
Sekarang bu Sari dan pak Yanto sudah bulat untuk menjual rumah yang menjadi kenangan mereka, semua itu dilakukan karena mereka ingin hidup tenang tanpa ngangguan dari Nadia. Mereka sudah tidak memikirkan Nadia lagi pak Yanto dan bu Sari sudah menganggap kalau Nadia sudah meninggal jadi tidak perlu di pikirkan lagi.
Setelah pak Yanto dan bu Sari pulang dari liburan mereka akan cari rumah baru dan rumah lama akan di jual.
Mampus kamu Nadia orang tua kamu memang benar-benar sudah tidak menganggap kamu ada begitu sakitnya hati orang tuamu karena perbuatan jahat kamu. karena pak Yanto Melihat bu Sari sepertinya tidak baik-baik saja membuat pak Yanto kuwatir dan mengajak bu Sari kembali ke penginapan untuk istirahat.
"Bu yuk kita kembali ke hotel aja sepertinya ibu kecapean biarkan bibik dan Maya bersenang-senang disitu sampai bosan nanti juga mereka berdua pulang nanti papa menyuruh Danang untuk menjaga mereka berdua."
"Pah...ibu lagi berpikir kita gak punya siapa-siapa lagi pah, anak juga sudah gak ada bagaimana kalau kita adopsi anak atau angkat seorang anak menjadi anak kita. Ibu pengen punya anak biarpun bukan anak yang lahir dari rahim ibu tapi dia mau menghargai kita pah, dari pada punya anak kandung tapi tidak berguna justru membuat hidup kita hancur"
Pak Yanto terkejut mendengar perkataan istrinya, karena memang sudah lama pak Yanto juga berpikir untuk mengakat seorang anak hanya saja pak Yanto tidak berani mengatakan kepada istrinya takutnya bu Sari marah. Dan berpikir yang macam-macam.
Namun tanpa pak Yanto duga sang istri tiba-tiba berkata demikian membuat pak Yanto senang. Berarti keinginana pak Yanto untuk mengangkat anak akan segerah terkabul.
Pak Yanto menatap istrinya dan meminta kepastian takutnya bu Sari hanya bercanda. Karena pak Yanto sangat tahu watak istrinya seperti apa.
"Ibu serius mau adopsi anak, ibu gak bercandakan? Apa tujuan ibu ingin mengadopsi anak bu."
"Memangnya kenapa pah ibu bicara serius loh, ibu tidak bercanda karena memang ibu ingin punya anak lagi. Ibu pengen adopsi seorang anak"
"Ibu mau anak perempuam atau laki-laki terus umur berapa?" tanya pak Yanto.
__ADS_1
"Ibu sih pengen perempuan tapi baik dan tidak membuat masalah, ibu mau anaknya sudah besar anak gadis tapi tidak punya orang tua "
Tiba-tiba pak Yanto teringat dengan anak gadis yang pernah ia temui di rumah sakit, baru perteman kali pak Yanto ketemu sudah jatuh hati ingin memgadopsinya sebagai anaknya. Tapi sayang anak gadis itu seperti hilang di telan bumi sampai sekarang pak Yanto sudah kehilangan jejak.
Tapi apakah bu Sari mau mengadopsi anak gadis itu belum tentu juga hanya saja pak Yanto kasih saran untuk bu Sari. Semoga bu Sari mau menerima anak gadis itu tapi pak Yanto pergi cari kemana.
"Yaudah bu, nanti baru kita bicarakan lagi soal itu sekarang kita kembali ke hotel aja dulu biar ibu istirahat nanti malam kita bahas. Karena sekarang kondisi ibu lemah mungkin karena kecapean "
Akhirnya bu Sari dan pak Yanto kembali ke hotel sedangkan ke empat orang itu masih di pantai bersenang sampai puas. Biasa ini baru pertama kali di ajak liburan jadi mereka tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas itu pakan lagi coba.
Sedangkan di tempat lain Nadia menyeret kakinya dengan berat, ia harus berjalan keluar dari kompleks perumahan dulu baru bisa dapat taksi karena. Karena dari perumahan ke jalan raya ajak sedikit jauh berapa meter jadi harus jalan kaki kedepan.
Nadia ngomel sepajang jalan dia tidak terimah orang tuanya pergi berlibur meninggalkannya, padahal orang tuanya pergi berlibur karena ingin menghilangkan semua beban yang ada di pikiran mereka. Hahaha kadang lucu dengan daya pikirnya si Nadia ini.
