
Satu hari ini pekerjaan sinta berjalan dengan lancar, membuat sinta senang karena sudah bisa kerja gak mau manja-manja lagi, bahkan baru juga sinta kerja sudah punya teman yang baik dan semua pelayan yang ada di restoran pada baik-baik dan ramah semua terhadap sinta itu yang membuat sinta makin nyaman kerjanya, itu yang membuat sinta senang karena selama ini dia gak punya teman banyak, semua karena tekanan dari sang ibu.
Sinta yang sudah selesai membereskan semua perlengkapan dapur dan meja karena restoran tutup sekitar jam sembilan malam setelah semua terlihat rapi dan bersih , sinta dengan teman-temannya lagi pada duduk santai sambil makan kuwaci, yang di belikan oleh temannya.
Salah satu dari teman sinta yang bernama Mirna tiba-tiba menyinggung soal pemilik restoran yang sudah hampir berapa minggu gak mampir, padahal biasanya ia sering datang.
"Eh kalian sadar gak sih kalau suda lama bos pemilik restoran ini gak datang, padahal dulu ia sering sekali datang berkunjung kesini, kira-kira kemana ya dan bukannya dengar-dengar bos sudah menikah ya, atau jangan-jangan ada bermasalah dengan rumah tanggahnya."
"Husss jangan sembarangan bicara lo , nanti kalau manejer dengar bisa tamat riwayat kita mau lo"?
"Ya gue kan hanya mendunga aja kali gak usa ngegas gitu juga"
"Iya benar juga mir sudah lama bos cessie gak perna kesini," ujar teman yang lain tapi kali ini nama yang di sebut oleh teman sinta seketika membuat sinta tersentak kanget, dan seperti mengusik pikiran sinta kok nama itu mirip sekali dengan nama mbak cessie, apa benar iya restoran ini milik mbak cessie."? iparnya.
Karena sinta penasaran akhirnya ia bertanya mau memastikan apa benar cessie pemilik restoran ini adalah cessie yang sama yaitu mantan kak ipar.
"Mir apa tadi lo bilang siapa pemilik restoran ini, namanya cessie"? Tanya sinta
"Iya sinta benar nama pemilik restoran ini cessie , kenapa emangnya jangan bilang kalau kamu kenal sin hahaha" ujar temannya sambil tertanya
__ADS_1
Karena sinta belum puas dengan jawaban temannya jadi ia mau memperjelas dan memastikan" Tunggu dulu mir maksud kamu pemilik restoran ini namnya Cessie Hawari"? Tanya sinta
"Tuh benar, tapi tunggu dulu...kok kamu kenal pemilik restoran ini atau kamu punya teman memiliki nama yang sama parsis seperti nama bos pemilik restorsn, jangan ngaur lo sin." tanya teman sinta.
Sedangkan sinta kanget dengan jawaban temannya, lantas sinta membuka galerinya dan menyodorkan foto cessie apakah benar mereka kenal, kalau mereka kenal itu artinya benar cessie kak iparnya lah yang bos di restoran ini pikir sinta.
" Coba kalian lihat foto ini benar gak bos yang kalian maksud, sinta lantas menyodorkan foto itu ke teman-temannya membuat mereka mengaga gak percaya kalau itu memang wajah orang yang mereka maksud.
"Ha...sin kamu dapat foto bos dari mana kok bisa di hp kamu, iya memang itu bos restoran ini kalau gak salah anak dari direktur perusahaan Arya grup." ujar teman cessie sedangkan cessie hanya manggut-manggut.
"Gak kok ceritanya panjang jadi kalian tak perlu tahu gue kenal dimana yang penting gue mau bilang ke kalian semua, kalau bos cessie itu, tipe perempuam yang lembut dan baik."
Setelah usai sinta dengan teman-temannya bercengkrama mereka langsung bersiap dan pulang ke rumah masing-masing, sinta pesan gojek, tapi sepanjang perjalanan pikiran sinta melayang kemana-mana ia masih memikirkan sekaya apa mantan kak iparnya itu, ia menyesal sudah berlaku buruk padanya.
"Maafkan aku mbak, sewaktu mbak masih menjadi kak ipar sifat aku agak buruk, tapi asal mbak tahu itu bukan keinginanku, karena aku masih ditekan oleh mama, kalau seandainya bisa putar kembali waktu, aku ingin mbak bisa jadi kembali kak iparku, bukan karena aku tahu mbak punya segalanya, tapi karena memang aku menyesal mbak maafkan aku"
" Lagian mas surya juga sudah menghianati mbak jadi lebih baik mbak pergilah dan semoga mbak mendapatkan laki-laki yang baik dan menyayangi mbak" gumam sinta dalam hati. Ia benar-benar menyesal dengan setiap perbuatanya.
Namu semua sudah terlambat apalah daya, sinta tak bisa mengembalikan semuanya apa lagi kak laki-lakinya sudah punya pacar dan sebentar lagi mereka akan menikah, sekarang yang sinta lakukan hanya untuk memperbaiki diri agar lebih baik dan ia gak mau mengikuti semua perkataan mamanya lagi.
__ADS_1
Tak lama sinta sampai di rumah, namun pas ia masuk bukannya bahagia anaknya suda dapat kerja ini mala, bu ayu sudah memasang muka marah, dan intimidasi darinya seperti singa yang siap nerkam.
Dan bertanya kenapa sinta baru pulang jam segini tapi sinta sama sekali gak mau menanggapinya, apa lagi seharian kerja jadi cape rasanya, dan ini perdana juga untuk sinta bekerja. Sinta langsung bersihkan diri dan membaringkan tubunya di atas kasur yang sudah di bentangkan di lantai
Sedangkan bu ayu yang dari tadi ngoce gak karuan entah apa yang di bicarakan, tapi gak di tanggapi oleh sinta lantas ia melaporkan ke surya yang baru saja keluar dari kamar hendak ke dapur.
"Surya lihat tun adik kamu jam segini baru pulang entah dari mana anak gadis malam-malam masih keluyuran." ujar bu ayu ngaduh sama surya sedangkan surya yang mendengar ia lantar membuang pandangannya ke sinta sembari bertanya kenapa baru pulang jam segini.
"Dek, apa benar kata mama kamu baru pulang, memang tadi kamu langsung kerja" tanya surya, karena sinta yang masih memiliki mood yang baik untuk surya lantas ia menjawab.
"Iya mas tadi selesai interview langsung di suruh kerja karena kekurangan karyawan, tutup kan jam sembilan terus beres-beres lagi makanya pulang jam segini mas." ujar sinta jujur
"Oh yaudah istrirahat lah kamu sudah capekan," surya sebenarnya kasian juga sama sinta tapi apa boleh buat.
"Iya mas cape banget, oh ya mas gimana dengan lamaran kerja hari ini, ada lowongan"?
"Hmm gitu lah dek belum ada rencana besok mas lamar lagi di tempat lain". Ujar surya berlalu pergi sendangkan sinta yang sudah gak kuat menahan matanya yang sudah berat, langsung tetidur pulas,
Bu ayu yang di cuekin sama anak-anaknya mendengus kesal, ia mau marah juga parcuma karena sinta sudah tidur sedangkan surya sudah masuk kedalam kamar, meraka membiarkan bu ayu sendiri yang masih nonton, karena merasa sendiri akhirnya bu ayu juga ikut tertidur
__ADS_1