iksan ngundang kamu saja dik sedangkan kakak hanya ngantar doang anggap aja kakak supir pribadi hahaha."


"Gapapa sih kakak menurutku lagian Iksan juga kenal Faya dan Dira juga kenal Faya." ujar Cessie


"Biar aja dik lagian Faya juga mungkin belum pulang dari kerjanya anam itu kadang kalau kerja lupa pulang ke rumah" jelas Aris


"Ya gapapa sih asal nanti setelah menikah dia tidak lupa kalau sudah punya suami saja hahaha"


Akhirnya mereka berdua kembali diam dan mereka berperang dengan pikiran masing-masing.


Aris mengemudi mobil dengan lajuh sedang, karena mengingat Cessie jadi Aris tidak mau ambil resiko kalau terjadi apa-apa dengan adiknya.


Hampir satu jam lebih akhirnya mobil yang di tumpangi Aris dan cessie berbelok masuk kedalam pakarangan rumah, setelah gerbang di buka oleh satpam.


Tanpa mereka duga ternyata Iksan sudah menunggu kedatangan mereka di luar, Aris menghentikan mobilnya dan langsung keluar dari mobil untuk membukakan pintu mobil untuk Cessie membuat Iksan senyum.


"Selamat malam Cess, bro tadi saya pikir tidak hadi datang karena, saya kirim pesan tapi tidak di balas."

__ADS_1


Cessie hanya senyum melihat Iksan yang sudah berdiri menunggu kedatangan mereka.


__ADS_2