
Nadia asli syok berat mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari keluarga mantan suaminya, karena selama ini, ia tidak perna mendapatkan perlakuan itu semenjak ia menikah dengan Iksan.
Bukan hanya mbak Alana, Iksan dan pak Hartono yang memarahi Nadia, tapi bu Manda juga ikut serta,
Karena Iksan sudah tidak sudih melihat Nadia lama-lama lagi dirumahnya , ia langsung gegas masuk kedalam kamar dan tidak lama Iksan keluar dari dalam kamarnya dengan ada amplok coklat di tangannya.
Dan langsung melemparkan ke wajah Nadia yang masih terduduk dilantai. Tidak ada rasa iba sedikitpun di wajah Iksan, begini rupanya ya kalau cinta tulus beruba menjadi kebencian.
Nadia tercengang menyaksikan keganasan Iksan terhadapnya, ia tidak menyangka Iksan semarah itu padanya, dulu Iksan adalah laki-laki yang sangat lembut dan menyayanginya. Beruba menjadi harimau. Rasanya ingin menerkam Nadia.
"He....ambil itu dan lihat betapa memalukan dan menjijikan dirimu, kamu tahu aku benar-benar menyesal menikahmu, tapi tidak masalah karena untung kamu pergi tapi masih meninggalkan aku seorang putry yang sangat cantik, jangankan kami, anak gadisku sendiri aja tidak tahu kalau kamu ibunya karena memang kamu tidak pantas disebut sebagai ibu paham kamu, masih berani punya muka datang kesini dan mengaku sebagai istri. Hallo....Dinda semoga kamu tidak lupa sudah berapa lama kamu pergi." maki Iksan
"Mas aku tahu aku salah, tapi bukan dalam arti kita harus ceraikan mas, aku masih mencintaimu mas dan ingat ada anak kita jangan karena keegoisan mas, anak kita jadi korban.
Perkataan Nadia berhasil membuat Iksan marah, padahal seumur hidup Iksan tidak perna main tangan dengan orang tapi kali ini menurut Iksan Nadia benar-benar keterlaluan, Iksan menilai Nadia perempuam yang palimg egois yang pernah ia temui. Sehingga Iksan melayangkan tamparan keras tepat dipipinya.
Prakkkkkkk...
"Argr......Mas tega banget kamu menampar aku"
"Itu pelajaran untuk perempuan egois dan tidak tahu malu seperti kamu, kalau kamu tahu malu mending kamu buka amplop itu dan angkat kaki dari sini perempuan ular"
Dengan tangan gemetaran Nadia berusaha merai amplok yang di lemparkan oleh Iksan. Karena Nadia benar-benar penasaran apa yang membuat keluarga Iksan begitu murka terhadapnya.
Nadia membuka amplok itu dan mengeluarkan semua isinya, betapa terkejutnya Nadia melihat beberapa fotonya bermesraan dengan surya dan juga kelihatan sekali perutnya sudah agak membuncit. Tidak sampai disitu didalam foto-foto itu terselip surat, Nadia mengambil surat itu dan langsung berteriak histeris, ternyata surat itu adalah akta cerai dari pengadilan agama.
Nadia berteriak sekencang mungkin, dia tidak bisa menerima jika Iksan benar sudah menceraikannya padahal, dia kembali untuk memperbaiki semuanya.
__ADS_1
"Mas maafkan aku mas...tolong kita bisa rujuk lagi mas...aku sangat mencintai kamu mas, tolong temukan aku dengan anakku mas...jangan kamu egois mas kamu laki-laki egois yang berani memisahkan anak dengan ibunya. Aku bisa jelaskan semuannya mas aku terpaksa melakukan ini semua mas. Karena aku ingin membalas dendam kematian kakku mas tolong dengarkan aku" teriak Nadia menyalahkan Iksan
Mendengar itu seketika emosi Iksan tidak tertahankan lagi.
Dasar perempuan ******, kamu yang pergi jual diri diluaran sana dengan suami orang dan meninggalkan anakku masih bayi sekarang kamu bilang aku egois. Apapum alasan kamu sudah tidak berguna lagi makan tuh dendam. Sekarang kamu bukan hanya menghancurkan hidup banyak orang tapi hidup kamu juga lihat ikut hancurkan"
Prakkkkk...prakkkkkk....
"Arga......"
"Jaga mulut busuk kamu itu, jangan sampai aku menghancurkannya, sekarang juga aku minta kamu pergi dari sini atau aku yang menyeret kamu keluar dari sini.
"Keluaaaaaarrrrr........
Iksan mengusir Nadia dengan lantang tapi tak sedikit pun Nadia beranjak dari duduknya. Nadia yang masih dilantai ia menangis sesunggukan, Nadia hendak merai kaki Iksan untuk memohon tapi sayangnya Iksan Justru menghindar.
