
Satu minggu sudah berlalu dijalannya oleh Surya didalam penjara, setelah putusan oleh pengadilan. Sekerang penampilannya makin berantakan dan perutnya buncit, rambut makin panjang kumis dan janggutnya juga mulai tumbuh. Surya menjalani Hari-harinya dengan banyak diam dan murung.
Tapi dalam hatinya ia menyimpan sebuah dendam yang tidak terkira, ya Surya sudah janji jika nanti pas dia keluar dari penjara ia akan pergi mencari Cessie dan merebut anaknya bahkan bukan hanya itu dalam hati Surya juga menyimpan dendam terhadap Nadia.
Ia sudah sumpah pada dirinya sendiri jika dia keluar akan membunuh Nadia, dia akan mencari Nadia sampai ketemu karena semua yang terjadi pada hidup Surya itu karena ula Nadia, padahal Surya juga tidak sadar diri kalau dia juga yang salah. Apalagi pas Surya masuk penjara justru Nadia bukannya datang untuk mendukungnya tapi mala menghilang entah kemana, Surya juga sudah mendengar kalau ternyata, Nadia memang sudah tidak bisa memberikannya anak lagi karena rahaimnya sudah di angkat oleh dokter.
Karena Surya sudah lama di penjaran jadi sudah terbiasa dengan suasana yang ada dalam penjara, ia hanya mengikuti kegiatan yang sudah di berikan oleh para petugas lapas, Surya juga sudah mulai bergaul dengan teman-teman lapas yang lain dan mereka saling berbagi cerita.
Apapun yang Surya lakukan di lapas hanya satu keinginannya, yaitu selalu melakukan kebaikan agar cepat keluar dari penjara karena ada keingin terbesar diluar sana sudah menantinya yaitu membunuh Nadia itu yang selalu ada dalam pikiran Surya.
"Dasar wanita ******, kamu yang datang dengan sendirinya di hidupku kamu juga yang menghancurkan semuanya, sekarang giliran aku seperti ini kamu justru mala menghilang, aku benar-benar menyesal mengenalmu dan menerima kamu kembali, coba waktu itu aku tidak menghianati Cessie mungkin sekarang ini hidupku sudah bahagia karena sebentar lagi Cessie akan melahirkan anak kami. Tapi sayangnya aku tidak ada di sampingnya saat dia melahirkan semoga pas aku keluar dia masih nenungguku agar kami berdua rujuk kembali"
"Jika aku keluar dari sini orang yang pertama aku temui adalah ibu, aku harus tahu juga kondisi ibu gimana, apakah ibu sudah membaik atau belum, sebenarnya semua yang terjadi dalam hidupku sampai aku berada di tempat ini tidak sepenuhnya salah ibu, aku yang seharusnya patut disalahkan, karena aku juga tidak bisa menjaga rumah tanggaku dengan baik, aku juga ikuti apa kata ibu akhirnya jadi seperti ini."
Semua sudah terlambat, semoga setelah aku keluar anakku masih mau menganggap aku sebagai ayahnya, aku tidak iklas Cessie bahagia dengan laki-laki lain apalagi sampai anakku lebih dekat dengan ayah tirinya di banding aku ayah kandungnya.
__ADS_1
Sinta juga semenjak aku memarahin dia dengan mbak Eva sampai sekarang dia tidak perna lagi menjenguk aku, apakah dia marah atau benci sama aku, karena sikapku yang tidak baik, kasian dia kalau mbak Eva sudah pulang kampung sedangkan ibu di rumah sakit terus Sinta dimana sekarang ya, apa dia masih kerja, semoga dia tidak mengikuti jejak aku dan mengikuti sifat ibu tapi mendingan Sinta mengikuti sifat mbak eva aja.
"Dek Sinta kamu benaran benci ya sama mas, maafin mas ya dek mas tidak berguna maafin mas, mas berharap kamu datang jengguk mas Sinta, mas kangen kita yang dulu lagi, hanya karena mas semua hancur." gumam Surya dalam hati
Surya sekarang merenungi nasibnya selama Surya didalam penjara ia belajar banyak hal, dari mendapatkan nasihat dari temannya dan yang lain.
