Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
93:93


__ADS_3

Surya benar-benar kanget tapi ia juga heran kenapa ia gak dapat surat panggilan kalau benar seperti yang dibilang Sinta kalau hari ini sidang di gelar, seharusnya satu minggu sebelumnya ia sudah menerima surat panggilan itu.


"Maaf mas bukannya Sinta gak mau beritahu mas tapi tadi siang baru Sinta diberitahu sama....sama...." perkataan Sinta terjeda, Sinta binggung apa ia jujur aja sama masnya kalau Cessie yang beritahu.


"Sama siapa Sinta, kamu tahu dari siapa sih, ya ampun Sin kenapa bisa jadi begini hancur semua, kamu tahu gak Sin biarpun hari ini mas gak datang sidang tetap itu berjalan, karena Cessie datang"


"Sinta di beritahu...sama mbak Cessie mas, saat mbak Cessie makan di restoran Sinta bekerja, ia datang bersama keluarganya katanya mereka baru pulang dari sidang cerai dan mbak Cessie juga sempat bertanya kenapa mas gak datang, namun Sinta hanya jawab gak tahu."


"Ha...kamu ketemu sama Cessie Sin?"


"Iya mas jadi Mbak Cessie yang beritahu sinta,"


"Ya Tuhan kenapa aku kok gak tahu sih hari ini ada sidang pertama masa gak ada surat panggilan, ada yang gak beres nich ."


"Mas Sinta curiga sepertinya mas memang dapat surat panggilan tapi kemungkinan ada yang sembunyikan, selama satu minggu ini kan kita berdua di luar mas, dan yang di rumah itu hanya mama dan mbak Nadia filing Sinta mas antara mereka berdua salah satu yang menerima surat itu, dan mereka sengaja menyembunyikan dari mas agar mas gak ikut sidang hari ini".


Surya terdiam ia menyimak perkataan adiknya yang menurut Surya ada benarnya juga, kemungkinan besar pas surat itu datang ia gak ada di rumah jadi di terimah oleh sang mama atau Nadia, makanya mereka sengaja menyembunyikan surat itu agar Surya gak tahu dan gak datang ikut sidang.


"Iya kamu benar Sih mas berpikir juga seperti itu, antara mama dan Nadia yang melakukan itu, tapi mas merasa gak mungkin mama yang melakukan itu, karena mama aja mau mas kembali dengan Cessie, mana mungkin mama mau sembunyikan, filing mas pasti ini ula Nadia Sinta, mas harus pulang dan bertanya sama dia, awas aja kalau benaran dia sembunyikan."


Setelah selesai bicara lantas Surya mau bangkit berdiri tapi ditahan sama Sinta sembari berkata" mas tunggu sebentar dulu tenangkan hati dan pikiran mas setelah itu baru kita pulang."


Pada akhirnya Surya nurut sama Sinta dan ia kembali duduk.

__ADS_1


"Dek kenapa pas kamu tahu dan ketemu dengan Cessie seharusnya kamu langsung hubungi mas, sekarang mas harus bagaimana Sin, pasti Cessie sedih karena mas gak datang untuk mencengahnya di sidang itu."


Astaga Surya sudah begini juga kamu masih membual, bukannya Cessie sedih karena kamu gak datang, tapi mala Cessie sangat bersukur karena kamu datang sehingga sidang berjalan dengan baik.


"Gak mas mbak Cessie mala terlihat sangat bahagia, gak ada guratan sedih sedikitpun Sinta lihat di wajah mbak Cessie mungkin, mbak Cessie senang karena sebentar lagi ia akan lepas darimu mas, lagian kalau Sinta hubungi mas, memangnya mas mau ngapain mbak Cessie datang dengan orang tuanya"


"Ya kalau mas datang, mas minta Cessie untuk membatalkan persidangan itu Sin, oh ya tadi kamu bilang Cessie datang sama orang tuanya saja atau dengan siapa lagi."


