Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
301


__ADS_3

Keesokan harinya Sinta, Bella dan Melli sudah bersiap untuk pergi tapi kali ini mereka tidak pergi ke tempat kerja melainkan mereka pergi ke lapas. Dan rencana setelah selesai dari sana mereka bertiga juga akan berkunjung ke rumah sakit jiwa.... Sebenarnya Sinta belum ada niatan untuk datang lapas atau ke rumah sakit jiwa tapi karena tadi malam Sinta didesak oleh Bella dan Melli untuk menemani Sinta pergi menemui Surya dan Nadia di penjara.


Jadi mau tidak mau Sinta menyetujui usulan kedua sahabatnya itu untuk pergi ke penjara walau terpaksa.


Tidak lupa juga Sinta meminta ijin kepada manajer Andre biar manajer Andre tidak marah. Karena mereka bertiga juga baru minta ijin berapa hari yang lalu.


Setelah Sinta selsai bersiap lalu Sinta menunggu kedua sahabatnya itu, tidak lama kemudian mereka berdua keluar dari kamar masing-masing dengan penampilan yang sudah rapi.


"Sudah selesai Sin kalau sudah yuk kita langsung pergi coba mobil bisa masuk kesini aku bawah mobil yang di kasih sama mas Iksan, jadi kita kemana-mana tidak perlu naik taksi, tapi ya sudahlah mau bagaimana lagi sementara waktu kita naik taksi saja tidak masalah kalau kita sudah pindah kerumah baru pakek mobil saja."


"Yuk kita pergi, semua sudah bereskan? tapi aku mau belikan makanan untuk orang lapas dulu dan kue mau bagaimana pun juga kita sudah kesana jadi aku harus bawah sesuatu untuk mereka, jangan karena keegoisan mas Surya jadi teman tahanan yang lain tidak dapat makan karena aku tidak bawah apa-apa." ujar Sinta.


"Memangnya didalam satu tahanan itu ada berapa orang Sin, sampai dua puluh orang gak?"


"Astaga Bell tahanan sekecil itu masa sampai dua puluh jangankan dua puluh sepuluh saja sudah sesak didalam" sambung Melli.


" Ya siapa tahu aja, tapi Kok kamu tahu Mell"? Tanya Sinta dan Bella.


"Ya tahu lah dulu aku juga sering ke penjara karena ada saudara masuk kesana" jawab Melli enteng


"Oalah pantas saja kamu tahu terus berapa orang didalam Sin"? Tanya Bella


"Katanya sih sepuluh orang Bell jadi aku mau beli nasi bungkus sepuluh terus kue bolu dengan roti nanti mereka bagi-bagi saja."


"Ya sudah begini saja Sin kamu beli kue dan roti terus aku beli nasi bagaimana biar agak lumayan nanti mereka bagi-bagi saja"


"Baiklah makasih ya Bell kamu sangat baik ayuklah kalau begitu biar kita cepat sampai kamu sudah pesan taksi belum Bell kalau belum biar aku yang pesan."

__ADS_1


"Tidak usa Sin aku sudah pesan yuk kita jalan kedepan jangan sampai taksi menunggu kita disana gsk enak sama pak sopit".


Akhirnya ketiga gadis cantik itu mereka berjalan bersama melewati gang kecil itu sambil tertawa seperti tidak ada beban sama sekali.


Mereka bertiga sampai didepan ternyata taksinya belum sampai tapi tidak masalah jika mereka menunggu sebentar dari pada taksi yang menunggu tidal enak.


Sambil menunggu taksi datang mereka bertiga saling curhat akhirnya Sinta jujur kepada kedua sahabatnya soal Iksan yang menjagaknya makan malam.


"Bell, Mell. Boleh gak aku jujur sama kalian tapi kalian jangan marah ya sama aku janji ya"?


Melli dan Bella saling tatap mereka berdua binggung dengan perkataan Sinta.


"Mau jujur apa Sin kayak serius banget ada masalah apa coba ceritakan saja tidak masalah" tanya Melli dan Bella.


