
Waktu terus berjalan, sekarang sudah lima bulan sejak Cessie keluar dari rumah sakit Abin semakin lincah dan sudah bisa di ajak berbicara waalupun dia belum bisa membalas, setiap pertanyaan yang di lontarkan dari orang yang sengaja mengajak dia bicara.
Tapi dia hanya balas dengan tertawa yang sangat mengemaskan, Cessie juga sudah kembali masuk ke perusahaan tapi kali ini pak Arya tidak lepas tanggung jawab pak Arya juga selalu pantau dan sekarang pak Arya rencana akan membangun anak cabang perusahaan agar Aris yang mengelolahnya.
Karena sekretaris Lita berhasil membangun proyek kerja sama dengan pak Bambang jadi perusahaan Arya grup mendapatkan penghasilan sampai miliyaran. Itu yang membuat perusahaan Arya grup makin jaya.
Sekarang Cessie dan dokter Julio sudah mempersiapkan penikaham mereka, dan tinggal satu minggu lagi mereka akan menikah sehingga dokter Julio dan Cessie buat janji dengan Wo untuk pergi fitting baju, dan Rencanan dokter Julio akan datang menjemput Cessie dirumah untuk pergi ke tempat Wo.
Cessie sudah bersiap dan segarah turun kebawah tapi sebelumnya ia ingin ke kamar Abian dulu, dia cek bagaimana dengan Abian apakah dia baik-baik saja.
Saat Cessie masuk ternyata cessie mendengar ada suara kekehan anak kecil dari dalam kamar ternyata suster ngajak Abian bercanda jadi tawanya sampai diluar. Cessie tersenyum senang karena putra nya sejauh ini tidak mengalami sakit justru tubuhnya makin genduk dan pipi nya maki chubby. Itu yang membuat semua orang gemas dengannya.
"Wah....anak mami tawanya itu nak sampai diluar loh senang ya...iya nak...sampai semangat kali tawa nya." Abian hanya tersenyum melihat Cessie. Sesekali kaki dan tangannya di angkat ke atas minta di gendong sama Cessie. Biarpun Cessie sudah rapi tapi tidak masalah gendong putra nya.
"Hehehe....minta di gendong ya nak sama mami cup.....cuppp....sini mami gendong sayang, hummm wangi banget kamu nak" ujar Cessie gemas
Cessie mengendong Abian karena Abian juga sudah mandi bau minyak telon biasa minyak bayi sangat wangi dan sengar kalau di cium.
"Maaf ya nak, mami tidak bisa lama-lama karena mami mau pergi sama papi kamu mau fitting baju, jadi anak mami sama sus dulu ya sayang umaaach...." Cessie ciumi pipi chubby anaknya hingga Abian cekikikan.
__ADS_1
"Sus titip Abian ya saya mau keluar mungkin sore baru saya pulang karena dari fitting baju saya harus ke perusahaan karena ayah akan meninjauh pembanguan perusahaan cabang jadi gak ada orang di kantor kakak Aris pergi Cek kandung mbak Faya soalnya."
"Siap non tenang saja Abian tenang bersama saya." Jadi Faya juga sudah hamil tapi belum tahu berapa bulan karena baru di ketahui makanya hari ini Aris dan Faya pergi periksa kedokter sesuai arahan dari bu Intan dan Cessie.
Setelah bermain dengan Abian saatnya Cessie turun ke bawah namum baru sampai di tanggah ternyata dokter Julio justru naik ke atas.
"Loh...mas sudah datang, terus kenapa naik bukannya mau pergi kok naik lagi ke sini"
" Sayang, mas mau gendong putra tanpan mas dulu baru kita berangkat soalnya sudah berapa hari ini mas tidak ketemu dengannya hanya lihat foto dan videonya yang mengemaskan itu. Lagian sayang belum sarapankan sana sarapan dulu" Dokter Julio melewati Cessie yang sudah mau turun jadi urun, melihat calon suaminya melewatinya begitu saja hanya untuk mau gendong putra nya.
"Hay....putra tanpan ayah..wah lagi main ya sama sus, seru ya nak, kok suaranya nyaring sekali. Sini papi gendong dulu papi kangen tahu nak" Cessie hanya mengangah saja menyaksi calon suaminya yang begitu menyayangi putra nya. Memang semenjak Abian lahir dokter Julio sering sekali datang ke rumah Cessie, sudah berapa kali bu Rina datang dengan suaminya hanya untuk jenguk cucuk mereka.
Sekarang papi lebih fokus ke kamu dan mami kamu jangan sampai kalian berdua kenapa- kenapa papi tidak mau" Abian yang di ajak bicara hanya mengankat tangan dan mengelus wajah dokter Julio sambil tersenyum gemas.
"Mas banyak stok Den...nanti kalau sudah habis saya akan beritahu non Cessie"
Setelah dokter Julio selesai gendong Abian dokter Julio hendak turun kebawah ternyata masih mendapati Cessie di tangah membuat dokter Julio menaikan kedua alisnya heran, dan jalan mendekati Cessie.
"Oh, mami. Mau di gendong juga sama papi kayak papi gedong Abian tadi kalau mau yuk papi gendong kebawah langsung meja makan hahahaha" dokter Julio jailin calon istrinya membuat pipi Cessie merah merona karena malu didengar oleh suster.
__ADS_1
"Mas jangan ane-ane deh...siapa yang mau di gendong..Cessie hanya terharu saja mas, karena mas menyayangi Abian kayak anak kandung sendiri, cobak ayah kandungnya sama seperti kamu mas mungkin Abian sangat bahagia memilik dua orang ayah yang sangat menyayanginya walaupun kami sudah cerai, tapi sayangnya harapan tinggal harapan itu tidak akan terjadi, sampai kapanpun Abian hanya punya satu ayah bukan dua"
Dokter Julio sangat mengerti perasaan calon istrinya dan langsung merangkul tubuh Cessie kedalam pelukannya jadi mereka tidak menyadari kalau Aris ada berdiri di bawah, rencana memanggil mereka untuk makan karena bu Intan dan pak Arya sudah menunggu.
"Sudah selesai berpelukan belum dek, soalnya ibu dan ayah menunggu di meja makan" ujar Aris mengangetkan dokter julio dan Cessie.
"Eh...kakak Aris kapan disitu kok gak bilang" tanya Cessie gugup.
"Sejak kalian berpelukan dek kakak sudah disini hehehe" kurang ajar sih Aris ngejek aja kerjanya.
Dokter Julio dan Cessie turun ke bawah tapi dokter Julio tidak mau makan, karena tadi dari rumah sudah makan jadi hanya Cessie yang ikut makan.
"Mas yuk kita makan, ayah dan ibu sudah menungguh." ujar Cessie mengajak dokter Julio.
"Mas tadi baru selesai makan sayang jadi mas tidak makan lagi, mas tunggun saja disini, sana makan jangan biarkan orang tua lama menunggu di sana." akhirnya Cessie gegas ke meja makan.
"Nak bukannya nak Julio sudah datang kenapa tidak ikut sarapan, panggil dia ikut sarapan." tanya pak Arya.
"Mas Julio katanya sudah kenyang ayah, karena tadi sebelum kesini sudah sarapan makanya mas Julio gak ikut sarapan"
__ADS_1
Akhirnya satu keluarga itu sarapan bersama dalam diam, hanya bunyi piring dan sendok. Hampir lima belas menit mereka sarapan setelah selesai mereka kembali ke ruaang tengah menemui dokter Julio disana.