Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
160 Pertemuan


__ADS_3

Tepat jam dua belas rombongan dari perusahaan datang, tenyata benar mereka sangat banyak pantas aja. Diboking tempat ini semua. Setelah mereka duduk tenang.


Sinta dan temannya mulai antar minum setelah temannya keluar Sinta masuk, namun karena Sinta gugup melihat banyaknya pria tanpan disitu tak segaja Sinta tersandung dan tumpah minuman ke jas seorang pengunjung. Sontak semua orang disitu kanget dan kompang memanggil pria itu dengan sebutan bos. Membuat Sinta ketakutan.


"Bos...gapapa?" Tanya salah satu dari mereka kelihatan amara terpancar di wajahnya. Mungkin ia adalah sekretarisnya.


"Hey.. Kamu kalau, kamu gak bisa kerja mendingan keluar" ujar orang tadi


"Diam..."bentak pria yang kenah minuman.


"Bos ma maafkan saya, saya tidak sengaja. Tolong jangan bilang ke manajer saya bos ampun." Sinta sudah ketakutan ia takut nanti kalau dia dipecat, cari kerja dimana lagi mana baru satu bulan kerja.


Namun laki-laki itu bukannya marah. Tapi mala tersenyum," keluar dan panggil manajer kamu kesini." titahnya.


"Ampun bos jangan bilang ke bos saya, nanti saya di pecat.. saya minta maaf terserah bos kalau mau marah sama saya asal jangan lapor bos saya." titah Sinta memohon


" Cantik, imut juga lucu lagi. Tapi polos banget asyik juga cewek ini kalau dia ketakutan kelihatan sekali manisnya." pria itu memuji Sinta dalam hati sambil tersenyum.


"Ok begini saja, saya tidak akan laporkan kamu ke bos kamu, tapi dengan syarat! gimana kalau kamu temani aku makan disini. Hitung-hitung kamu bayar kesalahan kamu. Kalau soal pekerjaan kamu tenang aja nanti saya akan bicara dengan manajer kamu."


Laki-laki itu lantas mengeluarkan ponselnya dan menelpon sessorang." tak lama datang seseorang yang membuat Sinta makin ketakutan.


"Ya Allah kenapa aku harus terjebak disini sih. Tolong aku ya Tuhan, jangan sampai aku dipecat"


"Parmisi bos ada yang bisa saya bantu? Apa pelayan saya ada yang melakukan kesalahan."


"Oh tidak ada pak Andre saya hanya, pengen makan ditemani oleh karyawan kamu ini pak, apa bisa"?


Manajer Andre menaikan kedua alisnya binggung kenapa pemilik perusahan Anggara Grup meminta ditemanin oleh Sinta. Padahal setahu Andre pria itu gak suka didekati cewek apalagi cewek yang bar bar.


"Begini pak Andre saya tahu apa yang pak Andre kuatirkan. Tenang saja. Ini direstoran, bukan di diskotik. Jadi tak perlu takut kami macam-macam sama karyawan disini. Kami sebagai laki-laki gak sebejat itu.

__ADS_1


Saya hanya pengen dia temani saya makan itu saja tidak lebih dan tolong tambah beberapa porsih lagi dari pesan sebelumnya karena dia juga akan ikut makan bersama disini." jelas pria itu


"Sinta dengan susa paya menelan selivenya."


"Ok baik bos, saya percaya sama bos. Karena gak mungkin orang terhormat seperti bos Anggara melakukan hal konyol."


"Hahaha pak Andre bisa aja"


Sinta ditarikkan kursi oleh pria itu tepat disampingnya, kalau teman-teman yang lain dari tadi gak ada satupun yang bukan suara. Tapi ada juga yang memuji kecantikan Sinta.


"Duduk..kamu gak usa takut, kami semua yang ada di ruangan ini adalah orang baik tapi ada juga yang casanova jadi jangan kamu melirik mereka, banyak juga diantara meraka sudah menikah hahaha" titah pria itu senyum.


"Ah...bos jangan begitu, ini bisa menjatuhkan harga diri kita aja hahaha"


Sedangkan dari tadi Sinta diam saja, jantungnya masih berdengup kencang.


