
Setelah semua alat sudah lengkap dokter Julio masuk kedalam ruang operasai dengan baju sterilnya, sedangkan dokter Beatrix sudah menunggu dan mempersiapkan alat-alat yang akan di gunakan.
"Dokter Julio kita segerah melakukan operasi karena pasien sudah dari tadi disini" ujar dokter Beatrix.
"Baik dokter Beatrix, kita lakukan sekarang" ujar dokter Julio
Dokter julio langsung melakukan operasi, kedua suster yang ada di sampingnya dokter Beatrix dan dokter Julio bagian melap keringat dan bagian memberikan apa yang kedua dokter itu butuhkan dokter Beatrix dan dokter Julio. Karena memang tugas seorang suster pada saat operasi mereka siap memberikan setiap alat yang di minta oleh dokter tersebut.
Hampir satu jam lebih akhirnya operasinya selesai juga, dokter Julio mengelap keringatnya dan menarik napasnya setelah operasi berhasil.
"Akhirnya operasi selesai juga dengan baik dan pasien selamat suster tolong bersihkan semua alat-alat itu dan simpan kembali ke tempat masing-masing, begitu juga nanti setelah bayi sudah dibersihkan bawah ke ruang bayi dan ibunya tolong di pindahkan ke ruang inap" ujar dokter Julio.
"Baik dokter" ujar suster berlalu pergi sedangkan dokter Julio keluar dari ruang operasi dan membuka baju sterilnya dan gegas keruangannya, karena masih ada pasien yang harus dokter Julio periksa sehingga dokter Julio memberikan amanat kepada dokter Beatrik untuk mengurus pasien baru saja di operasi itu.
Setelah sampai di ruangan barulah dokter julio ingat kembali Abian sehingga dokter Julio menelpon Cessie menanyakan kondisi Abian seperti apa.
"Aku telpon Cessie dulu menanyakan bagaimana dengan Abian apakah diq masih menangis atau takut apa tidak, kalau masih takut harus cek dulu." ujar dokter Julio.
__ADS_1
Cessie yang sementara main dengan Abian dan di kamar karena Aziza sudah tidur tiba-tiba hp berdering, Cesssie langsung mengambil hp ternyata telpon dari dokter Julio, Cessie langsung mengambilnya dan mengangkat telpon.
"Hallo mas." ujar Cessie.
"Hallo sayang, bagaimana dengan Abian masih menangis tidak" tanya dokter Julio.
"Tidak lagi mas, Abian anak pintar jadi dia tidak menangis lagi bahkan dari tadi dia bermain terus, mas tidak perlu kuatir Abian hanya kanget saja jadi dia sudah tenang" ujar Cessie membuat dokter Julio merasa lega.
"Syukurlah sayang kalau begitu, tolong jaga anak-anak kita ya sayang jangan sampai mereka kenapa-kenapa, ayah dan ibu mendengar kejadian ini pasti mereka marah besar." ujar dokter Julio.
Kembali ke kontrakan Surya sudah bolak-balik dari tadi tapi tidak bisa tidur karena memikirkan bagaimana caranya agar bisa ketemu dengan Nadia sedangkan tempat tinggal Nadia, Surya tidak tahu dimana tempat tingga Nadia.
"Dari pada aku gelisa disini lebih baik aku pergi pasar yang ada didekat sini, siapa tahu aku mendapatkan pekerjaan untuk bisa kerja dan menghasilkan uang. Kalau aku sudah punya pekerjaan sudah gampang aku mengambil hak asu Abian. Walaupun badan sangat terasa sakitnya tapi dari pada aku disini lebih baik aku keluar." gumam Surya.
Surya langsung bangkit dari tidurnya dan langsung pake topi dan masker terus keluar dari kontrakan, saat ini tujuan utama Surya menujuh ke pasar. Surya pesan ngojek dan menuju ke pasar namun.
Namun saat Surya di tengah jalan dedapan sebuah rumah makan , Surya tidak sengaja melihat seorang gadis wanita yang tidak asing baginya dengan hijab dan penambilannya jauh berubah, Surya langsung menghentikan ngojek dan mendekati wanita itu yang lagi asyik dengan teman-temannya karena kebetulan jam istirahat jadi Nadia bersama dengan teman-temannya sementara makan siang, jadi Nadia tidak menyadari kedatangan Surya.
__ADS_1
Dengan amarah Surya datang mendekati Nadia. Hal itu membuat Nadia terkejut bahkan teman-teman Nadia juga ikut terkejut, tapi teman-teman Nadia membantu Nadia untuk melawan Surya.
"Hehehe...akhirnya aku menemukan kamu disini perempuan iblis, kamu yang membuat hidupku menderita jadi sekarang aku tidak akan melepaskan kamu, sekarang kamu harus tanggung jawab dengan semua yang sudah kamu lakukan kepadaku. Kamu harus mati perempuan sinting" bentak Surya. Surya mencekik leher Nadia sehingga membuat Nadia susa bernapas.
"Ma...mas lepaskan aku bisa mati..kalau aku mati mas akan kembali ke penjarah, mas lepaskan dulu jangan begini" ujar Nadia tapi justru Surya makin menkadi mencekik leher Nadia.
Salah satu teman perempuan Nadia, tidak tahan dengan perlakuan Surya membuat Teman perempuannya itu mengambil salah satu cangkir yang ada di atas meja dan memukul tepat di kepala Surya membuat Surya melepaskan tangan dari leher Nadia.
"Kurang ajar siapa kamu berani sekali kamu memukul aku, kamu mau aku hajar juga jangan coba-coba ikut campur urusan kami karena kamu tidak tahu apa yang sudah perempuan sinting ini lakukan, karena dia hidupku menderita dan karena dia juga aku meninggalkan istri dan anakku yang sekarang sudah besar tapi mereka tidak mau hidup denganku lagi. Setelah dia membuat hidupku menderita dan setelah dia membuat hidupku hancur baru dia pergi meninggalkan aku." ujar Surya marah.
"Mas...jangan mas hanya menyalahkan aku seorang diri, karena mas juga bukan suami yang baik dan ayah yang baik, kalau seandainya mas adalah suami dan ayah yang baik tidak mungkin mas sengampang itu termakan rayuan dan meninggalkan mbak Cessie yang lagi hamil, asal mas tahu waktu itu aku datang bukan karena aku mencintai mas tapi karena dendam.
Aku dendam dengan keluarga mas karena ayah kandung mas yang sudah menabrak kakak kandung aku dan tidak vertanggung jawab, aku datang hanya ingin membuat keluarga mas menderita, tapi bukankah kita berdua juga merasakan hal yang sama mas aku juga masuk penjarah sama seperti mas, bahkan aku mengalami hal yang lebih pahit dari pada apa yang mas alami aku kehilangan anakku dan bahkan aku kehilangan rahimku. "
"Tapi mas tahu semenjak aku masuk kepenjarah aku menyadarih semua dosa yang sudah aku lakukan, sehingga aku sudah berubah aku tidak mau melakukan hal jahat itu lagi, aku mau berubah jadi sekarang aku tidak mau cari masalah dengan siapapun lagi termasuk dan satu lagi secara pribadih aku minta maaf mas, mungkin aku sudah membuat hidup mas seperti ini tapi maa harus intropeksi diri agar berubah, mas jangan nganggu mbak Cessie lagi karena mbak Cessie sudah bahagia dengan keluarga barunya, bahkan Sinta juga sudah bahagia dengan suami dan anaknya jadi aku mohon jangan merusak kebahagiaan mereka mas." ujar Nadia
Tapi Surya belum bicara apapun, karena masih menahan emosi.
__ADS_1