Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
169


__ADS_3

Cessie gak bisa berkata-kata lagi, ia benar-benar syok dengan perkataan dokter Julio memang selama ini Cessie merasa nyaman kalau didekat dokter Julio. Tapi ia benar gak nyangka dokter Julio punya perasaan yang sama, biar pun seperti itu Cessie gak mau gegaba dalam mengambil keputusan, karena dia juga sudah sedikit trauma dengan pernikahan pertamanya. Bahkan urusannya aja belum selesai.


"Hahaha kak jangan membual, tidak lucu, oh ya kak, aku ada miting nanti aja ya kita lanjut"


"Ok Cess sampai ketemu nanti malam"


Cessie tidak menunggu lama lagi ia langsung mengakhiri panggilannya karena jantungnya berdegup begitu kencang seperti ikut lari maraton.


Astaga kak Julio bisa-bisanya bicara begitu, memang sih jujur aku sangat nyaman jika bersamanya dengan kak Julio tapi bukan dalam arti aku mau membuka hati untuk laki-laki lain, ini juga aku masih hamil dan proses cerai aja belum selesai.


Gila kalau aku menerima seorang laki-laki dalam hidupku dengan kondisiku masih seperti ini. Aku sedikit trauma dengan menikah lagi.


Tapi aku tidak bisa melawan takdir jika takdir kembali membawaku untuk menikah lagi, aku bisa apa semua sudah diatur oleh Allah.


Cessie melihat jam ditangannya, ternyata masi setegah jam lagi baru miting akan segerah dimulai. Sedangkan Cessie sudah tidak tahan dengan kantuk yang sudah menyeruak. Dan pinggangnya juga agak sedikit pengal jadi terpaksa Cessie rehatkan sebentar saja tubuhnya di atas sofa, nanti bari Lita bagunin pikirnya.


Hummm masih lama ternyata mitingnya setegah jam lagi aku luruskan aja dulu deh. Badan ini agak sedikit pengal banget. Cessie ingin berbaring tapi tidak ke kamarnya karena Cessie takut ketiduran jadi ia sengaja baring di sofa yang ada diruangan.


Sebenarnya bisa aja sih Aris dan Lita mengantikan Cessie untuk ikut miting tapi karena Aris ada keluar sebentar jadi takutnya terlambat makanya Cessie yang menghandle semuanya. Ternyata menunggu satu jam itu lumayan lama dan sangat membosankan juga. Apalagi Cessie hamil jad kadang moodnya beruba- uba. Kadang tiba-tiba ngantuk kayak sekarang.


Akhirnya Cessie benar-benar tidur dengan perasaannya nyaman bengat, tak terasa tinggal lima menit lagi miting segerah dimulai, Lita menyiapkan berkas yang akan dipakai Cessie untuk bahan mitingnya.


Namun sebelum sekretaris Lita gegas keruangan Cessie, sekretaris Lita cek lagi takutnya ada yang kurang. Setelah sekretaris Lita mengecek semua dan dirasa sudah, lengap semua, sekretaris Lita keluar dari ruangannya dan segerah melangkah masuk keruang Cessie. Untuk menyampaikan miting akan segerah dimulai, sekretaris Lita sudah beberapa kali mengetok pintu tapi tidak ada respos akhirnya sekretaris Lita mendorong pintunya dan masuk kedalam ruangan Cessie.

__ADS_1


Betapa terkejutnya sekretaris Lita pada saat masuk kedalam ruangan Cessie padahal sudah berapa kali sekretaris Lita mengetuk pintu, tapi karena tidak ada respon dari Cessie akhirnya Lita inisiatif masuk kedalam ternyata Lita terkejut mendapati Cessie tidur sofa.


Sekretaris Lita seketika panik karena ini miting sangat penting, dan semua direksi sudah pada hadir sekretaris Lita sudah tidak tahu mau berbuat apa, ia mau bangunin Cessie juga tidak tega melihat kondisi Cessie yang tidur pulas banget sekretaris Lita melihat kembali jamnya ternyata tinggal tiga menit lagi karena sekretaris Lita makin panik ia keluar dari ruangan Cessie.


