
Pak Arya melihat video itu jadi emosi dan merasa malu terhadap pqk Bambamg maupun sekretaris Lita, pantas saja sekretaris Lita pulang dan langsung resign karena kata-kata Aris sudah menyakiti hati sekretaris Lita bahkan sekarang proyek yang berhasil di menangkan oleh Sekretaris Lita juga gagal karena ulah Aris juga. Hal itu membuat pak Arya naik tensinya pak Arya heran apa yang ada di pikiran Aris sehingga ia berperilaku seperti itu tanpa memikirkan efeknya...
Pak Arya sengaja mengutus Aris agar dia belajar untuk menekuni didunia bisnis supaya nanti pak Arya sudah berikan bisnis untuknya Aris sudah bisa mengelolahnya dengan baik. Tapi sekarang Aris justru menghancurkan kepercayaannya.
"Biarkan saja, saya tidak perlu menghubunginya karena sudah di tolak sama pak Bambang jadi kemungkinan besar kalau tidak sore ini dia pulang pasti besok karena pak Bambang sudah kasih dia jangka waktu jadi biarkan saja saya pura-pura tidak tahu. dan biar dia datang untuk pergi mencari sekretaris Lita dan meminta maaf, kamu keterlaluan nak ayah sudsh percayakan proyek besae ini sama kamu tahunya jadi begini ayah akan berikan hukuman untukmu nanti"
Pak Arya benar-benar emosi tingkat dewa karena menurut pak Arya, Aris sudah keterlaluan.
Sedangkan masih diluar kota setelah di tolak oleh pak Bambang dan tidak bisa di bujuk atau di perbaiki lagi Aris pulang dengan kecewa ke hotel dan langsung membereskan barang-barangnya dan hari itu juga Aris check out dari hotel. Aris beli tiket baru tukar dengan tiket yang sudah di beli sebelumnya ternyata Aris dapat tiket siang jam dua belas, Aris tidak peduli yang penting jam dua sampai di ibu kota dan sampaikan hal ini ke pak Arya untuk minta cari solusi.
"Aku telpon ayah saja kali ya untuk memberitahu ayah tentang semuanya ini masalah agak rumit jadi aku tidak mau bohong biar ayah marah silahkan saja aku harus mengakui kesalahanku karena memang aku yang salah. Tapi bagaimana dengan sekretaris Lita ya apakah dia benar-benar redign...ah aku yakin sekretaris Lita tidak berani resign tadi malam sekretaris Lita bicara begitu karena emosi sesaat, kalau sekretaris Lita resign mau kerja kemana lagi dapat gaji sebesar itu kayak di perusahaan ayah, itu hanya omong kosong dia saja"
" Kalau benaran sekretaris Lita resign pasti ayah sudah telpon dan marah-marah apalagi pak Bambang kalau sudah menghubungi ayah kemungkinan ayah sudah hubungi aku ini saja sama sekali tidak hubungi dasar kalian berdua tukang omong kosong"
Saat ini Aris sudah diruang tunggu bandara karena sebentar lagi pesawat akan boarding pas jadi sambil menunggu sengaja Aris menghubungi nomor hp sekretaris Lita tapi sama sekali belum aktif. Itu karma buat kamu Ris karena kamu sudah mengabaikan perempuan sebaik Faya sekarang rasakan sudah dibuat malu oleh pak Bambang nanti sampai dirumah dapat amukan dari Cessie dan pak Arya, kalau bu Intan pasti tidak banyak komentar.
Saat dengan kondisi terdesak begini baru Aris ingat Faya dan ingin menghubunginya, Aris segera menghubungi Faya ternyata Faya langsung merespon dari seberang telpon membuat senyum Aris muncul.
__ADS_1
"Hallo mas...apakabar dan mas ada dimana"? Padahal Faya sudah tahu Aris diluar kota tapi sengaja bertanya.
"Hallo sayang maaf ya mas baru kabarin soalnya mas sibuk kali, oh, ya. Mas sekarang ada di bandara mau pulang ke sana, sayang sudah pulang dari kampung?"
