Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
305


__ADS_3

Nadia benar sudah beruba, walaupun Sinta berkata kasar padanya tapi tidak sedikitpun Sinta merasa sakit hati atau marah justru Nadia berkata lembut dan meminta maaf hal itu membuat Sinta dan kedua temannya saling tatap apalagi Sinta dibuat terkejut.


Sinta tidak percaya kalau Nadia bisa beruba secepat itu, Sinta menatap mata Nadia dengan tatapan tajam karena Sinta mau mencoba memancing amarah Nadia apakah Nadia masih marah atau tidak.


"Haahha...apa aku tidak salah dengar...seorang Nadia yang dulunya egois dan jahat bisa meminta maaf dan mengakui kesalahannya, apakah kamu baru saja di rasuki roh jahat atau kepala kamu baru saja kejedot sehingga otak kamu langsung kembali berpikir baik makanya langsung beruba. Aku gak yakin orang sejahat kamu bisa beruba secepat ini tidak usa sok munafik didepanku"?


"Sin...semua manusia didunia ini perna berbuat kesalahan dan pernah jatuh sampai susa bangkit kembali untuk memulai hidupnya yang baru. Ada juga orang perna gagal sampai tidak bisa kuat untuk bertaham hidup...tapi ada kalahnya dengan kesalahan yang kita lakukan itu juga yang akan memberikan kesadaran kepada kita untuk kembali kejalan yang benar. Karena Allah masih memberikan pengampunan kepada kita untuk memperbaiki semuanya Allah itu pemaaf Sin...sebesar apapun kesalahan kita Allah selalu memaafkannya"


"Aku belajar dari semua kesalahan yang sudah perna aku lakukan jadi aku mau beruba karena aku sudah menadapatkan pembalasan dari Allah, jika nanti aku dihukum seberat mungkin disini aku tidak masalah Sin atau kamu mau menampar aku mau mencaci maki aku silahkan aku terimah semua amarah kamu, aku tahu aku salah. Aku mau beruba Sin jadi tolong sampaikan permintaan maafku kepada mbak Cessie dan juga ibu maafkan aku."


"Dulu aku sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal Sin tapi setiap orang itu pasti memiliki prinsip ada yang ingin melanjutkan kejahatannya dan tidak mau berubah tapi ada yang berusaha ingin beruba. Aku Sin aku orangnya yang mau beruba aku tidak mau melakukan hal jahat lagi jika nanti aku diminta oleh mbak Cessie agar mencium kakinya aku siap, sekali lagi maafkan aku ya Sin atas perbuatanku."


" Aku tahu kamu gadis yang baik Sin jadi kamu sanggup memaafkan aku, tolong salam buat ibu maafkan segalah perbuatanku." ujar Nadia dengan mata berkaca-kaca menahan tangisnya


Sinta tidak tahu mau bicara apalagi karena perkataan Nadia seketika meluluh lantakan hatinya awalnya Sinta ingin marah sekarang amaranya hilang seketika.


Sedangkan Melli dan Bella yang masih setia duduk mendengar semua perkataan Nadia dan Sinta hanya menyimak saja.

__ADS_1


"Aku sudah memaafkan mbak sebelum mbak meminta maaf tapi maaf mbak soal permintan maaf mbak ke mbak Cessie lebih baik mbak sampaikan langsung ke mbak Cessie saja karena itu bukan rana Sinta untuk melakukan itu, kalau soal ibu kami juga mau kesana jenguk ibu nanti aku sampaikan."


"Oh ya mbak barang-barang mbak semua masih sama aku pakian dan yang lainnya masih ada jika sewaktu- waktu mbak mau ambil silahkan, maafkan aku juga mbak mungkin dulu aku perna berbuat kesalah juga sama mbak."


"Gak Sin barang-barang itu buat kamu saja kalau kamu tidak mau boleh kamu bakar saja, oh ya memangnya ibu ada dimana kok kamu pergi jenguk dia"?


