Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
154


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain, setelah mbak Eva pulang dari pengadilan, malam itu mereka ikut nginap di kontrakan Sinta karena besok mereka akan kembali ke kampung, bukannya mbak Eva gak mau lama di ibu kota, hanya saja, mas Bram juga sudah mau masuk kembali kerja jadi mau gak mau mereka harus pulang, gak mungkin mbak Eva biarkan mas Bram pulanh sendiri nanti apa kata mertuanya. Mbak Eva juga kuatir dengan kondisi bu Ayu akhirnya mereka memutuskan untuk ikut nginap di kontrakan Nadia dulu.


Jadi karena besok mereka kembali ke kampung mbak Eva memilih untuk nginap bersama sinta dan bu Ayu, namun malam itu mereka gak bisa tidur, sampai Zila, menangis karena tidurnya gak tenang, dikarenakan kondisi bu Ayu makin para, semenjak pulang dari pengadilan bu Ayu gak berhenti menangis, bukan hanya itu bu Ayu juga gak mau makan, kadang dia bicara sendiri setelah itu tertawa dan menangis.


Mas Bram yang melihat kondisi ibu mertunya yang, sangat peihatin bahkan sudah parah. Mas Bram inisiatif untuk membawah bu Ayu ke rumah sakit jiwa tapi, sebelum itu mereka bertiga, Sinta, mbak Eva dan mas Bram mereka diskusi dulu sebelum antar ke rumah sakit.


"Dek Sinta maaf kalau mas lancang, bukannya kita gak sayang sama ibu, hanya saja kalau melihat kondisi ibu, sangat kasian, apalagi kamu kerja dek, jadi kalau nanti kamu sudah berangkat kerja siapa yang akan menjaga ibu. Sedangkan Surya gak mungkin, dia ada di penjara, mbak kamu juga gak mungkin dia tetap disini mas juga mau masuk kerja."


" Jadi menurut mas, jika kamu dan mbak kamu gak keberatan, bagaimana kalau ibu kita antar aja rumah sakit, mas rasa disana terjamin dan terawat. Itupun kalau kalu mau, tapi kalau kalian keberatan gapapa, tapi kasian kamu dek dan juga ibu kasian karena gak ada yang menjanganya disini"


Mereka terdiam sejenak, dengan sibuk dengan pikiran masing-masing.


Setelah lama mereka terdiam, akhirnya mbak Eva yang buka suara." Sinta maksud mas bukan karena gak sayang sama mama, tapi apa kamu sanggup menjaga mama setelah kami pergi, nanti kalau kamu sibuk bekerja dan mama sendirian gimana, terus, kalau kamu sibuk urus mama dan kamu gak kerja kalian makan apa".


"Jadi maksudnya selagi kami masih disini, jika kalau memang kamu setujuh mama di bawah ke rumah sakit jiwa! Biar besok kami belum pulang agar kita antar mama dulu ke rumah sakit baru kami kembali pulang supaya kamu gak repot, tapi kamu kalau ada waktu jenguk mama di rumah sakit, nanti sekali-sekali mbak kesini jenguk kalian."

__ADS_1


Hummmm..Sinta menarik napas panjang baru ia buka suara.


"Tersera mbak dengan mas mana yang baik menurut mbak itulah yang mungkin jalan terbaik, karena memang benar juga yang di katakan mas Bram tadi, kalau mama terus disini nanti makin para apa lagi aku harus kerja untuk kebutuhan aku. Jadi menurut aku memang seharusnya mama diantar ke rumah sakit aja mbak, mas, selagi kalian masih disini bisa membantu aku, mungkin ini yang terbaik untuk mama."


"Jadi intinya kamu juga setuju dengan usulan mas ya dek, kamu gak marah kan sama mas"? Tanya mas Bram memastikan.