Tak lama makannya sudah dihidangkan di atas meja bundar besar. Setelah semua sudah rapi tersusun akhirnya mereka makan, tapi Sinta gak bergerak untuk makan.


"Si, Sinta bos" ujar Sinta terbata-bata.


"Sinta makan jangan takut, kalau kamu gak makan, berarti kamu gak akan keluar dari sini dan saya akan mengaduhkan kamu untuk di pecat" ujar pria itu sengaja mengambil hpnya untuk menelpon Andre sang manajer.


Mendengar itu reflek tangan Sinta memengang tangan pria itu untuk menghentikan aksinya.


"Ba baik bos saya akan makan, dan maaf saya gak sengaja."


"Nah nurut begitukan enak." pria itu mengulas senyum kemenangan.


Tenyata benar kata pria itu Sinta hanya menemani makan aja mereka juga gak ada yang nganggu Sinta setelah selesai makan, mereka semua pergi tapi sebelum itu laki-laki ia berkat lirih" kita pasti ketemu lagi."


Sinta bernafas lega karena orang gila itu sudah pergi.

__ADS_1


"Hummm gila benar tuh orang buat jantungan aja, kirain aku di apa-apain ternyata hanya makan itupun pakai ancam segala, orang stres tapi tanpan sih...yups jangan menganggumi orang siapa tahu itu suami orang, eh....amit-amit jambang bayi.


Sinta baru saja melangkahkan kaki masuk kedalam dapur sudah banyak pertanyaan dari semua karyawan membuat Sinta pusing.


"Sin. sini deh..kamu ini sebenarnya pakai apa sih, setiap orang yang kesini dari keloge atas kamu yang selalu beruntung, seperti bos restoran kamu kenal, nah tadi dari perusahaan ternama loh itu direkturnya lagi yang meminta kamu langsung. Gila ya Sin."


"He Mel, kamu tahu gak gimana gemetaran aku duduk disitu bersama mereka kamu pikir aku senang ha. Mala membuat aku jantungan gila loh."


"Aduh Sinta bodoh apa gimana sih. Saya aja kalau di ajak langsung mau apa lagi pada ganteng semua ini mala kamu jantungan kenapa gak aku aja ya tadi kesana"


"Nah kenapa tadi bukan kamu aja yang makan disitu sama mereka. Aku mah oga jantung ku untung masih aman kalau gak aku bisa mati berdiri tanpa komando."


Kocak juga rupanya teman-teman Sinta. Mereka gak tahu seperti apa Sinta duduk ditengah-tengah pria-pria asing itu yang sama sekali gak kenal.


"Syukurlah aku selamat untung tadi bos Andre gak tahu kalau gak habis aku, bisa dipecat, tapi aku bersyukur juga karena mereka hanya meminta aku untuk makan bukan macam-macam"


Akhirnya Sinta kembil sibuk dengan pekerjaannya karena setelah orang-orang itu pergi restoran kembali buka seperti biasa, banyak pengunjung yang berdatangan jadi mereka sudah mulai sibuk mengurus dan mengantar makanan dan minuman yang sudah dipesan oleh pelangan.


"Sinta tolong kamu antarkan minuman ini ke meja nomor dua belas ya setelah dari sana antar ini lagi ke meja kosong tujuh."


"Ok kak cantik yang paling baik sedunia."


Tak terasa waktu terus berjalan dan sekarang Sinta sudah pulang sampai di kontrakan dan siapa mau istirahat.


*****


Satu minggu cepat


berlalu, setelah kepulangan mbak Eva kekampung, sekarang Sinta juga sudah terbiasa sendiri dan bahkan dia sudah Pindah ke tempat barunya yang dekat dengan restoran. Kebetulan teman-teman kerja sebagian ngontrak juga disitu.


Sin, bukannya kamu tadi minta ijin sama bos, katanya mau pergi sebentar, kok gak pergi"?

__ADS_1


"Ah gak jadi deh Mel nanti aja soalnya baru juga gajian masa langsung ijin gak enak.


__ADS_2