"Ibu ada di rumah sakit jiwa mbak setelah mbak dan mas Surya di tangkap polisi dan selepas ibu pulang dari rumah sakit jenguk mbak mulai dari situ ibu mengalami depresi berat akhirnya aku dan mbak Eva putuskan membawah ibu ke rumah sakit jiwa sampai sekarang"


Nadia benar-benar terkejut mendengar perkataan Sinta sampai menutup mulutnya, Nadia sampai gak percaya kalau bu Ayu bisa separah itu sampai masuk rumah sakit jiwa, Nadia sangat merasa bersalah karena perbuatannya merugikan banyak orang termasuk dirinya juga.


" A..apa kamu bilang Sin, ibu masuk rumah sakit jiwa apa separah itu Sin..ini semua salahku aku yang menyebabkan semua ini terjadi, karena keegoisanku jadi merugikan banyak orang ini salahku."


"Semua sudah terjadi mbak jadi mbak tidak perlu menyesali tapi aku bersyukur mbak sudah beruba semoga mbak benar-benar bertobat, aku yakin kalau mbak sunggu-sunggu beruba orang tua mbak pasti akan memaafkan mbak tapi kalau mbak tidak mau beruba orang tua mbak tidak akan terimah kembali mbak."


"Makasih banyak Sin makasih kamu masih mau datang jenguk mbak boleh mbak minta peluk Sin..soalnya mbak gak bisa peluk kamu tangan mbak di borgol"


Sinta tidak keberatan dengan permintaan Nadia Sinta langsung bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Nadia membuat Nadia senang. Mau bagaimana pun Nadia perna hidup bersama dengan Sinta di satu kontakan walaupun Nadia datang karena dendam Nadia saja sudah beruba kenapa gak mau memaafkan kita sebagai umat manusia harus saling memaafkan.

__ADS_1


Sinta juga bukan anak pendendam jadi langsung terharu jika ada yang perna menyakitinya beruba Sinta cepat lulu dan memaafkannya.


"Sampaikan maafku ke mbak Eva juga ya Sin maafkan aku dan makasih karena kamu masih mau berikan aku makan maafkan aku ya, kalau kalian pulang hati-hati di jalan"


Setelah pertemuan mereka karena sudah habis waktu akhirnya Nadia kembali kedalama sel sedangkan Sinta, Melli dan Bella langsung keluar dari kantor polisi dan saatnya mereka mau bersiap untuk ke rumah sakit tapi belum Sinta pesan taksi. Sinta kembali menatap kedua sahabatnya meminta jawaban apakah mereka melanjutkan ke rumah sakit atau pulang saja takutnya kedua sahabatnya itu sudah bosan.


Melli dan Bella mengerti tatapan Sinta akhirnya Melli berkata" lanjut saja Sin sudah tanggung kita sudah disini jadi tuntaskan saja semuanya selagi masih ada waktu karena besok-besok belum tentu ada waktu lagi kamu pergi menjenguk ibumu"ujar Melli disambut anggukan oleh Bella akhirnya mereka kembali naik taksi dan menuju ke rumah sakit jiwa.


"Jujur tadi aku pengen memaki mbak Nadia tapi setelah aku melihat perubahan mbak Nadia aku justru terharus dan kasian, seandainya mas Surya beruba begitu aku sangat bahagia. Tapi sayang sampai sekarang mas Surya masih mempertahankan egonya"


Sedangkan di tempat lain Iksan saat ini sudah bersiap untuk pergi ke kantor karena selain ada meeting Iksan juga sudah tidak sabar untuk bertemu dengan orang kepercayaannya untuk mengetahui soal informasi tentang Sinta.


Iksan juga sudah mempersiapkan diri untuk dinner dengan Sinta nanti malam sehingga Iksan deg-dengan karena takutnya nanti informasih yang ia dapatkan tidak sesuai dengan ekspetasi Iksan.


Setelah bersiap Iksan berpamitan sama anak dan orang tuannya dan berlalu pergi ke kantor...


"Semoga informasi yang di dapatkan tidak mengecewakan aku, aku sangat berharap Sinta pilihan terakhirku walaupun belum tahu dia mau menerima aku atau gak karena aku seorang duda anak satu takutnya saat aku mengatakan perasaanku dia justru menolak."

__ADS_1


Selama perjalanan Iksan menuju ke kantor pikirannya hanya tertuju kepada Sinta dan juga informasih apa yang di dapatkan oleh orang kepercayaannya.


__ADS_2