
Malam ini Nadia benar-benar nekat kabur dari rumah sakit, karena kalau ia tunggu sampai besok takutnya ketahuan, jadi mendingan kabur malam ini agar bisa leluasa dan ada celah, karena pak polisi juga pasti gantuk pas jaga dan lebih bagusnya lagi rumah sakit agak sepih nantinya.
Setelah Nadia merencanakan semuanya ia menunggu waktu yang sudah ia tentunkan baru melancarkan aksinya sih nadia memang bisa juga mentalnya pemberani.
Sekitar jam sebelas malam Suster masuk ke ruangan Nadia untuk memeriksanya, nah... disitulah Nadia mulai bereaksi. Pada saat suster berdiri membelakanginya Nadia dengan kuat memukul suster dari belakang sampai pingsan, biarpun masih sakit tapi gak tahu ia dapat kekuatan dari mana bisa mampuh menyeret suster ke kamar mandi.
Dan membuka pakian susternya dan ia kenakan pakian itu, Nadia pakai masker dan ia keluar dari ruang dengan setenang mungkin, ia berlakuh seoalah ia seorang perawat yang menjaga malam. Baru beberapa langkah keluar dari ruangan pak satu polisi memanggilnya.
"Suster" ujar pak polisi tersebut.
Sontak jantung Nadia hampir mau copot pikirannya sudah melayang jangan-jangan polisi itu mengenalnya, dan memang betul polisi itu agak sedikit curiga, karena suster yang masuk tadi agak sedikit pendek dan jalannya normal, tapi suster yang keluar ia tinggi dan jalannya agak sedikit berat. Seperti orang sakit.
"Sabar Nadia jangan takut karena kalau kamu takut nanti mereka mala curiga, jadi mendingan bersikap biasa aja jangan menunjukan gelagak ane."
"Iya pak ada apa?" Nadia berusaha setenang mungkin agar mereka gak curiga , sedangkan pak polisi tersebut menatap Nadia dari atas sampai kebawah.
"Gak sus tadi mungkin salah lihat tadi perasaan suster yang masuk agak pendek, kenapa keluar sudah tinggi"
"Hahaha maaf pak mungkin bapak gak perhatikan dengan baik, saya parmisi dulu pak masih ada pasien yang mau saya periksan" ujar Nadia tapi jantungnya sudah gak aman.
"Oh maaf Sus silakan Nadia bernafas legah akhirnya dia bisa lolos juga, Nadia berjalan tergesa-gesa pergi melalui koridor rumah sakit, biarpun perutnya perih tapi ia gak peduli, akhirnya malam ini Nadia bebas dan kabur dari rumah sakit dengan pakian Suster."
Sedangkan didalam kamar mandi suster baru sadar ternyata ia gak pake pakian, tapi pakian Nadia tertinggal di kamar mandi akhirnya suster berusaha bagun.
__ADS_1
"Argh....sakit banget pundakku, kenapa aku disini ya, oh ya pasiennya keman" suster berteriak kencang setelah ia sudah ganti pakiannya.
Tak lama masuk pak polisi dengan dokter.
"Loh Sus apa yang terjadi mana pasien tadi, dan kenapa suster pake pakian seperti ini."
"Dok sepertinya pasien kabur karena tadi pas saya datang cek tiba-tiba saya di pukul dari belakan dok, pak." ujar suster tersebut.
"Waduh berarti benar tadi perempuan yang keluar itu pelakunya tapi dia pake pakian rumah sakit jadi saya pikir itu suster." ujar polisi
"Yuk kita cari sekitar sini kayaknya ia belum pergi jauh dari sini
Nadia sudah berapa kali menahan taksi tapi tak ada yang mau berdiri, hingga jam dua belas malam baru ada mobil yang mau menumpangnya tapi Nadia takut karena sudah malam dan laki-laki itu sekali-sekali meliriknya.
Nadia binggung mau kemana, ia sebenarnya mau pulang ke kontrakan tapi gak mungkin pasti disana ada Sinta dan bu Ayu, karena mbak Eva dan suaminya sewa kontrakan sendiri. Mana lagi Nadia gak pengang uang sama sekali.