"Oh kirain mas ada disini lagian mas kesana tidak kasih kabar jadi aku tidak tahu, tapi bukannya waktu itu mas bilang kalau keluar kota satu minggu kenapa cepat sekali pulang, mau aku jemput gak mas?"
"Ceritanya panjang sayang nanti mas jelaskan ya dan tidak perlu sayang biar nanti mas pesan taksi saja soalnya mas tahu kamu pasto sibuk. Nanti mas sampai baru kita ketemu saja ya biar mas jelaskan semuanya sama kamu"
"Ok baik mas Hati-hati dijalan ya mas kalau pulang aku tunggu, soalnya selama aku di kampung sampai pulang dan mas akhirnya pergi lagi mas tidak perna menghubungi ku"
"Maafkan mas ya sayang...mas sudah mengecewakanmu tapi mas memang sangat sibuk sayang."
Aris mengakhiri panggilannya dengan Faya sambil nematap hpnya.
"Benar juga yang di katakan Faya tadi aku selama ini sangat cuek dan hanya memikirkan sekretaris Lita ujung-ujungnya dia kecewa juga sama aku dan pergi, jangan sampai Faya juga begitu karena aku tidak peduli dengannya."
Tidak lama kemudian Aris masuk kedalam pesawat dan siap kembali ke tanah air, Aris melangkah dengan berat hati karena saat dia datang ke kota saat ini dia berada, ada banyak wacana yang ia rencanakan dan ingin pulang dengan membawah kemenangan namun ternyata harapan tinggal harapan karena semuanya hancur pulang dengan tangan kosong.
__ADS_1
Sekretaris Lita setelah ia keluar dari ruangannya langsung pergi begitu saja karena sekretaris Lita ingin pindah dari apertemen yang dikasih dari perusahaan, sekarang sekretaris Lita bukan karyawan perusahaan lagi jadi harus tetap tinggal disana jadi sekretaris Lita ingin pindah dari situ tapi karena rasa cape sudah menyeruak mungkin besok baru pinda.
Saat sekretaris Lita keluar dari lift banyak pasang mata yang memandangnya dengan tatapan bertanya..tapi sekretaris Lita hanya melempar senyum saja dan berlalu pergi.
Sekretaris Lita langsung pesan taksi dan kembali ke apertemen dengan semua barang bawaannya.
Sementara di kantor pak Galu yang tidak tahu kalau ternyata sekretaris Lita datang kekantor sibuk ngerjakan pekerjaan di dalam ruangannya tapi telinganya tidak sengaja mendengar pembicaraan karyawan yang kebetulan lewat didepan ruangan yang tidak ditutup.
"Wah....saya sangat kagum dengan penampilan bu Lita tadi sangat keren...kayak bidadari baru turun dari kayangan tahu gak pokoknya mantap deh baru kali ini saya melihat bu Lita berpenampilan begitu karena selama ini bu Lita penampilan menurut saya biasa saja."
"Iya sama saya juga tapi kamu tahu gak tadi itu pas bu Lita keluar dari lift saya melihatnya bu Lita bawa barang-barangnya loh apa bu Lita sudah resign ya , padahal setahu saya bu Lita pergi bersama dengan pak Aris keluar kota loh."
"Nah itu dia saya juga tadi kanget melihat bu Lita datang atau jangan-jangan bu Lita bermasalah dengan pak Aris makanya bu Lita pulang tapi pak Aris masih disana? dan bu Lita juga langsung ketemu dengan pak Arya makanya langsung resign dari pekerjaan padahal kinerja bu Lita tidak bisa diragukan lagi sayang banget kalau benaran bu Lita resign.
Banyak desas-desus dari karyawan yang di dengae oleh pak Galu dari dalam ruangannya.
"Deg....berarti Lita sudah pulang tidak mungkinkan karyawan bohong kok gak kabarin aku ya"
__ADS_1