
Aris menagis histeris biarpun Aris seorang laki-laki tapi Aris tidak peduli dengan banyak orang, yang sudah mengerumuni mereka karena masih menunggu ambulance datang pak Galu juga tidak kalah teriak juga dari Aris kedua pria itu seperti orang gila sudah tidak menghiraukan wibawah mereka lagi sangking takut kehilangan orang kesayangan mereka.
Aris meletakan kepala Cessie yang sudah tidak sadarkan diri itu di atas pangkuan Aris sambil memanggil nama Cessie.
"Adik......bangun sayang jangan tinggalkan kakak kamu ini, bangun nanti ayah dan ibu tanya kakak jawab apa, kakak tidak bisa menjangamu dengan baik tolong bangun jangan bikin kakak seperti ini, kamu tahu betapa kakak menyayangimu...ingat masih ada Abian di rumah dia masih membutuhkan kamu dik bangun." Teriak Aris.
"Sayang bangun jangan tinggalkan mas ingat kita sudah persiapkan semua tinggal tunggu hari pernikahan kita jangan tinggalkan mas sayang bangun "pak Galu memeluk tubuh sekretaris Lita dengan Erat seperti tidak rela melepaskannya.
Tidak lama kemudian datang ambulance sekalian dua, Aris dan pak Galu langsung mengendong Cessie dan sekretaris Lita kedalam ambulance dan mereka berlalu pergi sempanjang perjalanan Aris dan pak Galu tidak berhenti berdoa kepada Tuhan untuk menyelamatkan kedua wanita yang mereka sayangi.
Air mata Aris dan pak Galu tidak berhenti mengalir membasahi pipi mereka berdua mereka menangis dalam diam tidak ada keluar suara hanya tubuh mereka yang terguncang.
"Ya Tuhan kenapa engkau selalu berikan cobaan kepada adikku, dia baru saja merasakan kebahagiaan kenapa datang lagi cobaan, kakak janji dik kakak akan cari tahu siapa yang sudah menabrak kalian berdua, jika kakak mendapatinya mau dia cewek atau cowok kakak hajar dia sampai babak belur. Sayangnya waktu kakak turun kebawah mobilnya sudah tidak ada, bagaimana kakak harus sampaikan ke Julio dik sepertinya kakak tidak sanggup apalagi kita akan pergi ke rumah sakit suami kamu. Ya Tuhan kuatkan aku biar aku bisa telpon ayah nanti tapi setelah sampai di rumah sakit." Gumam Aris dalam hati.
"Sayang, kamu sudah janji sama mas, kalau kamu tidak akan pergi meninggalkan mas, kenapa jadi begini apakah kamu tidak sayang dan tidak cinta lagi sama mas mana janji manis kamu sayang tunggu nanti mas akan cari tahu siapa pelakunya dan apa motifnya sampai membuat kamu dan bu Cessie seperti ini." ujar pak Galu
Tidak lama kemudian mobil ambulance sampai di rumah sakit dengan cepat Aris keluar dari mobil.
"Suster tolong adik saya dan sekretarisnya dok tolong berikan perawatan yang terbaik dok" teriak Aris tidak peduli itu dirumah sakit
Cessie dan Sekretari Lita langsung dibawah masuk ke ruang IGD, Aris dan pak Galu yang panik mereka berdua mau menerobos masuk kedalam ruangan namun langsung di cegah oleh suster.
"Pak, tolong tunggu diluar saja jangan masuk biar dokter bisa menangani kedua pasien d3ngan tenang,,nanti kalau bapak-bapak masuk justru menganggu kosentrasi dokter" ujar suster
Dengan terpaksa Aris dan pak Galu tinggal diluar Aris sampai menarik rambutnya dengan kasar karena frustasi, walaupun ada kursi yang sudah tersedia di ruang tunggu bukannya mereka berdua duduk di atas kursi justru mereka nyandar di tembok dengan menekuk lutut mereka berdua, begitu sayangnya Aris sama Cessie begitu juga dengan pak Galu.
__ADS_1
Hampir satu jam kedua pria itu menunggu di luar akhirnya pintu terbuka.
Crekkkk!
Seketika mereka berdua kompak bangkit dari duduk mereka dan bertanya.
