Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
226


__ADS_3

Pak Galu tersenyum mendengar jawaban sekretaris Lita berarti masih ada kesempat untuk dekat dengan sekretaris Lita kebetulan mereka berdua masih sama-sama singel.


"Maaf aku hanya mau memastikan saja takutnya nanti aku dibilang perusak rumah tangga orang kan gak bagus masa seorang Galu jadi orang ketiga hahaha"


"Ada-ada aja ya mas" ujar sekretaris Lita gak tahu mau bicara apa lagi.


Tidak lama kemudia pesanan mereka datang, seorang pelayan menyajikan berbagai macam makanan di atas meja, padahal sekretaris Lita belum pesan apa-apa tapi sudah di antar banyak makanan.


"Mas dari tadi aku belum pesan apa-apa loh kok banyak banget makanan dan mas tahu gak semua makanan ini adalah makanan kesukaan aku loh memangnya mas suka makanan ini juga." tanya sekretaris Lita yang binggung dengan semua menu makanan yang diatas meja.


"Wah...benarkah? itu berarti selerah kita sama dong, ini makanan kesukaan aku juga dan minumannya juga semua pokonya hanya saja satu menu ini yang aku kurang suka karena memang pedas, tapi aku tahu ini makanan kesukaan kamu juga makanya aku pesan."


"Hay...mas tahu dari mana ini makanan kesukaanku sepertinya ini baru pertama kali kita makan bareng kok mas bisa tahu" sekretaris Lita sampai heran dari mana pak Galu bisa tahu semua makanan kesukaannya.


"Haha ada deh rahasia...yuk makan selagi makanan masih panas nanti keburu dingin sudah gak enak."


Pak Galu dan sekretaris Lita makan dalam diam namun tanpa sekretaris Lita sadari ada saos udang menempel di bibirnya, pak Galu yang milihat itu keburu ambil tisu dan membersihkan bibir sekretaris Lita membuat sekretaris Lita jadi salah tingkah dan langsung memengang tangan pak Galu jantung sekretaris Lita kayaknya gak aman.


Mereka berdua beradu pandang, bukan hanya jantung sekretaris Lita yang tidak normal tapi juga pak Galu.


"Aduh....lama-lama dekat dengannya bisa penyakit jantung aku, cantik sekali kalau dia seperti ini. Hummm aku harus pepet terus jangan sampai nanti di ambil orang." Gumam pak Galu dalam hati.


Karena sekretaris Lita sadar akhirnya ia melepaskan tangannya dari tangan pak Galu. "Maaf mas aku gak sengaja, seharusnya mas tidak perlu melakukan itu, bilang saja aku yang ngelap." ujar sekretaris Lita

__ADS_1


"Hahaa gapapa Lita, kamu boleh kok pengang terus tanganku jika kamu mau aku tidak keberatan asal kamu bahagia aku juga ikut bahagia."


Mereka kembali melanjutkan acara makan malam mereka, setelah selesai makan malam, mereka berbincang. Mereka bahas soal pekerjaan.


Tiba-tiba muncul ide di pikiran pak Galu untuk nonton akhirnya pak Galu sengaja bicara dengan sekretaris Lita pak Galu berharap semoga sekretaris Lita mau.


"Lit ini masih jam sembilan, bagaimana kalau kita nonton itupun kalau kamu mau, aku tidak akan maksa kok kalau memang kamu cape karena sudah kerja seharian, maksud aku disini kita sudah seharian kerja bagaimana kalau kita cairkan pikiran kita dengan nonton film yang agak seru begitu siapa tahu dengan itu kita bisa tenang."


Sekretaris Lita berpikir sejenak, ada benarnya juga karena nanti pulang sampai di rumah juga bukannya ngapa-ngapain palingan langsung tidur, kebetulan di temani oleh pria tanpan gapapa sekali-sekali.


"Ide bagus juga kalau begitu yuk, kita cari film yang bagus"


Pak Galu sangat senang ternyata sekretaris Lita juga mau, seru juga kalau sekretaris Lita di ajak pikirnya.


