
Akhirnya Aris dan sekretaris Lita kembali terdiam karena sekretaris Lita sudah mulai muak dengan tingkah Aris sehingga setiap perkataan Aris tidak di gubris oleh sekretaris Lita menurut sekretaris Lita untuk apa mengubris hal yang menurutnya tidak masuk akal dan melenceng dari pekerjaan.
Tidak lama kemudian mereka sampai di bandara setelah mobil berhenti loby bandara Aris dan sekretaris Lita keluar dari mobil dan mereka menarik kopernya masing-masing.
Tanpa ada obralan di antaran mereka berdua Aris dan sekretaris Lita langsung masuk kedalam bandara agar cepat check in karena sebentar lagi pesawat akan take off.
Sekretaris Lita yang mengurus semuanya Aris tinggal terimah bersih tinggal tunggu saja semua selesai langsung berangkat.
Sekretaris Lita yang memperhatikan Aris seperti tidak semangat hanya saja sekretaris Lita tidak peduli, mau semangat atau tidaknya itu urusan pak Aris pikirnya setelah selesai chack in mereka berdua langsung naik lift dan menuju ke ruang tunggu.
"Skreteris Lita kira-kira kita menang gak ya proyek ini aku takut kita gagal mendapatkannya karena ini baru pertama kali saya menangani proyek sebesar ini semoga tidak sia-sia perjalanan kita." tanya Aris basa-basi
Sekretaris Lita menoleh ke arah Aris dengan kedua alisnya terangkat ke Atas binggung dengan pikiran bosnya inut kenapa kayak putus cinta jadi kurang semangat.
"Pak jika bapak saja tidak semangat melakukannya bangaimana kita bisa menang seharusnya pak Aris itu yakin dan percaya bahwa kita pasti bisa menang bukannya mala ragu begini pak, saya ini bukan sekali dua kali berjalan bisnis begini saya sering pergi dengan pak Arya untuk tender proyek tapi saya suka dari pak Arya itu beliau sangat semangat mau menang atau tidaknya itu urusan Tuhan yang ngatur tapi kita sebagai manusia tetap berusaha dan semangat."
"Kalau pak Aris begini ini yang namanya kalah sebelum berperang, bagaimana kita menang sedangkan belum berperang saja sudah menyerah duluan"
__ADS_1
"Ini yang aku suka dari seorang sekretaris Lita dia perempuan yang tangguh, pantas saja ayah menaikan gaji dua kali lipat dari semua gaji karyawan, bahkan gajinya dengan manajer Galu saja hampir sama. Bagaimana aku bisa melepaskan sekretaris Lita jika hatiku belum iklas, semoga saja adik Cessie mau ganti sekretaris baru biar aku saja yang sama sekretaris Lita biar kemana-mana sama, walaupun sekarang sekretaris Lita sangat cuek tapi dia baik jadi aku suka." gumam Aris dalam hati.
"Saya gak bermaksud bagaimana sekretaris Lita tapi ini adalah keluhan hati saya karena memang ini baru pertama kali, tapi sekarang saya menyadari untuk apa saya harus kuatir soal menang atau kalah sedangkan ada gadis cantik yang pintar bersama saya disini"
"Pak Aris tidak usah berlebihan, saya hanya kerja profesional saja kalau soal itu"
"Sekretaris Lita..kalau seandainya sekretaris Lita disuruh memillih untuk satu patner saya atau satu patner dengan bu Cessie sekretaris Lita lebih nyaman yang mana?"
Sekretaris Lita memandang wajah pak Aris dengan rasa heran karena kenapa akhir-akhir ini bosnya itu banyak sekali pertanyaan yang tidak masuk akal.
"Pak saya tidak bisa menjawab pertanyaan pak Aris karena kenapa? Karena saya kerja dengan pak Aris dan bu Cessie jadi saya tidak bisa memilih kecuwali sudah ada sekretaris baru yang mau mengantikan posisi saya baru lah saya bisa memilih antara pak Aris atau bu Cessie karena pasti saya akan memilih yang membuat saya lebih nyaman."
"Oh...jadi pak Aris mau cari sekretaris baru baguslah biar aku tidak usa repot-repot ada urusan dengannya karena aku juga sudah tidak nyaman, yang jelas kalau aku disuruh ya pasti aku lebih memilih bu Cessie dari pada pak Aris tapi kalau nanti bu Cessie tidak memilih aku terus bu Cessie menyuruh aku kerja dengan pak Aris lebih baik aku resign aja" gumam sekretaris Lita dalam hati.
"Bagus dong pak kalau ada sekretaris baru lagi biar kalau nanti pak Aris ada pekerjaan keluar kota lagi kayak gini bu Cessie tidak sendirian di kantor, kasian juga tapi ya pak kalau saya di suruh memilih antara pak Aris atau bu Cessie saya lebih memilih sama bu Cessie dari pada sama pak Aris."
Jelas Aris terkejut dong dengan kejujuran sekretaris Lita karena Aris tidak percaya sekretaris Lita bisa bicara begitu, selama ini pak Aris pikir sekretaris Lita itu adalah gadis penakut yang tidak berani sama atasannya. Namun di luar dugaan Aris, sekretaris Lita berani terang-terangan memilih Cessie ketimbang dirinya padahal maksud Aris bicara begitu agar Aris mau tahu reaksi sekretaris Lita seperti apa dan Aris percaya kalau sekretaris Lita memilihnya.
__ADS_1
"Ha....sekretaris Lita lebih memilih Cessie dari pada aku, bukannya dulu dia senang sekali kalau dekat denganku kenapa sekarang dia justru tidak mau ya, ah palingan di gengsi makanya dia bicara begitu padahal dalam hati semoga pak Aris memilih aku pasti dia berpikir begitu."
"Hahaha sekretaris Lita bisa saja, lagian sekretaris baru belum datang juga, gak tahu kapan datangnya karena ayah belum buka lowongan kerja untuk sekretaris baru , mungkin setelah kita pulang."
mereka keasyikan ngobrol jadi tidak terasa saatnya mereka masuk kedalam pesawat, karena sebentar lagi pesawat akan take off.
Mereka mencari kursi masing-masing ternyata pas sekretaris Lita Check ini ia memisahkan kursinya dari kursi Aris Sekretaris Lita tidak mau duduk dekat dengan Aris entah karena tidak nyaman atau bagaimana.
"Pak Aris disini tempat duduk anda,"
"Terus tempat duduk sekretaris Lita mana bukankah disini"? Tanya Aris
"Tidak pak Aris tempat duduk saya ada di belakang pak Aris soalnya saya pengen istirahat sejenak pak Aris" jawab sekretaris Lita membuat Aris membulatkan mulutnya
Kelihatan sekali Aris tidak terimah sekretaris Lita duduk di belakangnya dari raut wajahnya menunjukan kekecewaan, tapi mau bagaimana lagi namanya juga orang tidak nyaman jangan di paksa.
"Loh kenapa sekretaris Lita disitu bukankah kursi kirea sama....seharusnya sekretaris Lita duduk di samping saya bukan mala di belakang saya."
__ADS_1
"Hahaha pak Aris tenang saja saya tidak lari kemana-naba kok saya tetap disini"
Akhirnya mereka berdua duduk di kursi masing-masing dan tidak lama pesawat terbang meninggalkan ibu kota. selama penerbangan berlangsung tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua karena selain duduk pisah tidak ada hal penting yang ingin di bicarakan sehingga sekretaris Lita bebas tidur.