Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
60:60 Nadia vs Bu Ayu


__ADS_3

"Ayah pengen kamu kerja di perusahaan, untuk gantikan posisi surya, nanti ayah carikan sekretaris untuk nak, tapi kalau kamu gak mau nanti sekretaris ayah aja pindah ke kamu terus nanti ayah cari baru untuk cessie, itu pun kalau kamu berkenan nak, karena sekarang ayah harap kamu lah yamg menjaga cessie saat ini apa lagi cessie lagi hamil " ujar pal arya.


Sedangkan aris tercegang memdengar hal itu, ia gak menyangka orang tua angkatnya itu, bisa percayakan hal sebesar itu padanya.


Aris belum menjawab pertanyaan pak arya karena disatu sisi ia sangat senang diberikan kepercayaan, jarang ada orang baik seperti ayah angkatnya itu, tapi disatu sisi lagi aris takut gak membawa perusahaan lebih maju, takut mengecewaakan kepercayaan itu.


"Bagaimana Nak, kalau memang kamu gak bisa juga gapapa, ayah gak paksa, yang penting sebelum ayah berikan ke orang lain ayah sudah bicarakan ini terlebih dulu sama kamu, karena hanya kamu dengan cessie yamg ayah harapkan saat ini." ujar pak arya.


"Bukan begitu ayah, aris binggung, aris takut gak bisa berikan yang terbaik untuk perusahaan dan pada akhirnya mengecewakan kepercayaan ayah ke aris. Secarakan selama ini aris gak perna terjun kedunia bisni seperti itu, kalau soal jagain adik cessie pasti aris sanggup." ujar aris gak enak hati sama pak arya.


Sedangkana pak arya hanya senyum dan berkata. " jangan kuatir nak ayah gak akan lepas tanggung jawab begitu saja, ayah selalu memantau perusahaan, dan ayah yakin pasti kamu bisa, karena kamu lulusan akutansi manajemen, jadi ayah percaya sama kamu, nanti ayah ajarin yang penting-penting aja ke kamu kalau yang lain ayah serahkan semua ke kamu biar bisa pelajari." ujar pak arya tulus


"Ok baik ayah, aris terimah, dan aris janji tak akan mengecewakan ayah, semua kebaikan ayah berikan untuk aris, akan aris balas dengan perjuangan aris membantu adik cessie untuk mengembangkan perusahaan." ujar aris tersenyum, sedangan pak arya yang duduk di samping aris memeluknya dan memukul pundak anak angkatnya itu.


"Hmm mantap anak ayah, kita sebagai laki-laki harus berani mengambil resiko, baik atau buruknya kita harus jalani." ujar pak arya


"Iya ayah makasih." ujar aris


Namun tiba-tiba kegiatan haru mereka ternganggu oleh suara seseorang. "Oh jadi ayah di sini sama kak aris bagus juga itu, ayah gak rindu sama anak perempuanya jadi datang hanya ketemu anak laki-laki, terus anak perempuan diabaikan dan bahkan dilupakan bagus aku tersakiti" ujar cessie cemberut dia membuat kedua laki yang sangat ia cintai menoleh dan sambil terkekeh mereka.

__ADS_1


"Tuh lihat tingkah adik kamu cemburuan, apa yang tersakiti anak ayah. Sini lah, jangan cemburu


Sama kak sendiri haahaha," ujar pak arya,


"Iya ayah ternyata adik ku ini kalau ngambek makin cantik, lihat lah ayah pipinya merah merona, was loh, takutnya nanti ponakan kak, lahir jadi ambekan hahaha" ujar aris sambil terkekeh.


"Ayah, kak bisa gak gak usa jailin cessie." ujar cessie langsung duduk di tengah-tengah kedua pria itu.


Akhirnya mereka bertiga bercanda sambil tertawa lepas. Pak arya memandang anaknya berucap dalam hati" selama kamu pergi nak rumah ini terasa sepih sekali, karena ibu kamu selalu melamun dan jarang bicara begitu juga ayah, biasanya ayah pulang kamu selalu ada di rumah, tapi sejak hari itu ayah merasa hidup ayah hampa gak ada gairah hidup walapun ada ibu kamu."


