
Sudah satu bulan Cessie di rawat di rumah sakit tapi belum ada tanda- tanda untuk siuman kalau soal kondisi Cessie sudah stabil dan kata dokter Julio tidak lama lagi Cessie akan siuman, Aris dan Faya juga sudah kembali ketanah air setelah mendengar berita dari sang ibu hari itu juga Faya dan Aris berkemas dan pulang malamnya, Faya tidak mau bersenang-senang sedangkan adik iparnya lagi sakarat.
Saat ini mereka semua berkumpul di ruang tunggu, sedangkan dokter Julio masih ada didalam ruangan Cessie untuk periksa Cessie kembali karena semenjak hari itu Dokter julio memutuskan untuk merawat Cessie sendiri dan dokter Beatrix bantu kecuwali di minta bantuan oleh dokter Julio.
Setelah selesai periksa seperti biasa dokter Julio duduk di samping Cessie dan berusaha bicara dengannya walaupun dalam hati kecil sangat sakit.
"sayang kamu tahu gak sekarang sudah genap kamu satu bulan dirumah sakit sampai putra kita sudah sehat, dan sekarang sudah di rumah tapi sayangnya dia belum bisa merasakan asi sayang. karena kondisi kamu seperti ini...padahal kamu sudah berjanji setelah kamu sudah melahirkan kita berikan nama sama-sama untuk putra kita walaupun kita memang sudah menyediakan nama untuk putra kita.
Karena mas nungguin kamu tapi tak kunjung bangun jadi terpaksa mas sudah berikan nama untuk putra kita sayang jangan marah ya. Cepat bangunlah semua keluarga menanti mu dari mbak Eva juga sudah lama datangnya Sinta juga sering kali kesini untuk menjenguk dengan kedua temannya, karyawan kamu di restoran dan di perusahaan mereka sering kesini, bukan hanya itu Iksan dan keluarganya khusus putrynya Dira sering kesini juga.
Kamu tahu kenapa mereka datang? Karena kamu itu sangat baik? sehingga semua orang menyayangimu. Mereka tidak mau kehilanganmu sayang begitu juga mas dan yang lain bangun dong kasian putra kita sayang, ibu dan ayah semenjak kamu sakit ibu juga sering sakit-sakitan."
Dokter Julio bicara panjang lebar dengan air mata yang mengalir keluar tanpa komando air matanya jatuh tidak sengaja kena tangan Cessie, Seketika jari jemari Cessie bergerak....dan tidak lama Cessie membukan mata.
"Mas...." dokter Julio yang tidak tahu kalau Cessie sudsh siuman berjingkat kaget saat mendengar namanya di panggil.
Dokter Julio awalnya menunduk kini mengangkat kepalanya dan menatap Cessie betapa bahagianya Dokter Julio mendapati Cessie sudah membuka mata dan tersenyum kepadanya, padahal semua keluarga sudah putus asa jadi mereka berencara jika dalam satu kali dua puluh empat jam Cessie tidak kunjung siuman pak Arya rencana bawah pulang Cessie saja kerumah biar di rawat di rumah.
__ADS_1
Tapi dokter Julio dan keluarganya dengan keras menolak, lagian rumah sakit itu milik dokter Julio jadi dokter Julio tidak mau calonnya di bawah pulang kerumah biar dia saja yang merawatnya di rumah sakit. Sampai sembuh walaupun dalam pengetahuan medis yang dokter Julio pelajari penyakit seperti yang dialami oleh Cessie sulit untuk bangkit dari komanya, kalau tidak ada keajaiban. Tapi dokter Julio sunggu-sunggu percaya kalau Allah akan berikan keajaiban untuk Cessie.
Dan benar saja sekarang ini Cessie sudah siuman sangking senangnya dokter Julio memeluk Cessie dengen kuat, dokter Julio lupa kalau Cessie masih sakit.
"Ya ampun sayang kamu sudah siuman, kamu tahu betapa takutnya aku kehilangan kamu semua keluarga ada diluar menunggu kamu tahu."
