
Iksan yang mendengar dari orang kepercayaannya bahwa info yang Iksan minta sudah lengkap semuanya, membuat Iksan senang karena lebih cepat mendapatkan info tentang siapa Sinta sebenarnyanya disitu juga Iksan secepatnya mengambil kepuutusan jadi tidak tunggu waktu yang lama untuk mencari informasih. Tapi Iksan ingin memastikan lagi apa benar yang di katakan orang kepercayaannya itu.
"kamu serius semua informasih tentangnya sudah ada sama kamu? Kamu tidak bohongkan"? Tanya Iksan.
"Iya betul bos untuk apa saya bohong sama bos gak ada untungnya...bukankah bos menyuruh saya untuk cari tahu"?
"Ok baiklah kalau begitu nanti besok kita ketemu dimana, di kantor atau dimana"? Tanya Iksan.
"Dikantor saja bos nanti saya datang kesana sekitar jam sepululah" ujar pria itu.
Setelah mendapatkan informasi dari orang kepercayaannya membuat Iksan kegirangan. Karena pikirnya lebih bagus kalau informasihnya sudah lengkap.
"Bagus deh kalau sudah lengkap jadi biar aku tahu siapa Sinta sebenarnya."
Iksan masuk kembali kedalam kamar untuk mengecek apakah Dira nyaman gak tidurnya, karena Iksan rencanan pergi ke ruang kerjanya soalnya masih ada kerjaan yang harus diselesaikan.
Setelah mengecek Dira yang sudah enak tidurnya Iksan tersenyum dan gegas pergi ke ruang kerjanya. sedangkan tempat lain setelah Iksan mengakhiri panggilan dengan Sinta, Sinta langsung bangkit dari duduknya dan gegas kekamar mandi untuk mandi. Karena sebentar lagi kedua teman bobroknya datang untuk mengacaukan kamarnya.
"Apa maksudnya pak Iksan ya menyuruh aku menemaninya kenapa bukan pacarnya, nanti kalau aku temani pak Iksan makan malam terus ketahuan sama pacarnya bisa hancur, aku tidak mau jadi pelakor lebih baik aku tidak punya pasangan dari pada aku di katain perempuan rendahan. Aku harus tegas dengan pak Iksan aku tidak mau nanti ada yang salah paham apalagi pak Iksan adalah kakak sepupunya Bella sahabatku"
Sinta dengan kasar merampas handuknya dan masuk kedalam kamar mandi tujuan untuk membersihkan diri karena Sinta merasa gerah karena belum mandi.
__ADS_1
"Humm kusut banget sih muka ini kayak gembel saja rambut berantakan dan wajahku kucel banget"
Sinta melakukan rutinitasnya didalam kamar mandi hampir tiga puluh menit baru Sinta keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar dan fress, karena Sinta sibuk dengan mengeringkan rambutnya jadi tidak perhatikan samping kiri kanan Sinta pikir hanya dia semdiri yang ada di dalam kamar itu, namun tanpa Sinta sadari ternyata Melli dan Bella sudah duduk diatas tempat tidurnya sambil memperhatikan Sinta yang sibuk mengeringkan rambutnya.
Sinta memang sangat ceroboh masa mandi tidak kunci pintu untung yang datang adalah Melli dan Bella kalau orang jahat bagaimana.
"Sinta kamu ceroboh sekali sih kenapa kamu mandi tidak kunci pintu" tanya Bella
Sinta yang keasyikan terkejut dengan suara Bella membuat Sinta berjingkak.
"Ya Tuhan Bell sejak kapan kamu sama Melli disini gila kalian berdua membuat jantung ku hampir copot tahu gak, sejak kapan sih kalian disini kok gak kedengaran pintunya, kalian berdua gak ada niatankan ingin membuat aku mati cepat"
"I,iya maaf aku lupa mengunci pintunya soalnya tadi aku buru-buru mau mandi lagian aku tahu kalian berdua mau datang makanya aku sengaja tidak kunci pintu karena aku takut pas aku mandi kalian berdua datang kalian pikir aku sudah tidur lagi".
"Apapun alasan kamu Sin ini sudah malam jadi tidak boleh begitu kalau nanti pas kami datang kamu tidak buka pintu kami tinggal dobrak saja pintunya ya gak Mell hahaha"?
"Oalah sama saja markona kalau kalian mendobrak pintu terus malam aku tidur tutup pintu pakek apa, bukankah itu yang lebih bahaya, tapi kok bisa kalian masuk gak kedegaran pintunya pas di bukan kalian berdua pakek jin ya"?
"Gila kamu San gak kenal aku dengan yang namanya jin...hidupku lurus-lurus saja aku gak paham dengan begituan."
"Sama aku juga Bell aku tidak suka dengan hal mistris"
__ADS_1
"Hahaha kalian berdua lucu aku cuman bercanda saja kalian sangat serius, ya sudah tunggu aku ganti baju dulu ya"
Sinta langsung ganti baju dan mengolesi wajahnya dengan sedikit pelembab agar wajahnya tetap terlihat fress. Setelah selesai Sinta bergabung dengan kedua teman yang kocak itu, mereka bertiga sering tidur di kamar Sinta karena katanya ada ac. Bella bukannya gak bisa beli ac tapi karena Bella berpikir tidak perlu karena kalau pindah ke rumah peninggalan orang tuannya disitu baru pakek ac saja.
"Jadi ceritanya kalian berdua mau nginap disini bersama dengan aku begitu, kalau kalian berdua tidak mau tidur disini silakan kembali ke kamar kalian masing-masing karena aku mau tidur. Jadi jangan nganggu aku tapi kalau kalian mau tidur disini ok tetap disini sekarang pilihan ada di tangan kalian berdua mau tidur disini atau kembali ke kamar kalian masing-masing"?
"Hahah kita tidur disini dong ada ac lagian kasur kamu juga besar kali jadi bisa muat lima orang ini Sin...kita mau temani kamu soalnya oh, ya Sin aku mau nangih janji kamu sama aku waktu kita di restoran tadi, kamu harus jelaskan ke aku semuanya aku penasaran soalnya"
Karena Sinta sudah lupa dengan janjinya bahwa setelah sampai di kontrakan Sinta akan jelaskan semua kepada Bella soal apa hubungan Sinta dengan Cessie sang bos.
Sinta yang sudah lupa menyipitkan kedua matanya tanda Sinta tidak mengerti perkataan dari Bella, membuat Bella cemberut.
"Janji apa markona perasaan aku tidak janji apa-apa sama kamu deh..kamu tidak mimpikan belum juga tidur sudah ngigau"
"He Sin aku tidak ngigau tahu aku tanya serius yang waktu kita di restoran soal hubungan kamu sama bos Cessie soalnya kalian berdua sangat akrab kayak ada hubungan begitu."
"Oh itu....ternyata kamu masih ingat juga ya padahal aku sudah lupa sebenarnya ceritanya sangat panjang Bell jadi aku akan ceritakan kepada kamu garis besarnya saja ya aku binggung juga cerita dari mana."
"Ya sudah terserah kamu mau cerita dari mana yang pengting sekarang kamu cerita deh jujur aku penasaran banget hubungan kalian"
Memang Sinta belum perna cerita ke Bella, kalau Melli sudah perna tapi itu pun tidak dengan detail hanya garis besarnya saja karena sebenarnya Sinta juga merasa malu membuka aib keluarganya, tapi karena Sinta sudah percaya dengan kedua temannya Sinta percaya kalau mereka berdua bisa menerima kondisinya, kalau Sinta sudah cerita terus mereka menjauh juga tidak apa-apa karena itu sudah resiko.
__ADS_1