Apalagi teman Surya yang bernama Tejo itu, yang selalu bersama dengan Sury ngobrol.
Memang sekarang ini Surya sudah mulai sadar tapi sadarnya masih sangat kecil, hahaha ada lagi yang namanya sadar kecil, ia belum sadar sepenuhnya.
"Ngapai kamu melamun sendirian disini, ada lagi yang menghantuimu" tanya Tejo.
"Ya biasa lah Jo, mikirin nasib yang sekarang lagi sial, aku hanya memikirkan aja perempuan ****** itu yang membuat aku hancur, giliran sekarang aku tidak punya apa-apa dan tidak bisa apa-apa, dia justru menghilang, selama aku disini tidak sekalipun dia datang menjenguk aku. padahal karena rayuan dia aku yang meninggalkan istriku dan sekarang semua hancur."
"Rasanya aku pengen cepat keluar dari sini dan menghabisinya, ternyata seperti ini ya rasanya jika kita menghianati orang yang tulus mencintai kita, demi wanita tidak jelas kita langsung dapat karma, aku benar-benar menyesal mantan istriku dimana pasti dia sudah bahagia, aku yang jadi tidak iklas membuirkan dia bersanding dengan pria lain"
__ADS_1
"Jangan kamu egoia jadi laki-laki bro ingat kamu yang menghianatinya bukan dia, bukankah pada saat kamu melakukan perselingkuhan kamu sudah siap menerima resikonya, jadi kamu harus iklas karena waktu kamu melakukan kesalahan kamu juga sadar, karena kalau kamu tidak iklas dan pada saat kamu keluar dari sini dan membuat masalah baru lagi, aku yakin kamu kembali kesini lagi"
"Ingat bro..ada dua macam istri, ada yang membawah keberuntungan ada yang membawah kehancuran, kamu mau tahu istri mana yang akan membawah keberuntungan? dan istri mana yang membawah kehancuran.
"Istri sah...istri sah adalah istri yang berani hidup kekurangan dan rela menemani suaminya dari nol, hingga menjadi sukses. sedangkan istri simpanan akan menemani kamu dari sukses hingga kembali menjadi nol hehehe itu lah perbedaannya." ujar Tejo
"Iya benar seperti yang kamu katakan Jo buktinya benar adanya, aku nikah dengan Cessie istri sah ku aku hanya kerja sebagai karyawan rendahan, tapi setelah kami menikah jabatanku langsung naik tidak tanggung-tanggung di angkat menjadi manajer keuangan, tapi itu berlaku hanya sementara setelah muncul perempuan iblis itu." ujar Surya
"Kamu tahu aku paling benci namanya menyakiti hati perempuan, aku sudah punya anak dan juga istri, hanya saja aku yang melakukan kesalahan sehingga bisa masuk kesini. Kalau perempuan itu diuji saat hidup keluarganya susa, apakah seorang perempuan itu bisa bertahan hidup susa gak dengan suaminya."
"Namun berbedah dengan perempuan, laki-laki itu imannya di uji pada saat dia kaya raya, disitu banyak iblis akan mengodahnya dan kalau suami egois dan melupakan pegorbanan istrinya ya, ia akan terjatuh, saat banyak wanita pengodah datang dengan penampilan yang wah...dan putih cantik nah disitulah mulai terjatuh."
Surya dan Tejo ngobrolnya sangat seru dan keasyikan ngobrol mereka, menurut Surya setiap apa yang di katakan Tejo selalu benar, karena memang seperti itulah kenyataannya.
Tejo juga selalu mengingatkan Surya untuk, merubah sikapnya agar nanti bisa cepat keluar dari penjara, namun kalau Surya tidak berubah, suatu saat Suya akan kembali ke penjara dengan hukuman yang sangat berat.
__ADS_1