"Mas pelan dong peluknya kalau mas tidak mau aku kehabisan nafas"
Dokter Julio bangkit dari duduknya dan periksa kembali kondisi Cessie ternyata kondisi Cessie sudah stabil.
"Dia sangat tanpan kaya papinya Julio junior loh, hidung mancung kulit putih sama parsis kayak papinya jadi cepat pulang ke rumah"
"Kenapa putraku tidak mirip dengan ayah kandungnya ya Suryakan kulit sawa matang bukan putih. Atau dia ikut aku kali ya hahaha, lagisn mana peduli dia sama putra nya baguslah putra ku gak mirip dengannya"
"Sayang putra kita sudah sehat jadi sekarang ada dirumah bersama dengan suster, sekarang jangan kamu pikirkan itu dulu lebih baik kamu istirahat kembali ya nanti setelah bangun baru bisa ngobrol banyak dengan keluarga. Mereka saat ini Cemas menunggu diluar mas harus keluar untuk memberitahu mereka. Karena ibu Intan mikirin kamu sayang jadi sempat dirawat juga disini karena jatuh sakit tapi syukur ibu sudah sehat."
"Ya Tuhan terimah kasih karena aku sudah melahirkan dengan selamat, seharusnya ayah kandung putraku yang ada di sini dan merasakan bahagia karena kelahiran putranya. Tapi justru ayah sambungnya yang sangat bahagia menyambut kelahiran putra ku, makasih Tuhan karena engkau sudah mengirim orang-orang baik yang mengelilingi aku dan engkau juga memberikan seorang pria yang sangat baik kepada aku dan anakku."
__ADS_1
Cessie bergumam dalan hati tidak terasa air matanya mengalir bengitu saja...mengingat kembali dulu dia begitu merasakan sakit yang luar biasa, tapi sekarang sakit itu sudah hilang dan yang datang hanya kebahagia,an terpancar di wajahnya.
"Mas makasih ya kamu adalah pria terbaik yang Tuhan kirim untukku, biarpun anak yang aku lahirkan bukan anak kandung kamu , tapi kamu sangat senang ketika putraku lahir mas semoga nanti kelak kamu dan putraku menjadi ayah dan anak yang saling menyayangi"
" Sayang kamu bicara apa sih aku melakukan semua ini dengan tulus iklas mas sangat menyayangi putra kita sayang, walaupun bukan anak kandung mas tapi dia anak pertama kita jadi tolong jangan bicara begitu..makanya cepat sembuh biar pulang kerumah karena putra kita sudah menunggu kepulangan maminya
"Semua orang diluar juga sudah menunggu harap-harap cemas mereka berharap saat mas keluar dari sini membawah kabar baik, kamu tahu betapa semua orang mengkuatirkan kondisi kamu, itu karena mereka sangat menyayangi kamu sayang. Jadi cepat sembuh biar nanti setelah kita menikah kita buat adik baru untuk putra kita."
Setelah dokter Julio berhasil membujuk Cessie akhirnya Cessie kembali tidur, sebelum dokter Julio keluar dari ruangan ia mengecek sekali lagi.
Setelah ia memastikan kondisi Cessie baik-baik saja akhirnya dokter Julio gegas keluar dari ruangan.
"kreekkkk...." saat pintu ruangan terbuka semua mata tertuju kepadanya nampaklah dokter Julio berdiri didepan pintu menatap semua orang yang juga menatapnya dengan harap-harap cemas. Mereka semua berharap setelah dokter Julio keluar dari ruangan membawah kabar baik"
Dokter Julio tersenyum kepada mereka semua sehingga hal itu membuat mereka binggung, ke apa dokter Julio sebahagia itu.
"Nak bagaimana dengan kondisi Cessie apakah ada perubahan, ini sudah satu bulan kasian Abian menunggu ibunya dirumah" tanya bu Intan senduh.
__ADS_1