
Cessie gak menyangka ternyata Surya datang, ia kanget ketika melihat mobil tahanan masuk ke parkir pengadilan, melihat itu Cessie sedikit bergeser ke samping pak Arya.
Pak Arya mengelus kepala sang putry sembari berkata" gak usa takut sayang, ayah ada disini. Setelah mobil tahanan berhenti dengan sempurna, keluar dua orang putugas lapas dari dalam mobil di ikut oleh seorang laki-laki yang jelas Cessie sangat mengenalnya.
Dengan tangan masih di borgol Surya gegas mendekati Cessie yang saat ini berdiri di samping, pak Arya.
"Apa kabar ayah mertua, ibu mertua dan istriku sayang. Aku berharap kita rujuk kembali karena aku gak akan melepaskanmu, dan aku akan cari segala cara untuk bisa memenangkan mediasi dan kamu kembali jadi istriku."
"Ingat ada anakku di dalam perut kamu, jadi jangan egois."
" haaha kita lihat aja nanti siapa yang menang...jangan merasa bangga dulu." ujar Cessie
Setelah bicara demikian. Surya langsung dibawah masuk kedalam ruangan yang sudah disipakan oleh petugas disana. Untuk menjadikan ruangan mediasi. Setelah itu Cessie juga ikuti masuk dan duduk tak jauh dari Surya.
Surya menatap Cessie dengan tatapan ngejek, karena Surya merasa ia akan menang dalam mediasi
Sekarang Cessie dan Surya sudah sama-sama diruang mediasi. Ada seorang mediator yang ada disana.
Tidak seperti diruang sidang yang banyak kursi dan juga meja, kalau di ruang mediasi hanya ada meja dan kursi berapa.
Mediator mulai buka percakapan. "Kalian tahu makna terbesar yang terkandung dalam pernikahan?" tanya pak pak Fadil yang menjadi modiator Surya dan Cessie.
"Nah, ini kenapa kalian bercerai, masalahnya apa sehinggan kalian tidak bisa mempertahankan pernikahan kalian?"
"Dia yang mengugat cerai saya pak, sebenarnya saya masih sangat mencintainya, dan saya tidak mau cerai dengannya apalagi dia lagi hamil anakku. Tapi dia mala mementingkan keegoisannya pak. Jawab Surya lebih dulu, dan mala menuduh Cessie egois.
Cessie menghela nafas terlebih dulu, istri mana yang mau rumah tanggahnya hancur dan mau bercerai saat lagi dalam keadaan hamil besar.
__ADS_1
Tapi ini kenyataannya memang sulit untuk di terimah, karena Surya sudah terlalu jauh melakukan tindakan, bahkan dari awal penghianatan Surya juga sudah terang-terangan di depan mata.
"Dia sudah terlalu jauh dari kata suami yang baik pak, apalagi menjadi imam bagi istri dalam sebuah pernikahan."
Kali ini Cessie benar-benar membuat Surya menyesal karena telah menyia-nyiakan istri sebaik cessie dengan sebuah penghianatan.
"Manusia memang tak luput dari kesalahan dan dosa, memang kesalahan apa yang dilakukan oleh suami terhadap mbak, Cessie?"
Pertaman, hampir satu tahu saya gak diberi nafkah lahir maupun batin pak. Bahkan pada saat saya mengetahui saya hamil, ternyata dia bermesraan dengan gundiknya ketimbang memperhatikan istrinya, dan dengan terang-terang dia bawah selingkuhannya kerumah dan mengatakan kalau dia akan menceraikan aku."
"Tidak pak dia bohong dia yang selingkuh makanya aku di fitna, aku sangat mencintainya pak tolong percaya sama saya pak." ujar Surya
"Tenang pak Surya, satu-satu dulu. Apa pak Surya punya bukti kalau mbak Cessie selingkuh. Kalau ada buktinya mana? tolong tinjukan." Surya begitu terkejut mendengar mediator meminta bukti.
Aduh mala minta bukti lagi, gimana caranya aku bisa kasih bukti sedangkan Cessie gak perna bersama laki-laki lain. Hmmm aku memelas aja deh.