Ternyata keberuntungan berpihak kepada sekretaria Lita tiba-tiba Aris keluar dari lift dan berpapasan dengan sekretaris Lita yang lagi panik, Aris yang sudah penasaran bertanya pada Lita.


"Sekretaris Lita, ada apa? kenapa muka panik begith cepat katakan"


"Maaf pak dua menit lagi miting segerah di mulai tapi bu Cessie tidur pak mungkin bu Cessie kelelahan jadi saya tidak tega membangunkannya pak, Aris langsung melangkah masuk kedalam ruangan Cessie ternyata ia mendapati Cessie tidur di sofa karena tidak tega lihat adiknya tidur di sofa, Aris inisiatif mengendong Cessie kekamarnya dan menyelimuti adiknya, Aris langsung kemuar dari ruangan dan memanggil Sekretaris Lita yang terlihat panik.


"Sekretaris Lita siapkan bahan untuk miting hari ini kita masuk ke ruang miting biar saya aja yang mengantikan Cessie, akhirnya Sekretaris Lita bernapas lega dan mengulung senyumnya.


"Syukur...syukur..untung pak Aris datang tepat waktu kalau gak bisa mampus aku. Tapi kasihan juga sih lihat bu Cessie banyak beban yang ia pikul apalagi sekarang lagi hamil, berung bu Cessie punya kak laki-laki sebaik pak Aris yang sangat menyanyanginya, terlihat sendiri dari cara Pak Aris memperlakukan bu Cessie selama ini."


"Selama pagi semua, maaf? Kami agak sedikit terlambat karena bu Cessie lagi tidak enak badan, jadi saya yang akan mengantikan bu Cessie untuk mempin miting hari ini."


Semua direksi yang hadir diruang itu hanya mengangguk kepala dan memberi senyum kepada Aris dan sekretaris Lita.


"Silakan pak Aris menurut kami tidak ada bedahnya pak Aris dengan bu Cessie, jadi tidak masalah silakan" jawab seorang direksi yang hadir.


"Ok baik lah Miting kita dibukan"


Aris memaparkan hasil miting hari ini yang sudah disedialan oleh sekretaris Lita. Hampir satu jam lebih mereka miting akhirnya selesai juga.

__ADS_1


Semua direksi yang hadir mereka senang dengan hasil miting hari ini karena penyampain dari Aris sangat bagus dan dengan detail.


"Makasih pak Aris, luar biasa pembahasan hari ini hasilnya sangat memuaskan, oh ya salam buat ibu Cessie lekas smbuh ya pak Aris."


"Ok sama-sama pak Tom. Akan saya sampaikan salam pak Tom."


Semua direksi yang hadir satu persatu keluar dari ruangan itu, dan pulang ke kantor masing-masing. Sedangkan sekarang tinggallah sekretaris Lita dan Aris diruangan itu.


Aris menatap mata sekretaris Lita hal itu membuatnya salah tingkah" Aduh pak tolong jangan lihatin aku seperti itu nanti aku jadi salah paham." gumam sekretaris Lita dalam hati.


"Sekretaris Lita, tidak apa-apa"? Tanya Aris yang melihat wajah sekretaris Lita merah merona."


"Eh...maaf pak tidak Apa-apa." ujarnya gugup


Aris yang melihat anak rambut sekretaris Lita sedikit maju kedepan dan menutup wajahnya, Aris iseng menyingkirkan anak rambut itu. Sembari berkata" rambut kamu itu di sisir kebelakang biar wajah cantik kamu itu kelihatan."


"Deg......" jantung sekretaris Lita kali ini tidak aman jantungnya berdegup kencang seperti lari maraton.


"Ya Tuhan pak Aris so sweet banget, pria idaman aku."


Yaleah hanya dapat perhatian kecil dari Aris aja sekretaris Lita baper apalagi benaran Aris sukan sama dia aduh mungkit bisa gantung di di pohon tomat haahha.


Sekretaris Lita bisa aja deh.

__ADS_1


__ADS_2