
Pak Arya dan dokter Julio menghampiri bu Intan yang baru keluar dari ruangan Cessie dengan wajah sembam karena baru selesai menangis dari tadi saat dari rumah sampai masuk kedalam ruangan.
"Bu..bagaimana dengan keadaan Cessie?" Tanya dokter Julio panik, namun bu Intan senyum karena tidak mau menunjukan keterpurukan kepada calon menantunya itu.
"Cessie, masih kritis nak. Belum bisa bergerak kita hanya berdoa dan berharsp kepada Tuhan, tadi kata dokter Beatrix kita hanya menanti keajaiban dari Tuhan saja nak . Apakah kamu mau masuk nak biar ibu sama ayah pergi ke ruangan bayi saja kalau kamu mau masuk silakan."
Dokter Julio menatap calon mertuanya minta persetujuan karena takut pak Arya mau masuk ternyata pak Arya mengganguk tandanya setuju Kalau dokter Julio masuk ke ruangan Cessie.
"Masuklah nak kedalam, Cessie juga membutuhkan kamu biarpun kalian belum menikah tapi ayah tahu dia sangat membutuhkan kamu dengan saat-saat seperti ini, biar ayah temani ibu ke ruang bayi saja nak."
Dokter Julio tidak mau membuang waktu lagi langsung bangkit dari duduknya dan masuk kedalam karena dokter Julio juga sekalian mau cek kondisi calon istrinya seperti apa, karena tadi hanya dengar dari dokter Beatrix saja sedangkan dokter Julio belum ketemu langsung dengan Cessie.
Dokter Julio langsung masuk kedalam ruangan setelah selesai pakai baju steril. Dokter Julio melangkah mendekati tempat tidur Cessie dokter Julio yang melihat Cessie terbaring lemas di atas ranjang luruh hatinya sangat sakit.
Dokter Julio duduk di samping Cessie dan memengang tangannya sambil mencium tangan Cessie.
"Sayang kenapa jadi begini bagun sayang maafin mas ya, saat kamu membutuhkan mas justru mas tidak ada disampingmu karena mas juga punya tanggung jawab sayang. Bagun dong mana canda tawa mu mas pengen mendengarnya...jangan lama-lama ya tidurnya mas yakin sebentar lagi kamu akan bangun karena kau tidak bisa kalau tidak melihat wajah tanpan calon suami kamu dan juga sekarang mas sudah punya saingan loh."
"Bagun sayang biar kita kasih nama untuk anak kita putra kita belum memiliki nama..masa sayang gak kasih putra kita nama atau namanya Julio junior saja haahha...biar sama tanpannya kayak papanya."
Setelah dokter Julio masuk kedalam ruangan disitu lah bu Intan kembali menangis namun tidak butuh waktu lama setelah itu mereka bangkit dari duduknya dan menuju ke ruangan bayi untuk mengecek bagaimana kondisi bayi di inkubator.
__ADS_1
"Bu bagaimana kalau kita hubungi Aris, beritahu mereka kalau adiknya masuk rumah sakit lagi kritis...jangan kits diam saja nanti kita gak kasih tahu terus dia marah karena adiknya sakit orang tuanya tidak beritahunya."
"Ibu juga berpikir begitu pah...tapi kasian kalau nanti kita kasih tahu terus mereka langsung pulang padahal mereka juga baru kesana."
"Tidak masalah bu kita kasih tahu saja yang penting mereka tahu takutnya kalau kita gak kasih tahu Aris salah paham bu."
"Ya sudah kalau begitu nanti kalau sudah keluar dari ruangan bayi baru ibu telpon Aris, untuk beritahu mereka kalsu gak Faya karena hp papa tinggal dirumah tadi bibi datang tapi papa lupa bilang untuk bibi bawa."
Pak Arya dan bu Intan memutuskan untuk memberitahu Aris dan Faya soal kondisi Cessie namun setelah mereka keluar dari ruang bayi.