"Gak mas, aku juga setuju, hanya ini jalan satu-satunya dan mungkin setelah ini Sinta juga akan pindah dari sini, Sinta mau nyari kontrakan dekat dengan tempat kerja Sinta aja biar gak makan ongkos."


"Ya sudah berarti kita sepakat ya, kalau kita jadi antar mama ke rumah sakit besok"?


"Iya mbak"


Malam itu mereka gak tidur sampai pagi hanya memikirkan kondisi bu Ayu, dengan diskusi panjang akhirnya mereka bertiga mengambil satu keputusan, kalau bu Ayu masukin aja ke rumah sakit jiwa, karena Sinta juga sendiri dan sibuk kerja sedangkan, mbak Eva harus pulang ke kampung karena mas Bram sebentar lagi akan kembali bekerja.


Setelah mereka sudah sepakat mengantar bu Ayu ke rumah sakit jiwa, besoknya mbak Eva gak jadi pulang karena harus urus keperluan bu Ayu agar segerah diantar ke rumah sakit.

__ADS_1


Tiba-tiba mbak Eva ingat Surya, sejelek apapun Surya ia tetap, sebagai adiknya mbak Eva itu gak bisa disangkal, biarpun Surya jahat tapi sebagai kak pasti memiliki hati yang iba, memang semua terjadi atas perbuatan Surya sendiri tapi mau gimana lagi.


"Sin, kamu gapapa kan tinggal sendiri"?


"Gapapa dong mbak Sinta bukan anak kecil lagi, Sinta sudah besar jadi jangan kuatir, tapi mbak jangan lupain Sinta ya, kalau ada waktu mbak main kesini"


Pukkkk!


"Loh, Sinta salah apa mbak kok mukulin Sinta?" ujar Sinta bingung karena tiba-tiba Sinta kena pukul dari mbak Eva.


"Makanya ngomong itu jangan ngelantur, siapa juga yang lupain kamu, nanti mbak datang lihat kamu, ingat pesan mbak kerja baik-baik kalau kamu merasa gaji kamu cukup kulialah, jangan asal mau diajak sama laki-laki lihat dulu jangan karena ganteng jadi kamu bilang sudah cocok padal laki-laki gak jelas".


"Ya kali aja mbak lupa sama adik sendiri, tinggal aku sendirian kayak sebatang kara. Padahal dulu hidup kita bahagia walaupun kita gak punya apa-apa setelah kepergian ayah, tapi semenjak hadir orang ketiga dalam kehidupan rumah tangah mbak Cessie dan Surya disitulah hidup keluarga kita mulai berantakan, sekarang mas Surya di penjara, nanti mama ke rumah sakit sedangkan mbak pulang kampung, tinggal Sinta sendirian. Hiks....hiksss..hiks.."


Sinta yang sedari tadi menahan air matanya sekarang lolos begitu saja tanpa ijin." hay...masih ada mbak disini dek kenapa kamu nangis." sebenarnya mbak Eva juga merasakan hal yang sama seperti Sinta, tapi mbak Eva tahan, agar bulir bening itu gak keluar, tapi parcuma semakin di tahan semakin tumpah, mbak Eva peluka adik perempuan satu-satunya dan mereka berdua menangis.

__ADS_1


"Kamu harus kuat dan sabar ada waktunya untuk kita bersama, mbak janji sebulan sekali mbak akan datang lihat kamu, yang penting kamu jaga diri baik-baik ya, cukup saja Surya salah jalan, jangan sampai kamu juga, sekarang kamu lihat kondisi mama dengan Surya, sebenarnya ini balas dari Tuhan untuk mereka karena sudah menyakiti Cessie, Nadia lagi dia juga sudah mendapatkan karma namun dia sekarang masih buronan jadi kamu hati-hati ya jangan menangis,"


Memang benar yang dikatakan mbak Eva semua terjadi atas perbuatan masing-masing semoga Sinta mendapatkan laki-laki yang baik seperti doa mbak Eva dan Cessie


__ADS_2