
Setelah kepergian Abian dan Aziza, Surya masih duduk di tempat dan menunduk kepala, Surya benar-benar menyesali perbuatannya yang dulu tapi semua sudah terlambat nasi sudah jadi bubur jadi tidak mungkin kembali menjadi nasi, begitu juga dengan kehidupan kita jangan secepat mengeluarkan sebuah perkataan yang menurut kita akan merugikan kita di kemudian hari, apalagi dengan perkataan kita menyakiti hati orang lain, ingat agar setiap kata yang kita ucapkan bisa membuat orang yang ada disekitar kita merasa nyaman bukan merasa tersakiti.
Sekarang Surya merasakan itu, Surya hanya duduk termenung sampai sipir datang menghampirnya sehingga membuat Surya terkejut dari lamunannya. Hati Surya sangat sakit karena Abian tidak ingin memeluknya.
"Pak Surya...sudah habis waktu silahkan masuk kembali kedalam" ujar sipir Surya bangkit dari duduknya dan gegas mengikuti langkah kaki sipir, Surya langsung masuk kedalam sel tahanan dan dengan kasar membuang bokong di atas kasur tipis itu Surya menarik napasnya dan membuang dengan kasar. Rasanya sangat berat sekali kehidupan Surya.
Uhukkkk....uhukkkkkk...!
Tiba-tiba Surya batuk dan saat Surya menutup tangan di mulutnya ternyata yang keluar dari mulutnya warna hitam pekat, membuat Surya gemetaran gumpalan darah keluar dari mulut Surya tanpa komando.
"Ya Tuhan apakah penyakit ini yang akan menjemput ajalku, tapi aku mohon ya Allah jangan ambil nyawah ku dulu sebelum aku benar-benar mendapatkan maaf dari putra ku dan mantan istriku, rasanya sakit sekali lebih sakit hatiku saat putra ku sendiri tidak mau memaafkan ku dibanding penyakit yang aku derita saat ini. Hati ini rasanya sakit sekalih mendengar semua perkataan putra ku yang tidak mau memaafkan aku. Begini ternyata saat orang yang kita sakiti tidak mau maafkan kita" ujar Surya.
__ADS_1
Saat Surya duduk temannya bagun dari tidurnya dan ikut duduk disamping Surya, teman Surya menatap Surya dengan tatapan iba mungkin teman Surya kasian melihat Surya yang sekarang sakit-sakitan, dan sepertinya banyak sekali beban pikiran yang Surya pikirkan sekarang. Temannya menepuk di pundaknya sambil tersenyum.
Selama ini temannya Surya tahu apa yang Surya alami didalam sel penjarah, sehingga temannya sangat prihatin dengan kehidupan Surya.
"Brow...jika ada masalah boleh berbagi aku siap mendengar kita saling berbagi masalah dan kita cari solusi sama-sama. Aku juga punya masalah begitu juga kamu brow kalau bukan kita yang saling berbagi, kita cerita kesiapa lagi kalau bukan kita yang saling berbagi disini jangan pendam sendiri karena itu akan menambah penyakit" ujar teman lapas.
Surya belum jawab apa-apa, Surya masih menatap kedepan dengan tatapan kosong entah apa yang sedang dipikirkan oleh Surya. Tanpa menoleh Surya menjawab perkataan temannya itu.
" Memang benar kata kamu, kita sama-sama mempunyai masalah tapi aku rasa masalah kamu tidak seberat dan serumit masalahku, ini tentang masa lalu brow...aku tidak tahu harus dengan cara apa lagi aku bisa melewati semua masalah ini, aku juga sudah bosan menjelaskan terus menerus kepada orang brow. Karena dulu setiap kali aku cerita aku selalu di salahkan bahkan tidak ada yang membelahku. Jadi aku merasa tersisihkan." Ujar Surya.
