Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
77:77


__ADS_3

"Mbak mau makan apa biar sinta masakin," ujar sinta sedangkan surya dan nadia yang mendegar melogo.


" Whattt......Benar sin, kamu mau masak? Bukannya selama ini kamu gak perna masak ya, kenapa tiba-tiba kamu mau masak emang bisa?" tanya nadia membuka mata lebar


"Iya benar sin, mameng kamu tahu masak, bukannya selama ini kamu gak perna belajar masak kamu yakin mau masak?." sedangkan surya gak percaya dengan perkataan sinta.


" Hahaha mas, mbak biasa aja ekspresi kalian berdua, Sinta nulai sekarang harus belajar melakukan sesuatu dari sekarang mas agar kedepannya sinta gak selalu ngusain siapapun termasuk kamu mas , sinta mau belajar masak, dan sinta juga akan cari kerja, untuk memenuhi kebutuhan sinta, gak terus menerus berharap sama mas surya."


Surya yang mendengar penuturan sinta ia terharu, ternyata adiknya itu sudah mulai beruba. " kamu sudah mulai berpikir dewasa ya dek, iya memang, mulai sekarang kamu harus belajar dan jangan perna bergantung lagi sama mama."


"Yaudah sin kalau kamu mau masak ada ayam di kulkas silakan kamu mau masak apa terserah kamu asal enak hahaa, mbak pasti suka apa lagi kamu yang masak ini perdana loh,"ujar nadia sambil senyum


"Iya dek mas juga mau lah, boleh ya masak banyak untuk kita mas mau coba masakan kamu pasti enak" ujar surya.


Sedangkan sinta hanya senyum ia akan belajar mulai dari sekarang, ia melihat resep di google kalau gak YouTube. Pas sinta lihat resep gulai ayam sepertinya enak mengungga selera akhinrya ia melihat kulkas ternyata isinya lengkap banyak bumbu yang di beli oleh kak iparnya itu.


"Humm mantap nich mbak nadia sudah belanja semua keperluan dapur saatnya eksekusi ayam gulai Akhirnya dengan semangat sinta hari ini masak gulai ayam di tambah sambel terasi.


Sinta hari ini hatinya sangat senang dan merasa plong setelah mengeluarkan semua unek-uneknya terhadap sang mama, padahal sinta dari tadi melihat bu ayu duduk di ruang tengah tapu sinta gak peduli ia diam saja.


Satu jam kemudian" Wah...baunya wangi banget semoga enak jadi pengen cepat makan ini lapar, ternyata usaha gak menghianati hasilnya."


Jangan tanya kemana bu ayu dari tadi setelah pulang dari rumah cessie gak ada satu katapun ia keluarkan sampai sekarang, sinta masak aja bu ayu diam ian hanya menatap sinta dari jauh , mungkin kata-kata sinta ngena di hati terus menusuk di jantung makanya diam aja hahaha.

__ADS_1


Setelah sinta selesai siapkan semua di meja makan yang mini, ia segerah memanggil kak iparnya dengan surya.


"Mas, mbak yuk makan sinta sudah selesai masak loh, kalau kalian gak keluar aku habiskan semua ini, aku sudah sangat lapar"


"Iya sin, nih kami mau keluar tunggu sebentar ya."


Tak lama mereka keluar baru dari jarak jauh mereka sudah mencium bau masakan yang enak dan wangih, membuat baik surya maupun nadia tersenyum mereka gak sabar untuk mencicipi masakan nadia.


"Wah...sinta sepertinya masakan kamu enak ini, mbak mau coba ah"


Dari tadi mereka bertiga sibuk dengan masakan sinta jadi mereka melupakan bu ayu yang dari tadi menatap mereka dengan sini sembari ngumpet dalam hati" Ck, dasar gak mantu gak anak sama-sama durhaka masa mereka makan gak ngajak aku, padahal lagi lapar banget wangi lagi masakan sih sinta, nawarin ke ini mala gak sama sekali"


Lantas mereka bertiga mau makan namun tiba-tiba surya baru teringat kalau bu ayu belum ada , ternyata dari tadi bu ayu duduk di sofa memandang mereka. Tapi gak mau bergerak. Mungkin ia menunggu di panggil kali. Pada akhirnya surya inisiatif untuk memanggil mamanya.


"Mah, yuk makan cobain deh masakan sinta.sepertinya enak kalau mama gak mau biar kami bertiga habiskan." ujar surya sengaja berkata seperti itu karena surya mau lihat reaksi mamanya.


Ternyata masak sinta enak juga mereka berempat makan dengan lahap, dan selama mereka tinggal bersama baru kali ini, mereka makan bersama di meja.


"Hummm..ternyata masakan kamu enak juga ya, padahal ini perdana loh, kamu masak dengan hati yang tulus mungkin makanya enak." ujar nadia


"Namanya juga belajar mbak tapi aku lihat di google loh dan makasih pujiannya"


"Ck, enak dari mana biasa aja enak beli di wartek harga sepuluh ribu."ujar bu ayu penyakitnya mulai kambu lagi.

__ADS_1


"Haahha, memangnya mama mantu bisa masak seenak ini, perasaan lebih buruk dari ini lagian, kalau menurut aku, enakan masakan sinta dari lada wartek" ujar nadia


"Iya aku juga setuju masakan sinta memang enak tak ada duanya." ujar surya ikut memuji adiknya membuat bu ayu memotar bola matanya dan menatap mereka bertiga dengan sinis.


"Sin, mbak dan mas surya rencana mau lamar kerja lagi, gimana kalau mbak bayar kamu aja untuk masak buat kita makan. Soalnya masakan kamu juga enak."


"Gapapa mbak gak usa bayar nanti sinta akan cepat bagun biar selesai masak baru berangkat kerja, karena sinta mau cari kerja mbak, sinta sudah buat lamaran di restoran, semoga di terimah."


"Kamu yakin mau kerja di restoran? Memangnya kamu lamar kerja di restoran mana?"


"Aku yakin mbak dari pada di rumah juga, aku lamar kerja di restoran di jalan XX, katanya disana bagus dan juga berkualitas "


"Wah...restoran besar itu sinta, mbak kan dulu sering makan disitu desainnya juga bagus makanya banyak pengunjung kesana, gak tahu pemiliknya siapa, tapi sepertinya orang kaya."


Dari tadi bu ayu makan sembari mendengar semua obralan tiga orang itu, setelah selesai makan dab kenyang baru mulai bu ayu keluarkan jurus andalan untuk melarang sinta kerja.


"Sinta mama gak perna ijinkan kamu kerja jadi jangan coba-coba untuk cari kerjaan"


Seketika membuat sinta emosi, mamanya malai mumbual lagi pikirnya.


"Mah, dengar ya sinta sekarang gak butuh ijin lagi dari mama, hiduo sinta begini karena mama, dulu kalau seandainya sinta kulia mungkin sinta sudah wisudah mah, tapi karena keserakahan mama, mengambil buang biaya kulia sinta tanpa pengetahuan mas surya, akhirnya sinta di DO karena gak bayar uang kulia dan sinta gak masuk kampus"


"Tapi apa yang mama ceritakan ke mas surya dan mbak eva mama bilang kalau sinta malas kulia makanya di DO, apa masih kurang mah, ha...masih kurang, kalau bukan mama yang melahirkan aku mungkin seumur hidup aku gak pengen mengenal mama jadi mulai dari sekarang jangan cobak mama mengatur hidup ku lagi."

__ADS_1


Surya yang mendengar pengakuan sinta membuat darahnya mendidi.


Brakkkkkkk!!!!


__ADS_2