
Kedua suster itu makan cake yang diberikan oleh dokter Julio dengan lahap.
"Hummm enak juga ya cake nya sebenarnya dokter Julio cowok idaman banget tapi dengar-dengar dokter Julio sudah punya calon istri."
"Iya, sih aku dengar juga begitu, tapi kamu merasa gak sih kalau dokter Linda itu ngebet banget dekat dengan dokter Julio padahal dokter Julio sudah punya calon"?
"Iya, betul aku merasa juga begitu hanya saja itu urusan merekalah aku mah tidak mau ikut campur dalam urusan pribadi orang...masalah saya saja sudah banyak jadi saya tidak mau menambah masalah baru. Biarkan saja urusan dokter Julio dengan dokter Linda saja"
Dokter Julio, setelah selesai berikan cake kepada kedua suster itu langsung berlalu pergi meninggalkan dokter Linda yang lagi menaham kesal. Karena cake buatannya tidak di terimah oleh dokter Julio, justru di tolak menta-mentah bahkan cakenya di diberikan kepada suster secara terang-terangan membuat dokter Linda sakit hati.
"Kurang ajar nih dokter Julio mentang-mentang dia pemilik rumah sakit ini jadi sok-sok,an menolak pemberian dariku dasar, awas saja".
Dokter Linda yang kesal langsung berlalu pergi ke ruangannya. Kasian kamu dokter Linda, sudah tahu dokter Julio punya calon istri kamu juga sih main nyosor mendekati dokter Julio itu lah akibatannya kamu kecewa jadinya.
Bukkkk.... Dokter Linda langsung membanting pintu ruangannya membuat suster yang kebetulan ada di situ terkejut.
"Ada apa dengan dokter Linda? kok gak sopan banget banting pintu begitu ini dirumah sakit loh bukan dirumahnya"
"Gak tahu ah...biarin aja situ mau banting ke mau rusakin itu ruangannya juga, kalau rusak dia juga yang tanggung jawab"
Kedua suster itu berlalu pergi karena kebetulan mereka baru datang mau cek pasien.
Setelah dokter Julio sampai di ruangan dokter Julio langsung mengecek hpnya ternyata ada beberapa panggilan dari bu Intan.
"Ha...ada apa ya ibu, menelpon aku. Sebanyak ini lagi, jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Cessie"?
__ADS_1
Dokter Julio panik dan langsung kembali menghubungi bu Intan namun sayang justru bu Intan tidak mengangkat telpon. Dokter Julio gak putus asa, dia langsung menghubungi pak Arya tapi parcuma karena tadi waktu ke rumah sakit pak Arya panik sampai lupa membawah hpnya sedangkan bu Intan tidak angkat karena masih didalam ruangan.
Dokter Julio kembali menghubungi Cessie tapi parcuma gak ada jawaban juga..membuat dokter Julio frustasi tiba-tiba pintu ruangan dokter Julio di ketok dari luar, membuat dokter Julio berjingkak kanget karena tida sempat melamun.
Tok ..tok...tok!
"Siapa ya jangan sampai dokter Linda lagi bikin mood saya makin buruk, mana gak ada satupun yang mau angkat telponku, kemana mereka semua kalau ayah pasti jam segini sudah ke kantor berarti tinggal ibu dan Cessie dirumah."
Karena pintu ruangan dokter Julio tidak kunjung di buka akhirnya orang yang ada diluar bersuara, memanggil dokter Julio.
"Dokter Julio tolong buka pintunya saya dokter Beatrix" dokter Julio yang mendengar nama dokter Beatrix langsung bangkit dari duduknya dan membuka pintu.
"Glek....ada apa dokter Beatrix?" tanya dokter Julio suntuk.
"Maaf dokter Julio ada kabar buruk yang mau saya sampaikan ke dokter Julio, saya tahu pasti dokter Julio belum tahukan tentang kondisi bu Cessie"?
"Maksud dokter Beatrix? kondisi Bu Cessie kenapa dia sehat-sehat saja di rumah kok" jawab dokter Julio asal karena dokter Julio mau tahu kabar buruk apa yang akan disampaikan oleh dokter Beatrix.