"Bukan masalah sih, jadi tadi malam sebelum kalian datang itu aku dapat telpon dari mas kamu Bell, mas Iksan. Eentah kenapa dia telpon minta malam ini aku temani dia makan malam, terus aku tanya boleh gak kalian berdua ikut bersama denganku tapi justru pak Iksan katanya tidak perlu"


Bella yang mendengar kalau Iksan mengajak Sinta makan malam justru kegirangan, jelas Bella senang karena Bella juga suka dengan Sinta menurut Bella Sinta cocok jadi istrinya Iksan dan menjadi ibu sambung Dira."


Melli juga turut bahagia karena senang temannya sudah punya pasangan lagian menurut Melli Sinta dan Iksan cocok Sinta cantik dan baik.


"Aku juga sangat setuju nanti malam aku dengan Bella yang akan make up kamu dan memilih gaun terbaik untukmu, atau bagaimana kalau kita pulang langsung singah mall saja untuk beli baju baru persiapan untuk malam, ingat Sin kamu harus menampilkan penampilan yang terbaik"


"Nah aku setuju dengan Melli berarti sepakat ya kita pulang singah di mall untuk belli baju baru untuk kamu Sin."


Sinta sampai melongo melihat reaksi kedua sahabatnya itu padahal sebelum Sinta kasih tahu sudah takut duluan, kalau sahabatnya itu marah, namun ternyata bukan marah justru kegirangan ane pikir Sinta.


Sinta yang mau pergi dengan Iksan kenapa Melli dan Bella yang hebo untuk mempersiapkan semuanya tapi selepas dari itu Sinta bahagia karena memilikk sahabat yang sangat peduli terhadapnya.

__ADS_1


"Bell kok kamu gak marah aku di ajak sama mas kamu, seharusnya kamu marah dong karena hanya aku yang pergi sedangkan kalian berdua gak ikut bagaiamana sih kalian berdua ini"


Bella dan Melli tidak menjawab pertanyaan Sinta membuat Sinta kesal sendiri pas juga taksi datang dan mereka bertiga langsung masuk kedalam mobil dan berlalu pergi.


Sepanjang perjalanan Sinta hanya diam saja tidak banyak bicara karena Sinta juga tidak tahu apa yang harus ia bicarakan.


"Pak boleh gak sebelum kita sampai di tempat tujuan kita singah dulu sebentar ke rumah makan terdekat, pak tenang saja nanti ongkosnya saya tambahin deh"


"Boleh neng kita singah dimana neng"? Tanya pak sopir.


"Nanti kita singah di rumah makan terdekat pak dan setelah itu kita singah lagi di toko kue bisa gak pak"


"Boleh dong neng" ujar pak sopir senyum.


Karena ini masih pagi jadi jalanan agak sedikit macet membuat mereka terjebak dengan macet.


"Sabar ya neng soalnya ini masih pagi biasa semua orang pada berangkat kerja jadi macet sekali."


"Tidak apa-apa pak tenang saja kita juga tidak buru-buru kok, takutnya pak sopir yang ngejar target heheh" ujar Bella membuat pak sopir terkekeh.


"Heheh neng bisa aja deh."


Hampir lima belas menit mereka terjebak macet akhirnya lepas juga dari kemacetan yang sangat panjang itu.


"Tenyata begini ya kalau keluar pagi macetnya tidak karuan sekarang banyak masyarakat memiliki kendaraan masing-masing jadi membuat jalanan macet, untung motor kalau motor macet pun masih selip-selipan tapi kalau mobil mau menyelinap lewat mana kalau gak menabrak ya di tabrak" ujar Sinta.


"Iya betul neng tapi sebenarnya sama sih senang mau pakek motor atau mobil sama-sama untung dan ruginya, kalau motor untungnya dia bisa menyelinap diselah-selah mobil tapi ruginya kalau panas dan turun hujan, kalau mobil untungnya tidak kena panas dan hujan tapi itu dia harus tahan macet"

__ADS_1


Benar juga kata pak sopir.


__ADS_2