"Tapi hari ini ayaj merasa paling bahagia, melihat kamu kembali walaupun ayah tahu hati kamu lagi hancur, biarpun kamu sudah menikah dan bahkan sebentar lagi ayah akan punya cucu, tapi dimata ayah kamu masih tetap putry kecil ayah. Makasih Tuhan buat kebahagiaan hari ini dan sampai seterusnya."


Pak arya tiba-tiba melamun jadi membuat kedua anaknya turut diam mereka memperhatikan rawut wajah ayahnya" Ayah kenapa, kok muka ayah begitu kayak sedih." tanya cessie membuyerkan lamunan pak arya.


"Ayah kenapa, kok melamun ada yang ayah pikirkan, apa ada masalah di perusahaan ayah." tanya cessie lagi.


"Iya ayah kenapa kalau ada masalah boleh cerita ayah, siapa tahu kami bisa bantu ya dik" tanya aris


"Ayah gapapa, ayah hanya terharu saja, akhirnya kita bisa berkumpul kembali apa lagi sudah anak ayah laki-laki ayah yang tanpan ini". Ujar pak arya menunjukan senyum yang tulus kepada anak-anaknya, pak arya mengelus rambut cessie sendankan tangan sebelah nya mengelus pundak aris

__ADS_1


Akhirnya mereka bercerita sambil bahas tentang besok pak arya akan kumpulkan semua para manejer dari keuangan sampai pemasaran untuk miting sekalian perkenalkan putra dan putrynya kesemua staff yang lain.


******


Sedankan di kontrakan surya dan nadia yang kena semprot dari bu ayu naik darah, apa lagi mereka baru pulang belum juga mandi masih capek, kalau surya mah masih mendingan sudah terbiasa dengan sikap bu ayu tapi gak untuk nadia, yang sudah gak tahan dengan kelakuan bu ayu akhirnya keluar lah kata-kata menohok dari mulut nadia.


"Tante sadar gak lagi tinggal dimana, kalau tante mau makan yang enak, silakan kerja cari uang baru bisa makan, tapi kalau gak mau juga silakan angkat kaki dari sini, jangan sok berkuasa ingat ya tante saya bukan mbak cessie, yang selalu anda rendahkan dan jadikan pembantu untuk melayani kalian seperti ratu dirumah nya sendiri."


"Itu aja belum cukup untuk tante sampai memghina, merendakan tapi tante itu gak sadar kalau tante itu hanya numpang jadi benalu di rumah orang, dan sekaramg setelah tante di usir terus numpang disini tante mau jadikan saya pembantu seperti mbak cessie, oh....tidak tante jangan mimpi"


"Kalau tante dan anak tante gak mau mengikuti aturan di rumah ini silakan angkat kaki dari sini dan jadi gembel di luar sana gampang kan, makanya jadi orang itu gak usa jahat tante".


Mungkin karena surya merasa perkataan nadia keterlaluan jadi surya membentak nadia.


"Nadia......bisa gak kamu bicara itu di jaga sopan dikit, itu mama saya bukan pembantu." ujar surya dengan nada tinggi


Nadia menoleh ke samping dimana surya berdiri, "Hahaha, kamu bilang apa mas sopan? untuk apa sopan pada orang tua yang gak tahu diri, gini aja mas kalau kamu masih aja mengikuti apa kata ibu kamu, silakan kamu keluar dari tempat ini juga dan bawa mama dan adik kamu itu. Tapi ingat jagan harap anak ini adalah anak kamu akan aku bawah pergi."ujar nadia


Seketika surya mati kutuk, bagaimana dia mau keluar sedangkan gak ada uang pengangan, mau gak mau tetap merendah dan nurut sama nadia.

__ADS_1


"Sayang bukan seperti itu, maksud mas, biar aja mama dengan sinta mengerjakan pekerjaan rumah asal tetap tinggal disini" ujar surya.


"Humm bagus kalau begitu saya mau mandi mas gera"ujar nadia langsung berlalu pergi.


__ADS_2