Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
404


__ADS_3

Minggu berganti minggu , bulan berganti bulan dan tahu berganti tahun, waktu begitu cepat berlalu tidak terasa sudah dua puluh tahun sudah dilewati oleh Cessie dan dokter Julio, semenjak Surya masuk kembali penjarah kehidupan Cessie dan dokter Julio semakin harmonis dan tidak ada gangguan sama sekali, hal itu membuat rumah tangga Cessie makin bahagia dan damai sampai sekarang. Abian dan Aziza tumbuh dewasa menjadi gadis cantik dan pria tanpan Cessie dan dokter Julio juga membuka tambah rumah sakit dan satu perusahaan lagi.


Aziza mengikuti jejak Cessie menjadi seorang pengusaha, sedangkan Abian mengikuti jejak dokter Julio sehingga Abian mengambil kulia kedokteran. Biarpun Aziza sudah mengetahui kalau Abian bukan kakak kabdungnya tapi Aziza sayang menyayangi Abian begitu juga Abian tahu kalau Aziza bukan adik kandungnya tapi Abian sangat menyayangi Aziza dan dokter Julio.


Seorang pria tanpan dan seorang gadis cantik baru saja turun dari mobil mewah, mobil berhenti tepat didepan lapas dengan kaca mata hitam pakian rapi dengan jas tersemat di tubuhnya.


Dengan langkah gaga pria tanpan dan gadis cantik itu menemui seorang petugas lapas yang bertugas menjaga.


Selamat siang pak, boleh saya bertemu dengan seorang tahanan bernama Surya,"? Ujar pria tanpan tersebut.


"Selamat siang juga mas, nona. Boleh tahu siapa nama mas dan ada keperluan apa atau ada hubungan apa dengan tahanan yang bernama Surya?" tanya petugas lapas.


Setelah pria tanpan dan nona cantik itu menjelaskan akhirnya petugas mengijinkan pria tanpan dan nona cantik itu masuk kedalam. Mereka berdua di suruh untuk menunggu di ruang tunggu, sedangkan seorang petugas gegas pergi untuk menemui Surya.


Disini Surya sudah sangat berubah setelah Surya mendengar meninggalnya ibu Ayu di rumah sakit Jiwa, dan banyak teman lapas yang memberikan nasihat dan arahan akhirnya Surya berubah dan sudah menyadari kesalahannya, bahkan Surya ingin meminta maaf secara langsung kepada Abian putranya karena sudah menolaknya sejak didalam kandungan dan sampai menculiknya dan sempat memukulnya.


Namun selama Surya didalam penjarah, Surya sakit-sakitan dan sempat drop sekarang juga masih sakit jadi badan Surya sudah kurus, tapi Surya selalu menunaikan ibadah kepada Allah Surya tidak perna lupa untuk ibadah.


"Sudah lama aku didalam sini hampir tiga belas tahun sudah aku terkurung di sini, selain kasus pertama kalau hitung semua sudah dua puluh tahu aku di penjarah, tapi aku disini karena kesalahan dan keegoisanku, sekarang hidupku sudah sebatang karah.

__ADS_1


Ibu sudah meninggal rasanya tidak iklas dengan kepergian ibu tapi itu sudah di takdirkan, aku memang datang melihat ibu untuk terakhir kalinya hanya saja aku sangat merasa bersalah terhadap ibu, Sinta dan mbak Eva khususnya ibu, jika ada kesempatan untuk aku bertemu dengan Sinta dan mbak Eva aku akan berlutut dan meminta maaf."


" Begitu juga Cessie dengan suaminya terutama putraku, aku tidak perlu menyebut dia putraku karena aku tidak pantas di sebut sebagai seorang ayah. Yang pantas mendapatkan julukan itu adalah ayah sambungnya.


Atau tidak perlu dia mengenal aku sebagai ayahnya jangan sampai Abian malu punya seorang ayah kandung seorang narapidana, dan juga sifat sangat buruk. Aku yakin sekarang Abian sudah sangat dewasa dan bisa jadi Abian sudah mengetahui fakta yang sebenarnya, sehingga dia sudah sangat membenci aku, tapi tidak masalah jika aku di benci itu karena perbuatan jahatku jadi aku pantas mendapatkan semua itu." Gumam Surya merenungi semua kejahatan yang perna ia lalukan.