"Brow..jangan berpikir begitu mungkin brow juga salah sehingga mereka berkata begitu, sebenarnya mereka hanya ingin brow cepat sadar dan meminta maaf kepada orang yaag sudah brow sakiti apalagi keluarga atau sanak saudara. Jadi coba ceritalah, bisa jadi aku juga sama pendapat dengan orang-orang sebelumnya tergantung dari masalah yang akan kamu ceritakan " Ujar teman Surya.
__ADS_1
Karena Surya di desak oleh temannya akhirnya Surya kembali ceritakan masa lalunya, dan sampai tadi anak kandungnya datang tapi tidak mau memaafkannya Surya merasa sudah tidak berguna lagi. Jadi lebih baik dia meniggal saja karena parcuma Surya hidup juga tidak ada yang peduli terhadapnya bahkan Sinta dan mbak Eva tidak peduli lagi dengan Surya.
Selama Surya cerita temannya hanya diam dan menyimak dengan ekspresi wajahnya berubah-ubah sampai pada akhirnya teman Surya langsung menyelah mungkin tidak tahan lagi dengan cerita Surya.
"Brow maaf ya, jika aku menyelah pembicaraan kamu brow, tapi kalau aku secara pribadi yang mendengar cerita kamu brow aku ambil kesimpulan kalau kesalahan kamu sangat besar, jadi pantas saja putra kandung kamu tidak ingin memaafkan kamu brow..anak siapa yang tidak sakit hati masih didalam kandungan saja sudah di tolak dan tidak di terimah oleh ayah kandungnya sendiri, gini ya brow aku rasa seandainya kamu di posisi putra kamu juga pasti melakukan hal yang sama, bahkan aku merasa kamu akan melebihi itu membenci orang yang menyakiti hatimu brow.
Kamu harus intropeksi diri brow, sabar saja pasti ada jalan keluar yakin dan percaya suatu saat putra kamu akan memaafkan kamu begitu juga mantan istri kamu, tapi kamu jangan paksain mereka karena jika kamu paksa justru itu membuat mereka makin membencimu brow. Saranku lebih baik kamu kembali menikah dengan selingkuhan kamu itu aja kalau seandainya dia belum menikah biarpun dia tidak punya anak" jelas teman Surya
"Iya brow, kamu benar aku juga sudah menyadari semua itu dulu kalau ada yang menasihati aku tidak ingin mendengar, justru aku salahkan mereka karena mereka lebih membela mantan istriku dari pada aku, tapi sekarang aku baru menyadari kesalahan itu ternyata dari diri aku sendiri. Aku juga yang menyakiti hati putra dan mantan istriku, kalau soal perempuan yang menjadi selingkuhan aku dulu, tidak mungkin aku menikah dengannya lagi karena dia sudah menikah, aku tahu karena dia perna datang jenguk aku kesini dengan suaminya, aku menyesal brow bagaimana caranya agar aku bisa menebus semua kesalahanku terhadap putra ku."
Kali ini Surya benar-benar menyadari kesalahannya, teman Surya juga sudah sudah tahu kalau Surya sekarang sering sakit-sakitan sehingga teman Surya berikan saran agar Surya harus berubah sebelum terlambat. Teman Surya memberikam saran kepada Surya agar tetap sabar menunggu karena pasti Abian akan kembali lagi kelapas.
__ADS_1
"Brow maaf aku bukan orang bijak yang pintar menasihati orang, tapi disini kita saling membantu satu sama lain, seperti yang aku bilang tadi bahwa kamu itu tetap sabar karena aku yakin suatu saat putra kamu datang dan memaafkan kamu. Memang semua itu butuh waktu karena putra mu sudah sangat membencimu jadi menyembuhkan luka itu tidak muda brow, untung mantan istri kamu perempuan yang bijak dengan suami barunya kalau tidak bisa jadi putra mu tidak akan mengenal kamu selamanya." ujar teman Surya.
Surya yang mendengar perkataan temannya langsung menoleh dan menatap mata temannya itu tapi tidak ada sepata katapun keluar dari mulutnya.