"Pak Surya selaga tuduhan itu bukan hanya asal bicara saja tapi harus ada bukti yang kuay, kalau pak Surga tidak punya bukti dimana caranya kami bisa percaya".
"Apa, mbak Cessie punya bukti kalau pak Surya benaran selingkuh dan selama satu tahu lebih ia gak pernah memberikan nafkah."
"Mana ada dia punya bukti pak, percaya deh sama saya. Karena saya suami yang setia gak perna selingkuh darinya, seharusnya pak tuntut dia karena sudah berani selingku, biarpun ada bukti, palingan itu palsu pak pasti editan semua."
"Hahaha kenapa kamu risau mas, kalau memang kamu benar, jangan takut karena Allah pasti berpihak pada orang yang benar, bukan orang yang penghianat dan banyak omong kosong."
Pengacara Cessie langsung menyodorkan berbagai foto mesra Surya dan Nadia, ada juga rekaman waktu Cessie dan Surya bertengkar dirumah sehingga mereka bahas soal nafkah.
Mediator meneriman semua bukti itu dan ia perhatikan apakah foto itu asli atau editan. Setelah selesai meneliti semua mediator bertanya pada Surya. Sambil menunjukan foto.
__ADS_1
"Pak Surya kenal orang ini"? Pertanyaan mediator membuat Surya susa paya menelan selivenya. Tenyata foto itu diambil pas mereka di hotel sambil berpelukan
"I iya pak, tapi ia itu sekretaris aku pak, tapi itu editan pak jangan percaya."
"Ok baiklah kalau pak Surga bilang editan, saya akan kasih satu bukti lagi". Ternyata itu rekaman.
"Ini suara pak Surya bukan, yang meminta uang sama mbak Cessie."
"Iya betul pak tapi bukankah sebagai suami istri itu saling membantu."
"Saling membatu maksud apa ya, kamu punya gaji besar tapi kamu mengabaikan nafkah untuk istrimu. Dan mala menafkahi gundikmu kenapa sekarang kamu gak cari gundikmu itu, bukannya kamu sendiri yang bilang ceraikan aku, dan menikah dengan gundikmu itu, dan yang paling paranya lagi kamu incar sertifikat rumahku untuk kamu gadaikan ke bank dan nikahi gundikmu kamu pikir aku gak tahu jadi apa lagi yang mau kamu, bohongi dasar omong kosong" ujar Cessie emosi
"Cess tolong dengarkan mas dulu."
"Ok baiklah mediasi hari ini gagal dan saya, lebih percaya sama mbak Cessie dari pada pak Surya karena memang semua foto ini adalah asli bukan editan. Jadi terbukti kalau pak Surya selama ini sudah menghianati pernikahannya."
"Pak jangan pak, tolong aku gak mau cerai dark istri saya pak, aku minta maaf aku salah tapi kasih aku kesempatan satu kali lagi pak aku mohon."
"Maaf seorang penghianatan tidak akan mendapatkan kesempatan untuk yang kedua kalinya, jadi aku mohon jauh lah dariku karena sampai kamu berlutut memohon pun kesempatan itu tidak akan datang untuk kedua kalinya."
"Cessie aku mohon sayang jangan ceraikan aku, ingat anak kita sayang, jangan pisahkan aku dengan anak kita, jangan kamu egois."
"Ini anakku bukan anakmu jadi jangan perna berharap untuk aku kembali, karena itu tidak mungkin."
"Oke kalau kamu tetap tidak mau maafkan aku gapapa. karena masih ada sidang selanjutnya nanti kalau kita di pengadilan baru kamu tahu seperti apa, sekarang kamu menang."
Cessie keluar dari ruang mediasi dan bergegas menghampiri keluarganya yang berdiri diluar mencemaskanya, mereka takut terjadi apa-apa didalan sana. Apalagi bu Intan sangat kuatir karena putrynya lagi hamil. Kalau sampai terjadi sesuatu dengan putrynya ia gak akan memaafkan Surya.
__ADS_1
"Sayang kamu gapapa kan kamu gak di apa-apain sama Suryakan,? Gimana tadi mediasinya semua berjalan dengan baik, Surya gak buat ulahkan."