Dari tadi sudah di jelaskan berulang kali oleh ibu-ibu perumahan kalau bu Sari dan pak Yanto saja sudah berangapan kalau Nadia sudah meninggal, bahkan sudah buat selamatan tapi entah otak sih Nadia terbuat dari apa ya sampai tidak mencerna setiap perkataan orang.
Lagian dia pikir orang tua mana yang tidak sakit hati dengan perilaku buruk anaknya yang sudah sangat jahat dan tidak bisa di atur. Anak yang sudah di rawat dari kecil di sekolahkan dengan banyak biaya giliran besar bukannya membuat orang tua bangga tapi justru menghancurkan usaha orang tuannya.
Hampir tiga puluh menit Nadia menunggu di jalan akhirnya sebuah taksi berhenti tepat di depan Nadia, Karena Nadia sudah kepanasan ia tidak menunggu lama lagi ia langsung masuk kedalam mobil taksi dan taksi berlalu pergi.
"Neng mana alamatnya" tanya sang sopir akhirnya Nadia memberitahu alamat kontrakannya. Selama perjalanan Nadia kembali memikirkan setiap perkataan ibu-ibu tadi dan juga penjelasan dari bu Icha.
__ADS_1
"Siapa ya kira-kira yang kirim karangan bunga itu, atau yang kirim itu perempuan sinting itu, tapi tidak mungkin dia yang melakukan itu, karena dia tidak tahu rumah orang tua ku tapi kalau bukan dia siapa ya"
"Dan tadi juga bu Icha bilang kalau semua orang sudah tahu aku meninggal itu artinya memang ibu dan ayah sudah tahu, sehingga mereka berpikir kalau aku memang benaran sudah meninggal."
Bodoh kamu Nadia orang tua kamu itu tahu kalau kamu itu masih hidup tapi mereka sudah tidak menganggap kamu sebagai anak mereka lagi, jadi mereka sudah putuskan kalau anak mereka yang bernama Nadia sudah meninggal.
Karena kamu sudah melukai hati kedua orang tuamu bukan hanya itu kamu sudah membuat mereka juga kehilangan perusahaan dan menanggung malu karena kejahatanmu, jadi jangan kamu berpikir kalau orang tua kamu tidak tahu kalau kamu itu masih hidup.
Orang tua kamu tidak sudih menganggap kamu anak mereka lagi, jadi lebih baik kamu pergilah Nadia pergi sejauh mungkin dan jangan menunjukan batang hidungmu lagi. Biarkan orang tuamu hidup tenang dulu.
"Hahaha berarti nanti kalau mereka sudah pulang berlibur aku akan membuat kejutan untuk mereka, karena ayah dan ibu pikir aku sudah meninggal tapi ternyata belum jadi pasti ayah dan ibu sangat senang dengan kepulangan aku ke rumah. Hummm ada bagusnya juga tadi aku datang ayah dan ibu gak ada di rumah jadi aku sudah tahu semuanya."
"Biar aku berikan kejutan untuk ayah dan ibu.
Aduh....aduh....kasihan banget kamu Nadia hidup kamu penuh dengan drama. Jangan-jangan bukan kamu yang berikan kejutan tapi sebaliknya kamu yang terkejut karena orang tua kamu yang memberikan kejutan untukmu dan tidak bisa kamu lupakan semur hidupmu.
Dengan berat hati dan terpaksa Nadia harus kembali lagi ke kontrakannya walaupun Nadia kecewa karena orang Tuanya tidak ada di rumah, tapi Nadia senang karena ia juga bisa mendapatkan hp baru jadi rencana nanti Nadia akan beli kartu untuk pasang ke hpnya untuk menghubungi orang-orang yang ingin Nadia hubungi.
"Tidak masalah hari ini aku tidak bisa ketemu dengan ayah dan ibu tapi aku senang karena bisa dapat hp baru, aku harus pergunakan untuk menghubungi orang-orang yang dulu dekat denganku untuk minta tolong. Masa mereka tidak bisa menolongku pada saat aku dalam kondisi seperti ini, dulu mereka senang berteman sama aku tidak mungkin sekarang justru mereka menghindar."
Semoga kamu tidak kecewa ya Nadia karena kehidupan kamu yang dulu dengan sekarang berbedah, dulu kamu masih kaya karena suami dam orang tua kamu tapi sekarang apalagi yang mau kamu banggakan tidak ada jadi pasti tidak ada yang mau berteman sama kamu.
__ADS_1