"Stop jangan mendekat, aku tidak sudih disentuh oleh mantan menantu yang sangat menjijikan, dulu kurang baik apa kami sama kamu ha jawab aku Nadia....kurang baik apa kami sama kamu....kamu tahu saat kamu pergi seperti apa kehidupan putraku dan cucuku. Mereka pulang ke negara ini dan mencari kamu tapi apa pernah sekali kamu berpikir untuk pulang, kamu tidak pernah melakukan itu, ya jelas! Karena kamu sudah menikmati dengan suami orang diluar sana mana mungkin kamu ingat dengan anak dan cucukku. Sekarang aku minta jangan perna menganggu kehidupan anak dan cucuku lagi karena dia sudah dapat ibu baru dan anak aku juga sudah punya istri."
"Deg......"
"Jadi mas Iksan tidak menerima aku kembali karena sudah ada perempuam lain, tidak....aku tidak akan membiarkan mereka bersama karena aku akan merebut kembali hati mas Iksan, enak aja aku menderita sedangkan perempuan itu disayangi oleh mas Iksan aku harus ketemu dengan anakku agar aku bisa memanfaatkan dia. Dan memintanya untuk mempersatukan kembali kami berdua, karena aku percaya, kalau Iksan tidak bisa menolak permintaan anak itu.
Waduh...sih Nadia memang licik, masa dia mempergunakan Dira menjadi alat untuk mengambil hati Iksan gila....tapi tunggu dulu Nadia kamu belum tahu seperti apa kempitaran anak itu dan dia juga tidak kenal siapa kamu.
Nadia bangkit dari lantai dan dengan gesit ia berlari menerobos naik ke lantai dua sambil berteriak memanggil nama anaknya, baru sampai di depan pintu belum sempat tangan Nadia mengapai gagang pintu Iksan dengan sigap menarik tangan Nadian dan mendorongnya dengan sangat kuat sampai Nadia terlempar jauh.
"Argrrr....."
__ADS_1
Nadia berteriak karena perutnya tiba-tiba sakit, mungkin karena dorongan keras dari Iksan.
Iksan tidak mau menunggu lama lagi, ia langsung menarik tangan Nadia dan menyeretnya kembali ke lantai bawah dan dengan kasar Iksan mendorong Nadia keluar dari rumah sampai Nadia tersungkur berkali-kali, Iksan langsung memanggil satpam dan menyeret Nadia keluar dari rumah itu.
"Pak tolong seret perempuan itu dari sini, dan pastikan ia tidak akan pernah datang lagi kesini." ujar Iksan
Pak satpam datang dan menyeret Nadia keluar sampai ia memberontak. Dan meneriakin Iksan.
"Ingat ya mas aku tidak akan diam aku akan menghancurkan siapapun perempuan yang dekat denganmu, dan aku akan kembali untuk mengambil anakku. Aku tidak akan tinggal diam mas kamu memperlakukan aku seperti ini, aku akan mengaduhkan kamu ke orang tuaku, karena mereka menyerahkan anak gadisnya ke kamu baik-baik, sekarang justru kamu menyiksanya lihat aja nanti"
Omongan Nadia membuat Iksan justru tertawa, karena, bu sari dan pak Yanto aja sudah mengijinkan Iksan untuk menikah lagi, bahkan mereka sendiri sudah tidak mengakui Nadia sebagai anaknya setelah perusahasan pak Yanto yang dengan susah payah ia membangun hanya karena kelakuan anaknya jadi bangkrut.
Iksan yang mendengar itu langsung teriak.
"Pergi dan laporlah semoga kamu diterimah hahaha aku hanya takut kamu akan mengalami hal yang sama seperti kamu alami disini, mendingan kamu pergi dari sini, atau aku telpon polisi datang menjemput kamu, bukahkan kamu sekarang buronan polisi, karena kasus korupsi, dengan selingkuhanmu, kamu tahu gak selingkuhanmu di vonis berepa tahu, sepuluh tahu di vonis bagaimana dengan. Kamu ya."
Mendengar itu Nadia jadi takut, akhirnya Nadia diseret oleh dua orang satpam keluar gerbang walaupun Nadia memberontak tapi mereka tidak melepaskannya.
"Lepaskan aku bajingan, aku bisa berjalan sendiri awas ya akan ku buat perhitungan sama kalian semua"
Setelah Nadia keluar gerbang kembali di tutup dan langsung dikunci karena takut nanti perempuan gila itu datang lagi.
"Loh kenapa kamu kunci pintunya kalau ada tamu buka lagi" ujar salah satu satpam.
"Tidak apa-apa, kalau nanti datang tamu aku yang buka, dari pada nanti nenek lampir itu datang lagi"
"Nenek lampir siapa, perasaan dari tadi tidak ada nenek lampir yang datang kesini deh, justru yang ada neng cantik tuh yang barusan keluar"
__ADS_1
"Woy....itulah yang nenek lampir, kamu tidak melihat seperti apa tadi dia ngamuk"