"Hmm justru karena saya tahu dokter Julio belum tahu makanya saya datang kesini memberitahu dokter Julio, kalau saat ini bu Cessie kondisinya lagi kritis di ruang IGD setelah melahirkan secara normal dan anaknya prematur saat ini bayinya selamat dan ada di inkubaor"
"Apa....kritis...jangan bercanda dokter? Kenapa dokter Beatrix tidak beritahu saya dari tadi kok bisa ?" pekik dokter Julio seketika sekujur tubuh dokter Julio seperti tidak memiliki kekuatan badannya genetar.
"Maaf Dokter Julio saya tahu dokter juga lagi melakukan operasi sehingga saya tidak mau menganggu dokter"
Dokter Julio mendengar kabar tentang Cessie langsung membanting pintu ruangannya dan langsung berlari ke ruang IGD.
__ADS_1
Saat sampai didepan ruangan ternyata benar dokter Julio mendapati pak Arya lagi duduk menunduk kepala sedangkan kedua tangannya menutup wajahnya.
Dokter Julio berjalan mendekati pak Arya dan menyentuh bahu pak Arya dengan Lembut sambil memanggil pak Arya.
"Ayah...." pak Arya langsung mendongak saat mendengar suara dokter Julio.
"Nak kamu ada disini"?
"Ayah bagaimana kondisi Cessie..apa yan terjadi sampai begini ayah"?
"Entahlah nak ini juga mendadak dan ayah juga tidak menyangkan semua ini terjadi, kata dokter Cessie mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan sehingga ia kritis..ayah tidak tahu mau berbuat apa nak"
"Maafkan Julio ayah..karena Julio benaran tidak tahu..tadi ibu telpon tapi hp Julio tinggal di ruangan karena Julio juga baru selesai melakukan operasi, jadi pas ibu nelpon Julio gak tahu, Julio tahu setelah tadi diberitahu oleh Dokter Beatrix"
Pak Arya tidak mau calon mantunya merasa bersalah sehingga pak Arya jelaskan dari awal sampai akhir. Pak Arya dan dokter Julio duduk ternenung di ruang tungguh dengan saling menukar pikiran masing-masing.
Sedangkan didalam ruangan bu Intan melangkah mendekati tempat tidur Cessie dengan berlinang air mata, ibu siapa yang tidak hancur saat melihat putrynya terbaring lemas diatas ranjang.
Bu Intan mengengam erat tangan Cessie. Sambil berbicara dengan lembut." Nak bangun jangan seperti ini terhadap ibu..kamu tahu betapa hancurnya hati ibu saat ini melihat putry ibu berbaring seperti ini, ibu belum beritahu kakak kamu dan juga nak Julio, kalau mereka tahu kamu seperti ini betapa paniknya mereka. Apakah kamu tidak kasihan sama putra kamu sayang kata dokter dia sangat tanpan."
"Apakah kamu tidak mau melihatnya, sadar nak kamu harus kuat demi putra kamu nak ibu tahu kamu ibu yang kuat, karena kalau kamu tidak sadar juga terpaksa ibu harus hubungi kakak kamu dan beritahu dia padahal baru berapa hari mereka pergi," walaupun Cessie tidak berikan respon tapi dialam bawah sadar Cessie mendengar semua perkataan bu Intan membuat air mata Cessie keluar begitu saja.
"Ibu menunggu kamu sayang kami semua menunggu kamu terutama putra kamu cepat kamu sadar ya, ibu keluar dulu" hampir setengah jam bu Intan didalam ruangan akhirnya bu Intan bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangan.
Bu Intan rasa tidak mau keluar dari ruangan tapi mau bagaimana lagi mau tidak mau harus keluar, karena ada waktu kunjungan. Sang suami juga ingin masuk pikir bu Intan karena bu Intan belum tahu kalau dokter Julio sudah di luar bersama dengan pak Arya menunggu bu Intan keluar.
__ADS_1
"Glekkk..."
"Ibu...." Pak Arya dan dokter Julio sama-sama bangkit dari duduk mereka saat melihat bu Intan keluar dari ruangan dengan wajah sedih.