"Dok bagaimana kondisi adik saya dan sekretarisnya dok mereka baik-baik saja kan," tanya Aris
Dokter dengan keringat bercucuran dari keningnya menatap kedua pria yang ada di depan dokter.
"Saya harap bapak-bapak tenang dulu biar saya jelaskan tapi boleh ikut ke ruangan saya saja." pinta dokter.
Aris dan pak Galu mengikuti langkah kaki dokter kedalam ruangnya dan mempersilahkan duduk.
"Silahkan duduk pak, maaf kalau boleh tau bapak-bapak ini siapanya pasien" tanya dokter.
"Saya calon suaminya ibu Lita Dok" ujar pak Galu.
Dokter itu menghela napas panjang baru berucap, rasanya berat sekali untuk menyampaikan sesuatu kepada kedua pria yang ada didepannya.
"Jadi begini pak Aris, ibu Cessie kena benturan keras di kepalanya mungkin saat bu Cessie jatuh kepalanya sedikit bentur kena trotoar jadi hal menyebabkan bu Cessie mengalami pendarahan di kepala, nanti tunggu hasil ronsengnya begitu juga ibu Lita mereka berdua sebenarnya sama hanya saja tangan ibu Lita patah, itu disebabkan karena mungkin saat jatu tanganya duluan di bawah, mereka berdua juga kekurangan darah tapi untung darah kedua pasien masih ada stok dirumah sakit."
Pak Galu dan Aris tercengang mendengar kalau Cessie dan Sekretaris Lita mengalami luka seberat itu apalagi sekretaris Lita.
"Dok apakah tangan calon istri saya tidak bisa di sembuhkan dok, dan kira-kira kapan kami bisa masuk jenguk mereka."
__ADS_1
"Kalau soal tangan calon bapak tenang saja tangannya pasti sembuh seperti semula, tapi kalau soal menjenguk sementara waktu jangan dulu, karena sekarang masih dalam pemeriksaan, kedua pasien juga saat ini belum sadarkan diri karena banyak darah keluar jadi mereka masih kritis.Mungkin karena kelamaan bawah kerumah sakit."
Setelah mereka mendengar penjelasan dari dokter, Aris dan pak Galu merasa dunia mereka mau runtuh tidak ada gaira untuk sekedar keluar dari ruangan sih dokter.
Saat mereka berdua keluar dari ruangan dokter mereka berpapasan dengan dua orang polisi, karena Aris sempat menyuruh satpam untuk telpon polisi sehingga polisi langaung menyusul ke rumah sakit setelah dari Tkp.
"Selamat pagi pak, kami menerima lapor dari seseorang bahwa ada kecelakaan terjadi di depan perusahaan Arya grup hal itu mengakibatkan dua korban atas nama ibu Cessie dan ibu Lita apakah itu benar"
"Iya benar pak dan sekarang kedua korban ada didalam masih dalam kondisi kritis."
"Apakah kami boleh ambil keterangan para saksi pak bagaimana kronologisnya" tanya pak polisi.
Namun saat mereka berbicara tiba-tiba dokter beatrix lewat dan melihat Aris ada berdiri sambil berbicara dengan polisi karena dokter Beatrix penasaran akhirnya mendekat.
"Pak Aris? Siapa yang sakit kok pak Aris disini"? Jelas dokter Beatrix kenal dekat dengan Aris, karena selama Cessie di rawat di rumah sakit waktu melahirkan dokter Beatrix yang tangani begitu juga pas Cessie menikah dokter Beatris juga hadir.
Aris yang melihat kedatangan dokter Beatrix terkejut.
"Dokter Beatrix, mana dokter Julio?" tanya Aris
"Maaf pak Aris, dokter Julio lagi ada operasi tapi mungkin sebentar lagi sudah selesai"?
Aris bukannya menjawab pertanyaan dokter Beatrix justru menunduk kepala dan menangis, Aris Cengeng juga rupanya.
"Jangan bilang dulu sama dokter Julio ya dokter Beatrix, soalnya Istrinya kecelakaan jadi kritis didalam ruangan" ujar Aris
__ADS_1
Ternyata tanpa mereka sadari ada seseorang yang baru saja selesai operasi melangkah mendekat dan mendengar ucapan Aris.?