Kemudian mereka masuk kedalam ruangan untuk nonton ternyata pak Galu dan sekretaris Lita memilih film tentang percintaan bagaimana seorang pemuda kaya raya jatuh cinta dengan seorang gadis kampung, sehingga keluarga dari sih pria menentang hubungan mereka karena orang tua sih pria sudah memiliki calon mantu idaman yang katanya anak orang kaya juga.


"Mas memang ini hanya film sih tapi masih banyak loh di dunia nyata seperti ini menurut mas egois gak sih orang tua seperti ini, mereka lebih mementingkan keegoisan dan harta mereka di bandingkan dengan kebahagiaan anaknya untung orang tua aku tidak seperti itu, mereka menyerahkan pilihan kepadaku karena kebehagiaanku lebih penting"


"Biasa lah Lit, orang kaya mah kebanyakan egois, mereka tidak memikirkan kebahagiaan anak mereka justru mereka berpikir kalau sudah memiliki banyak uang dan mencukupkan kebutuhan anaknya itu sudah membuat mereka bahagia, padahal mereka salah kebahagiaan anak bukan lihat dari banyaknya harta tapi mereka juga ingin bebas dengan piliham dalam pasangan."


Saatnya mereka masuk kedalam ruangan teater karena sebentar lagi film akan di mulai, pak Galu kembali mengandeng tangan sekretaris Lita, tapi kali ini sekretaris Lita biasa saja bahkan merasa nyaman sekali dekat dengan pak Galu padahal baru sekali di ajak makan.


Mereka mencari tempat duduk mereka dan mereka duduk dalam diam sambil menunggu film diputar mereka minum minuman yang mereka beli, dan juga mereka makan popcorn tidak lama kemudian film mulai mereka menonton awalnya masih santai tapi pas pertengahan, pria tersebut lebih memilih meninggalkan semua harta warisan pemberian orang tuanya demi menikahi gadis yang dicintainya.

__ADS_1


"Aduh...so sweet banget...cobak aku dapat seorang pria seperti ini mungkin aku sangat bahagia dan sangat mencintainya, tapi pria sekarang mah susa mendapatkan yang setia pada pasangannya, jadi terharu banget"


Hanya karena menonton film itu sekretaris Lita sedih karena pria itu rela meninggalkan semua demi wanita idamannya.


Pak Galu yang melihat itu hendak memeluk sekretaris Lita namun sayang sekretaris Lita menyadari jadi ia langsung menghindar membuat pak Galu merasa tidak enak.


"Maaf aku tidak bermaksud seperti itu," ujat pak Galu.


"Iya tidak apa-apa mas" jawab sekretaris Lita


Mereka melanjutkan nontonnya sampai selesai dan akhirnya mereka bersiap pulang kerumah pak Galu mengantarkan sekretaris Lita ketempatnya barulah pak Galu kembali ke rumahnya.


Saat di dalam mobil sekretaris Lita mengucap terimah kasih kepada pak Galu.


"Mas makasih ya untuk malam ini sudah mengajak aku makan malam dan juga nonton aku senang banget mas."


"Sama-sama Lit, makasih juga karena kamu sudah mau meluangkan waktu untuk menemaniku makan malam dan juga nonton, semoga ini bukan pertama dan terakhir untuk kita tapi seterusnya bersama"


"Semoga aja mas sewaktu-waktu kita bisa makan malam bareng lagi, tapi kalau mas sudah punya pasangan, kita sudah susa jalan bersama, tapi gapapa yang penting kita sama-sama bahagia"


Sebenarnya sekretaris Lita bahagia dekat dengan pak Galu tapi tidak tahu kedepannya.


"Kalau aku berharap kita selalu bersama Lita, semoga kedepan hubungan kita lebih dari pada teman biarlah waktu yang berbicara dan Tuhan yang mengatur semuanya kita tidak bisa melakukan apa-apa jika bukan rencana Tuhan."

__ADS_1


Apa yang di katakan pak Galu ada benarnya semua terserah Tuhan.


__ADS_2