Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
87:87 Sinta Kerja


__ADS_3

Sedangkan di tempat nadia pagi ini surya dan sinta sudah siap untuk pergi, kalau sinta di panggil untuk interview dan seandainya di terimah kemungkinan langsung kerja hari ini juga, kalau surya mau pergi cari kerjaan, karena sekarang hidup mereka sangat susa nadia gak mau keluarkan uang untuk hal-hal yang lain selain keperluan di rumah, tinggal bu ayu dan nadia di kontrakan, tapi nadia masih trauma dengan kiriman kotak itu, sampai sekarang masih misterius belum di ketahui siapa pelakunya.


Setelah kepergia surya dan sinta bu ayu juga pamit pergi katanya mau ketemu dengan teman arisan, karena dari kemarin ia merengek meminta uang ke surya namun surya gak berikan karena kata surya ia gak memiliki uang.


Namun entah bu ayu dapat uang dari mana tiba-tiba pamit katanya arisan, nadia dengan senang hati membiarkan orang tua itu pergi, karena lebih nyaman nadia sendirian di kamar untuk istirahat.


Tinggal lah nadia sendirian di rumah, karena haus nadia keluar dari kamar hendak ke dapur untuk ambil minum, namun langkahnya terhenti saat ada ketukan pintu dari luar, seketika nadia ketakutan badan gemetar, namun tak berapa lama ada suraya salam dari luar sembari dengan ketukan pintu.


Nadia memberanikan diri dan melangkah ke pintu karena pikirnya kalau ada salam berarti ini benaran orang baik, akhirnya nadia membuka pintu ternyata ada seorang laki-laki perawakan tinggi pakai jaket hitam berdiri di depan pintu.


"Selamat siang bu, apakah ini tempat tinggal pak surya" tanya laki-laki tersebut.


"Iya pak benar, bapak siapa ya mencari suami saya." tanya nadia


"Maaf bu ini surat panggilan dari pengadilan agama untuk pak surya" ujar laki-laki tersebut sembari menyerahkan amplop berwarnah coklat tersebut ke nadia.


"Makasih pak" ujar nadia


"Baik bu saya parmisi dulu" pamit laki-laki tersebut dan berlalu pergi sedangkan nadia dengan senyum mengembang ia menerima surat panggilan itu dan dengan langkah berat nadia menyeret kakinya masuk kedalam kamar.

__ADS_1


Ternyata itu surat panggilan sidang cerai untuk surya, sampai di dalam kamar nadia cepat-cepat membuka amplop itu dan membaca isinya.


" Yes...tinggal selangkah lagi keberhasial dan kehancuran surya di depan mata, ternyata istrinya itu benar-benar melakukan gerakan cepat untuk mengugat cerai mas surya, aku harus lebih ekstra lagi memanas-Manasi kedua belah pihak agar proses cerai di percepat".


"Kira-kira aku kasih tahu mas surya gak ya soal surat panggilan ini. Tapi kalau aku kasih tahu pasti mas surya datang ke persidangan, takutnya ia gak mau cerai dari istrinya dan mencari alasan agar batal cerai. Dari pada itu terjadi dan makin lama aku terjebak disini mendingan aku sembunyikan aja agar mas surya gak usa datang untuk mengikuti sidang pertama" ada senyum licik di bibir nadia


"Biar persidangan berjalan dengan baik dan, saya secepatnya pergi meninggalkan mas surya, dan kembali ke mas iksan saya yakin mas iksan pasti menunggu ku pulang, dan aku bisa ketemu dengan anakku pasti dimana sudah besar, nanti setelah itu baru kami pergi ke rumah mama dan papa."


"Gapapa saya gak kerja toh orang tua punya perusahaan, jadi kalau butuh uang tinggal minta, apa lagi mas iksan suami yang paaling baik dan royal, dalam memberikan nafkah, kalau aku kembali dengan mas iksan hidupku terjamin dengan anakku ini."


Nadia..nadia....hayalan kamu itu loh...ketinggian, jangan harap iksan masih menerima kamu yang ada nanti aktah cerai yang kamu terimah dari iksan.


Akhirnya nadia mengambil amplop itu dan memasukan kedalam lemari pakiannya agar surya gak melihatnya, apa lagi sekarang nadia juga tahu kalau perusahaan cessie lagi audit jadi pasti mereka berdua lah orang yang menjadi tersangka pertama. Nadia sebenarnya was-was juga kalau nanti ia benaran di penjara anaknya dimana.


"Ah gak usa mikirin itu, kalau memang saya di penjara tinggal minta tolong sama mas iksan ada dan papa agar mereka berdua keluarkan aku dari penjara sedangkan surya biarkan aja membusuk di penjara, menanggung semua apa yang sudah ayahnya lakukan."


Aduh..aduh...nadia silakan aja banyak berharap, jangankan iksan yang membantu kamu, ayah kamu aja belum tentu sudih membantu kamu , jangan kamu berpikir ada perusahaan ayah kamu jadi memiliki kekuasaan yang kuat, itu belum tentu karena sekarang ini karena kejahatan kamu orang tua dan perusahaan ayah kamu dalam masalah besar.


Dan sekarang kamu masih berharap mereka akan datang untuk menolong kamu, jangan harap banyak nadia karena sekarang iksan lagi merencanakan penderitaan kamu.

__ADS_1


Sinta yang sekarang sudah langsung di terimah di restoran XX hari ini juga langsung masuk kerja, jadi sinta gak pulang lagi tapi ia langsung ganti seragam yang sudah di sediakan untuk karyawan.


Sinta kerja dengan penuh semangat, ia sudah bertekat kalau nanti gajinya agak gede ia berniat kerja sambil kulia, padahal sinta gak tahu kalau restoran tempat kerjanya saat ini pemiliknya adalah mantan kak iparnya.


Sinta yang sibuk dengan banyak pelangan yang datang tiba-tiba di panggil sama manejer, ke ruangannya.


Tok tok tok!!!


"Masuk"


"Maaf pak, apa bapak memanggil saya"?


"Iya silakan duduk" lantas sinta langsung duduk dengan hati yang gak karuan ia berpikir baru juga kerja belum setegah hari juga masa ia sudah buat masalah kan gak mungkin, ia duduk tapi gak tenang, sedangkan manejer yang melihatnya hanya senyum .


"Kamu yang bernama sinta ya, yang karyawan baru disini," tanya andre manejer restoran.


"I iya pak, saya salah apa ya pak, kok bapak memanggil saya, maaf pak ja jangan pecat saya ya pak, saya juga baru masuk kerja." ujar sinta gugup membuat manejer andre terkekeh karena merasa lucu.


"Memang siapa yang mau pecat kamu, justru saya memanggil kamu kesini itu saya mau sampaikan syarat dan ketentuan di kerja di tempat ini, saya manejer di restoran ini. Kamu baca dulu ini, kalau kamu setuju tanda tangan tapi kalau kamu gak setuju gak perlu, namun kalau kamu gak setuju itu tandanya kamu gak mau lanjut kerja disini.

__ADS_1


Sambil menyodorkan selembar kertas ke ara sinta dan tak lama sinta langsung bumbui dengan tanda tangan, setelah selesai sinta langsung kembalikan kertas itu ke manejer, dan langsung keluar. Sinta bernapas lega karena hari ini ia sudah bekerja.


__ADS_2