
Bella menepuk pundak kedua temannya itu karena menurutnya mereka berdua ngelantur saja kalau bicara, menurut Bella mau punya rumah atau gaknya Melli dan Sinta tetap menjadi teman terbaiknya, jadi sampai kapanpun mereka tetap bertaman.
"Yuk kita pergi makan mungkin kalian sudah lapar makanya mengalantur saja kalau bicara siapa tahu setelah selesai isi perut, mata dan pikiran kalian kembali normal dan gak asal bicara hahaha".
Akhirnya mereka bertiga pergi ke restoran dan mencari tempat duduk yang aman untuk makan.
"Bell, Sin kita disitu aja yuk bagus pemandangannya diluar biar kita makan sambil menikmati suasana diluar sana" ujar Melli.
Benar juga kata Melli lebih baik mereka cari tempat duduk di tempat terbuka agar bisa maka sambil melihat pandangan yang bagus diluar sana. Akhinya mereka mendapatkan tempat duduk dan memesan makanan.
"Silakan pesan apa yang kalian mau sampai perut kalian buncit heheh....disini makannya tidak kalah enak dengan restoran kita kerja."
Mereka bertiga pesan apa yang mereka inginkan sambil menunggu makanannya di antar mereka bertiga main hp masing-masing namun ada seorang pria tiba-tiba datang dan minta bergabung dengan mereka membuat Sinta susa paya menelan salivanya.
"Maaf boleh saya gabung" ujar pria itu membuat ketiga gadis itu menoleh namun Sinta dan Bella terlihat terkejut kalau Melli biasa saja
"Si...silakan pak " ujar Bella mempersilahkan pria itu ikut bergabung tapi matanya Bella tidak lepas dari pria itu sepertinya familiar banget dan Bella meresa sangat dekat dengannya.
" pak kenapa anda duduk disini banyak sekali tempat duduk disana boleh pak pindah kesana" ternyata yang datang adalah Iksan kebetulan Iksan baru saja selesai bertemu dengan seorang rekan bisnis dan pada saat hendak mau pulang tidak sengaja ia melihat Sinta dan kedua temannya masuk kedalam restoran makanya Iksan sengaja mengikuti mereka.
"Sin biarkan saja lagian kelihatan bukan orang jahat tapi sepertinya aku pernah lihat dimana ya?" Melli memutar membali memorinya sambil mengingat perna ketemu dimana akhirnya dia ingat" humm aku baru ingat sepertinya bapak perna makan di restoran di jalan xx kan ya dengan rombongan dari perusahaan"? Tanya Melli membuat Iksan senyum karena daya ingat Melli kuat juga pikirnya.
"Hay...maaf ya saya menganggu kalian, apa kabar nona Sinta? Oh ya kenalan dulu nama saya Iksan dan benar sekali nona saya perna makan disana ." ujar Iksan memperkenalkan diri tapi pada saat Bella mendengar nama Iksan sepertinya jantung Bella berdegup kencang..
"Bella.." ujar Bella
"Melli..." ujar Melli
"Baik pak, bapak apa kabar" tanya Sinta
__ADS_1
"Baik nona Sinta seperti yang kamu lihat."
"Deg....Kenapa namanya parsi kayak kakak sepupuku ya apa jangan-jangan dia orangnya, tapi kok dia gak kenal aku kalau memang ini mas Iksan gak mungkin gak kenal aku ah salah orang kali, ini hanya kebetulan sama namanya, atau aku tanya nama panjang dan nama ayahnya saja ya tapi takutnya dia bilang aku lancang sok kenal" gumam Bella dalam hati.
Karena Bella sangat penasaran akhirnya Bella memberanikan diri untuk bertanya.
"Pak Iksan.." panggil Bella.
"Iya nona"?
"Maaf jika saya lancang tapi boleh saya tahu nama panjang pak"?
Iksan yang mendengar permintaan Bella langsung menaikan kedua alisnya heran, kenapa gadis ini pengen tahu nama panjangnya.
"Untuk apa nona"? Tanya Iksan.
Karena Iksan gak mau Bella kecewa akhirnya Iksan memberitahu nama lengkapnya.
