
Sedangkan di tempat lain saat ini mbak Eva dalam perjalanan bersama Zila menuju ke ibu kota, karena selain jenguk ibu Ayu di rumah sakit jiwa mbak Eva juga rencana nginap di kontrakan Sinta. Tapi mbak Eva sengaja tidak memberitahu Sinta kalau dia dalam perjalan ke ibu kota kedatangan mbak Eva juga karena agak kuatir dengan Cessis entah kenapa waktu malam itu mereka telponan mbak Eva janji nanti akan ketemu dengan Cessie karena mbak Eva sudah kangen juga sama Cessie.
Kali ini mbak Eva datang tidak bawa mobil sendiri karena jaraknya terlalu jauh jadi mbak Eva naik bus saja, kecuwali datang dengan mas bram baru dengan mobil pribadi.
"Aku hubungi Cessie aja kali ya kalau aku sudah dalam perjalanan menuju ke sana tapi nanti saja deh lagian besok juga baru sampai, ini juga baru naik bus. Nanti kalau sudah sampai baru kabarin saja sementara waktu nginap di kontrakan Sinta saja semoga kontrakan Sinta muat. Kira-kira aku datang jenguk Surya gak ya, malas banget datang kesana nanti saja deh tanya Sinta perkembangannya bagaimana kalau dia sudah beruba baru aku datang tapi kalau gak biar saja aku pergi lihat ibu saja."
Semenjak bu Ayu masuk rumah sakit jiwa baru kali ini mbak Eva kembali ke kota untuk menemui Sinta, dan mau menjenguk sang ibu.
"Ya Tuhan semoga permasalahan ini segera berakhir agar tidak ada dendam dan rasa benci didalam hati Surya, aku sebagai kakaknya pengen melihat Surya seperti dulu yang menjadi pria yang baik dan dewasa, biar kalau nanti Cessie setelah melahirkan dan anaknya sudah besar terus Surya juga sudah keluar penjara biarpun mereka tidak bersama lagi tapi mereka hidup dengan damai jangan ada permusuhan di antara mereka"
Disisi lain masih di kontrakan Sinta, Bella dan Melli sudah bangun dari tidur dan siap membersihkan muka mereka.
"Sin...kamu teman terbaik, kamu tahu saja kalau aku tidak masak tapi bagaimana tunggu aku selesai mandi dan bersiap dulu baru aku kembali kesini lagi biar kita sarapan bersama" ujar Bella dan Melli juga demikian.
"Baiklah kalau begitu cepat ya, gak pake lama ini sudah mau jam delapan make up seadanya saja gak usa menor hehhe"
"Iya bawel....aku juga gak suka menor kok justru banyak pria sekarang tidak suka melihat seorang gadis pakek make up menor"
"Cieehhh...memangnya kamu punya pria hahaha"
__ADS_1
"Tahu ah...."
Akhirnya Melli dan Bella, kembali ke kamar masing-masing untuk membersihlan diri dan bersiap untuk berangkat kerja, untung tempat kerja mereka sangat dekat jadi tidak perlu naik kendaraan jalan kaki saja cepat sampai, setelah kepergian kedua temannya Sinta kembali bersiap sambil menunggu Melli dan Bella Sinta merapihkan kamarnya takutnya jika tiba-tiba ada yang datang gak terlihat berantakan.
"Untung masih lama juga berangkatnya jadi biar nanti pas pulang kerja sudah capek malas beres-beres ini kesempatan untuk membereskan semuanya, kalau piring kotor nanti tidak masalah pulang baru cuci lagian piring kotor hanya tinggal piring makan kami bertiga."
Sinta ngelap semua dan membereskan tempat tidurnya sapu dan mengepel namanya juga kontrakan jadi tidak terlalu besar juga.
"Selesai juga akhirnya, tinggal tunggu kedua orang itu datang awas saja kalau lama aku tinggal, dari tadi di bangunin gak mau katanya masih sangat ngantuk sekarang justru lama mereka bersiap."
Hampir setegah jam Melli dan Bella sudah pergi tak lama mereka kembali sudah rapi dan cantik. Hal itu membuat Sinta punya kesempatan untuk meledek mereka berdua.
"Terlambat dari mana markona ini masih setengah jam lagi jalan dari sini juga gak sampai lima belas menit"
Mereka bertiga sarapan ternyata nasi goreng Sinta enak juga membuat mereka bertiga lahap makannya padahal masih pagi, tapi lahap banget.
"Sin...sekarang kamu sudah pintar banget ya masaknya" jelas Melli.
"Ah, kamu bisa aja
__ADS_1
Mell, aku dari dulu gak perna belajar masak bahkan aku perna goreng ikan sampai gosong, sekarang ininya baru aku sedikit belajar masak"
"Iya tapi enak loh nasi goreng kamu rasanya hampir sama dengan nasi goreng di restoran buatan chef Nanda." Melli memuji masakan Sinta katanya enak.
Setelah selesai sarapan mereka bertiga bersiap untuk berangkat ke tempat kerja.
"Makasih loh Sin..kamu sudah menyiapkan. Sarapan yang sangat lesat untuk kita pagi ini, sudah cocok banget jadi nyonya Iksan, mengurus suaminya dan menyiapkan apa yang di butuhkan suaminya sangat cocok. Semoga mas Iksan secepatnya membawah lamaran datang kemari hahaha"
"pukkkk....kamu ini ya suka jailin orang, aku dengan pak Iksan itu hanya sebatas teman lagian pria seperti pak Iksan. Mana manu dengan gadis miskin tidak punya apa-apa seperti aku Bell, apalagi melihat dari kehidupan keluargaku yang berantakan begini tidak mungkin pak Iksan menyukaiku."
"Sin...cinta itu tidak memandang dari segi harta dan kekayaan..mau kamu gadis biasa tidak punya apapun jika seorang pria benaran tulus mencintai kamu dia mau menerima kamu apa adanya tanpa memandang kasta, karena harta itu hanya titipan Allah jadi kapan saja Allah bisa mengambilnya kembali, harta itu hanya sementara di dunia karena saat kita meninggal kita tidak akan membawah harta dunia itu"
"Iya apa yang di katakan Bella benar Sin....harta itu hanya titipan sampai sekarang kita masih diberikan kesehatan dan bisa makan minum dengan uang hasil kerja keras kita saja sudah bersyukur, karena kita masih bisa mencari uang. Jadi jangan minder jadi orang kalau kamu ngomong begitu terus apa bedahnya denganku, aku merasa nasibku lebih buruk dari kamu tapi aku tetap bersyukur kepada Tuhan."
Mereka bertiga saling berpelukan dan mereka kembali meneruskan perjalanan mereka ke restoran.
"Makasih ya Bell, Mell. Kalian berdua adalah teman baik selalu ada untukku padahal kita juga baru kenal setelah aku kerja di restoran dan tinggal disini tapi kalian sangat baik"
"Semua orang bisa baik kepada siap saja Sin namun tergantung kitanya terhadap orang lain, berusaha melakukan yang terbaik kepada kita tapi justru kita membalas kebaikan itu dengan keburukan kita, makanya berbuat baiklah kepada semua orang jangan memandang siapa dirinya."
__ADS_1
Mereka bertiga akhirnya sampai di restoran dan langsung disibukan dengan mempersiapkan semuanya, apalagi baru jam sembilan juga sudah ada pelangan yang datang makan, memang di restoran Cessie makanannya enak sehingga banyak sekali pengunjung yang datang makan direstoran Cessie.