Surya termenung di atas kasur kecil tipis yang terbentang di lantai dengan seorang temannya, selama Surya masuk penjarah hanya satu kali Sinta datang bersama Iksan dan kedua anaknya datang menjenguk Surya. Itu pun Sinta marah besar sama Surya sampai Sinta berjaji tidak akan datang menemui Surya lagi. Mulai dari hari itu Sinta tidak perna datang lagi sampai sekarang.


Surya lagi duduk sambil termenung tiba-tiba datang seorang sipir dan memanggil namanya, membuat Surya langsung mendongak kepalanya dan menatap sipir.


"Pak Surya...silahkan keluar ada yang ingin bertemu dengan pak Surya" ujar sipir membuat Surya mengeryitkan alisnya karena tidak percaya jika ada yang datang mengunjunginya. Selama ini tidak ada seorangpun yang datang kenapa sekarang tiba-tiba ada orang yang datang.


"Maaf pak, kalau boleh tahu siapa ya yang datang mengunjungiku" tanya Surya.


Sipir langsung membuka pintu tahanan dan kembali borgol tangan Surya, Surya bertanya- tanua dalam hati siapa yang datang menjenguknya tidak mungkin Sinta atau mbak Eva.


Surya melangkah mendekati meja dimana kedua orang itu suduk, karena Surya tidak mengenal mereka sehingga Surya belum duduk sudah bertanya.


"Siapa kalian, dan ada keperluan apa kalian datang menjumpaiku. Silahkan pergi dari sini karena aku tidak ingin menemui siapapun juga kecuwali orang-orang yang ingin aku jumpai baru aku mau ketemu dengan mereka. Jadi silahkan kembali karena aku mau masuk kedalam." ujar Surya dan hendak berbaik namun seketika langkahnya terhenti saat suara lembut memanggilnya.

__ADS_1


"Ayah Surya......!" ujar pria tanpan itu.


Deg.......!


Jantung Surya berdengup kencang setelah mendengar panggilan itu, rasanya sesak sekali didadanya, tubuh Surya gemetaran dengan perlahan Surya membalikan tubuhnya dan menatap pria tanpan itu. Tapi susa Surya tidak mengenalnya karena perubahan Abian jauh sekali.


"Kamu memanggil aku apa, ayah? siapa kamu sebenarnya" tanya Surya. Namun Surya tidak mendapatkan jawaban apapun dari pria dan nona cantik itu justru mereka berdua tersenyum.


"Duduklah dulu biar kita bicara, jangan berdiri saja disitu bagaimana kita mau bicara sedangkan om Surya masih berdiri disitu, jika om ingin tahu siapa kami berdua lebih baik om duduk saja dulu." ujar gadis cantik itu.


Surya hanya menurut saja dan duduk di bangku yang sudah disediakan untuk para pengunjung. Abian tidak mengeluarkan sepata katapun justru menatap wajah Surya dengan tatapan tidak bisa di artikan.


"Apakabar om, maaf om kami datang tidak membawah apa-apa hanya ini sedikit makanan untuk om, ambillah dan nanti bagi untuk teman-teman yang lain" ujar Aziza dengan senyum tulus Aziza menyodorkan dua buah paper bag kearah Surya. Namun Surya belum menyentuh paper bag itu.


Surya juga tersenyum dan mengucapkan terimah kasih.


"Terimah kasih banyak atas kunjungan kalian nona tapi siapa kalian,"


"Saya Aziza om, dan ini kakak saya Abian" ujar Aziza menyebut nama Abian membuat Surya terkejut bukan kepalang mendengar nama Abian.

__ADS_1


"A...Abian?......Apakah benaran ini kamu nak? kamu sudah sangat besar ya nak, sudah dewasa dan sangat tanpan ternyata ayah kamu mendidik kamu dengan baik dan memberikan kamu semua yang kamu butuhkan, semoga kamu bahagia ya nak, maafkan aku yang sudah perna menyakiti kamu." ujar Surya.


Abian masih diam belum bicara apapun.


__ADS_2