Akhirnya pak Arya dan bu Intan sampai di depan ruangan bayi tapi sayangnya hanya satu yang bisa diijinkan masuk, pak Arya sampai memintan sama suster agar dia bersama istrinya masuk kedalam, karena suster tidak tega akhirnya mereka di ijinkan masuk bersama.
"Ya ampun pah cucu pertama kita tanpan sekali walaupun dia dilahirkan prematur tapi badannya gemuk dan sehat, hanya saja jantungnya yang bermasalah sehingga harus dimasukan kedalam inkubator."
Astaga pak Arya bisa-bisanya bilang kalau cucunya mirip dengannya padahal mirip sekali dengan Cessie, tapi memang juga sih karena wajah Cessie justru sangat mirip dengan pak Arya ketimbang bu Intan pak Arya juga putih tinggi.
"Cepat sehetanya cucu nenek biar cepat sama ibu kamu pulang kerumah"
Setelah selesai mereka melihat cucunya pak Arya dan bu Intan kembali keluar dan akhirnya mereka hubungi Aris, maksud mereka hubungi bukan untuk menganggu bulan madu mereka hanya saja memberitahu biar Aris tahu saja.
"Hallo nak...kalian lagi ngapain baik-baik saja kan, maaf ibu menganggu"
__ADS_1
"Hallo bu, maaf, mas Aris ada di kamar mandi ini Faya bu. Ibu dan semua apa kabar juga sehatkan bu kalau Faya dan mas Aris sehat bu"?.
"Syukurlah nak maaf ibu terpaksa menganggu hari bahagia kalian, tapi ibu hanya mau beritahu saja kalian tidak perlu panik dan sampai pulang ibu dan ayah bisa kok mengurus semuanya yang penting kalian tahu saja soal adik kalian Cessie nak"
"Iya..iya bu Ce...Cessie kenapa bu"? Faya sudah mulai panik..selama ini Cessie dan Faya teman jadi manggilnya biasa saja tapi setelah Faya menikah dengan Aris Faya ikut Aris memanggil Cessie dengan sebutan adik.
"Ce..Cessie kritis dirumah sakit nak.....sampai saat ini dia belum siuman..Cessie melahirkan prematur jadi anaknya selamat tapi harus di masukan kedalam inkubator karena jantungnya bermasalah"
"Apa.....bu....Ce...Cessie kritis..." pekik Faya syok mendengarnya langsung luruh ke lantai, air mata Faya mengalir begitu saja tanpa di undang.
"Baik...bu kalau begitu makasih faya dengan mas Aris segerah pulang soal bulan madu bisa kapan saja tapi adik lebih penting kami segerah pulang."
Faya langsung mengakhiri panggilannya sambil menangis di lantai karena selama ini hanya Cessie satu-satunya yang selalu mengerti perasaannya, dan pada saat dia dalam masalah Cessie juga yang berikan semangat apalagi sekarang sudah jadi kakak iparnya mana tega Faya bersenang-senang sedangkan adiknya atau temannya kritis antara hidup dan mati.
Aris yang baru saja keluar dari kamar mandi terkejut melihat istrinya menangis sesunggukan di lantai dengan hp Aris juga tergeletak membuat Aris panik...Aris yang tidak tahu apa-apa berpikir kalau ada perempuan yang telpon ke hpnya dan di angkat oleh Faya.
"Sayang kamu kenapa duduk disitu dan kenapa menangis? Ada apa"?
"Mas kita harus pulang sekarang Cessie mas..Cessie" Faya tidak lanjut perkataannya karena sambil menangis membuat Aris makin binggung.
"Iya sayang bicara itu yang jelas jangan sambil menangis mas jadi binggung Cessie kenapa bicara yang jelas sayang."
__ADS_1
"Cessie mas...Cessie kritis dirumah sakit tadi ibu telpon kita harus pulang mas"
"Apa....Cessie kritis"? Hp yang tadi sudah di punggut oleh Aris kembali di jatuhkan ke bawah sangking terkejutnya Aris.