"Pak maaf saya gak punya uang sama sekali untuk bayar bapak jadi gimana ya saya baru keluar dari rumah sakit pak"
" Oh mbak gak punya uang kalau begitu gampang mbak gak usa bayar tapi ada syaratnya, kalau saya lihat mbak juga lagi binggungkan mau kemana, saya akan sediakan tempat yang gratis untuk mbak." ujar sih laki-laki tersebut tapi ia menampakan senyum jahat dan penuh dengan nafsu.
Apa lagi badan Nadia kan bagus putih dan tinggi siapa yang gak tergoda.
"Ha yang benar pak, bapak gak bohongkan, saya numpang tidur malam ini aja pak nanti besok baru saya pergi, tapi saya janji akan kembali untuk membayar uang ongkos bapak".
__ADS_1
"Ok boleh tapi ada syaratnya kalau kamu mau boleh kok tidur disitu sampai kapanpun kamu mau."
"Apa syaratnya pak kalau aku bisa pasti aku mau tapi kalau gak busa maaf pak aku gak mau."
"Syaratnya nanti aja kalau sampai di kontrkana"
Ya ampun Nadia kamu sebenarnya pintar atau bod**h sih itu laki-laki jahat, mendingan kamu gak usa ikut dia turun aja dijalan, tapi parcuman juga.
Akhirnya Nadia dibawah oleh laki-laki itu ke kontrakannya, setelah sampai disana laki-laki tersebut bersikap sangat baik ia memberikan minuman untuk Nadia, dan Nadia juga gak menolak karena ia gak tahu bahaya yang sudah menantinya, setelah Nadia selesai minum tiba-tiba badannya panas dan hasratnya mulai mengebu-gebu padahal perutnya masih sakit tapi seketikan gak terasa sakitnya itu, laki-lagi tersebut serigai licik menatap Nadia dengan penuh Hasrat.
Apa lagi Nadia sudah gak tahan dengan gejolaknya akhirnya malam itu, mereka berdua Nadia bersama dengan laki-laki itu melakukan hubungan terlarang padahal Nadia masih sakit. Setelah puas mereka berdua tidur sambil berpelukan.
Besok paginya Nadia mengeliat dan langsung menjerit dikalah ia mendapati tubuhnya di peluk oleh seorang laki-laki asing dengan gak ada sehelai benangpun di tubuhnya.
"Argah ........kurang ajar siapa kamu, apa yang kamu lakukan terhadap ku ha, dasar bajingan, kamu berani menodai aku."
"Sayang apaan sih masih pagi-pagi sudah berteriak begitu, saya masih ngantuk tidurlah atau kamu mau minta tambah, gapapa saya masih sanggup loh. Tapi semalam kamu hebat banget, cara kamu melakukan seperti perempuan ****** yang sudah terlatih." ujar laki-laki itu menghina.
"Ap...apa kamu berani bilang begitu sama saya, kamu siapa sebenarnya, oh saya baru ingat kamu sopir taksi semalamkan yang mau nolongin aku tapi kenapa kamu mala menodai aku bajingan"
"He diam disini kontrakan laki-laki jangan sampai saya memanggil mereka da mengiring kamu, apa kamu mau mendingan kamu diam aja, cukup sama aku aja, biar kamu tenang"
Nadia merasa hidupnya sudah hancur niatnya mau kabur dari rumah sakit untuk menghindari sebuah masalah ternyata, masalah yang mengerikan menimpahnya lagi, padahal ia ingin cepat ketemu dengan Iksan di urunkan, karena ia mala terkurung dan di nodai oleh seorang laki-laki yang sama sekali tak di kenal.
__ADS_1
Kalau laki-laki kaya sih gapapa ini laki-laki kereh kontrakanya saja kumuh gini pikir Nadia, "Ya Tuhan kenapa nasib saya bisa apes begini sih, awalnya mau menghindari masalah kenapa mala tambah masalah