"Nama lengkap saya Iksan Aditia Anggara" ujar Iksan senyum
Mendengar itu Bella terkejut karena itu adalah marga Bella Juga Meira Bella Anggara. Kenapa Iksan gak kenal Bella karena salah satunya dulu waktu ketemu Bella masih kecil dan juga Bella biasa di panggil Meira makanya Iksan lupa.
Awalnya Wajah Bella senyum kini beruba menjadi sendu saat mendengar penjelasan dari Iksan ternyata sepupunya yang selama ini ia cari ada di depan mata.
"Be...berarti pak Iksan anak dari pak Hartono Anggara"? Tanya Bella lagi.
Kali ini Iksan yang terkejut di tambah binggung seharusnya Iksan tidak perlu binggung karena ayahnya seorang pembisnis jadi pasti banyak orang mengenalnya.
"Loh kok kamu tahu nona, memang itu nama ayah kandung saya"
__ADS_1
Bella sudah tidak bisa membendung air matanya lagi akhirnya Bella menangis. Menangis bahagia karena akhirnya secara tidak segaja bisa bertemu dengan sepupunya tapi sedih juga karena sepupunya tidak mengenalnya.
"Nona kenapa nona menangis apakah perkataan saya nenyakiti hatimu nona, maafkan jika tadi perkataanku sudah menyakiti hatimu."
Sedangkan Sinta dan Melli jadi panik karena tiba-tiba Bella sedih membuat Sinta marah, karena pikirnya Bella menangis gara-gara Iksan.
"Pak dari tadi kami disini teman kami baik-baik saja tapi setelah bapak datang membuat teman kami menangis lebih baik bapak pergi dari sini" ujar Sinta mengusir Iksan, karena Iksan juga sudah tidak enak akhirnya Iksan bangkit dari duduknya dan hendak pergi.
Tapi sontak Sinta, Melli dan Iksan kanget karena Bella memeluk Iksan dengan erat sambil menangis.
" Mas, San. apakah mas tidak mengenal saya, saya ini Meira anak gadis pak Adam mas sudah sekian lama Meira nyariin paman kemana-mana tapi tidak ketemu"? Ujar Bella
Iksan yang mendengar perkataan Bella syok tapi juga bahagia karena selama ini Iksan dan orang tuanya sudah susa paya mencari Bella kamana-mana tapi sayangnya tidak ketemu dan terakhir kali yang mereka dengar kalau Bella sudah di kota.
"Apa...dik ka..kamu benaran Meira coba tatap mata saya kalau kamu memang ponakan saya kamu punya bukti apa agar kamu bisa membuktikan biar saya bisa percaya karena sekarang banyak penipuan"
Bella mengambil hpnya dan membuka galerinya setelah itu ia menunjukan sebuah foto yang agak sedikit kabur tapi masih di kenal.
Bella menyodorkan hpnya ke arah Iksan, Iksan langsung menerima hp itu dan betapa terkejutnya melihat ternyata foto itu adalah foto ayahnya Iksan langsung menyimpan hp diatas meja dan memeluk Bella dengan kuat.
"Dik kamu kemana saja selama ini mas dan ayah cari kemana-mana sampai mas dengan ayah ke kampung juga, tapi sayangnya kamu sudah di kota katanya kenapa kamu tidak datang kerumah. Ayah, ibu dan mbak Alana merindukanmu"
Bella yang terharu karena sudah bertemu dengan Iksan sepupunya, Melli dengan Sinta juga merasa bahagia dan terharu mereka berdua berpelukan sambil menangis hahaha kocak juga kedua temannya Bella.
"Ya ampun Bell akhirnya kamu sudah ketemu dengan sepupu kamu yang sangat tampan ini" ujar Melli membuat Iksan dan Bella yang lagi sedih ikut tertawa karena gurauan Melli.
Akhirnya mereka duduk dan makan karena kebetulan makanannya sudah datang jadi mereka isi perut dulu setelah selesai makan baru mereka berbincang-bincang karena rencana Iksan mau ngajak Bella ke rumahnya sekalian dengan Melli dan Sinta.
Selamat ya Bella kamu sudah ketemu dengan keluarga dari ayah kamu yang selama ini kamu cari.
__ADS_1