"Hmmm mendingan aku gak usa kasih tahu mas Surya kalau tadi mbak Cessie datang dengan orang tuanya dan seorang laki-laki yang sangat tanpan, takutnya mas Surya menuding mbak Cessie selingkuh lagi padahal ia yang selingkuh, mbak Cessie sudah sangat baik jadi aku gak mau lagi ikut campur dalam masalah mereka." guman Sinta dalam hati.


"kok kamu diam Sin, Cessie tadi datang dengan siapa lagi selain orang tuanya."


"Ah...gak mbak Cessie datang hanya sama orang tuanya aja...iya hanya orang tuanya gak dengan siapa-siapa." ujar sinta gugup.


Sinta langsung pesan taksi untuk mereka pulang ke kontrakan Nadia tak lama kemudian taksi yang di pesan Sinta datang terus mereka masuk kedalam dan berlalu pergi. Sedangkan Nadia yang masih terjaga di kamar karena menunggu Surya pulang tiba-tiba ia gelisa seolah-olah ia merasa ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi.


Tiba-tiba ia teringat kembali surat panggilan yang ada di dalam lemari dan ia lantas keluarkan, lantas Nadia berpikir kenapa ia masih harus simpan di dalam lemari sedangkan sudah selesai sidang hari ini, mendingan ia buang aja ke tong sampah dari pada di temukan oleh Surya bisa kacau.


Lantas Nadia mengambil surat itu dan ia remasnya hendak keluar untuk membuangnya ke sampah, namun baru juga ia keluar, Nadia mendengar ada sebuah mobil berhenti di depan kontrakan, Nadia buru-buru berjalan ke dapur namun terlambat Surya sudah masuk dan mendapati Nadia tegah berdiri sedangkan kertas itu ada di tanggannya.


"Nadia........."


Nadia benar-benar kanget mendemgar teriakan dari Surya, sontak ia menyembunyikan tangannya kebelakang makin membuat Surya curiga. Nadia memberanikan diri untuk bertanya karena filing Nadia kemungkinan besar Surya sudah tahu tentang perihal surat itu.

__ADS_1


"Ada apa sih mas, pulang-pulang teriak malam-malam begini kayak orang kesetanan, ada apa teriak-teriak"


Karena sudah sudah di puncak emosinya ka mendekati nadian baru mencengkram leher Nadia dengan kuat sampai Nadia susah bernapas. Sambil bertanya dimana surat panggilan itu.


"Sekarang kamu jawab dimana surat panggilan untuk sidang hari ini, kamu simpan dimana."


Nadia berusaha melepaskan cengkraman Surya tapi Surya sangat kuat untung sinta keburu datang kalau gak Nadia bisa mati,


"Mas lepasin mbak Nadia bisa mati kalaj cara mas seperti itu," ujar Sinta berusaha melepaskan tangan Surya dari leher Nadia.


"Sekarang jawab dimana surat itu," bentak Surya kesetanan.


"Surat apa sih mas, aku benaran gak tahu.".ujar Nadia masih mengelak.


Tiba-tiba mata Surya melirik ke tangan Nadia yang disembunyikan di bekakangnya, Surya langsung menarik tangan nadia dan merampas kertas yang ada di tangan nadia. Betapa terkejutnya Surya melihat kertas apa itu.


Prakkk prakkk!!!


"Dasar perempuan sial, kenapa kamu sembunyikan ini dariku ha. Gara-gara kamu aku gak ikut sidang hari ini."


Nadia yang mendengar makian dari Surya sebenarnya ia sakit hati tapi nadia sadar ia juga gak serius berhubungan dengan Surya jadi bodoh amat. Tiba-tiba Nadia katawa cekekikan kayak kuntilanak.


"Hahaah...mas...mas..memang saya sengaja menyembunyikan surat itu agar kamu gak datang hari ini supaya kalian cepat cerai, bukankah itu keinginan kita biar kamu tanggung jawab anak ini," Nadia senjaga mengingatkan Surya dengan anaknya padahal bukan itu tujuannya.

__ADS_1


__ADS_2