Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
134 Cessie Ketemu Mbak Eva


__ADS_3

Mbak Eva berusaha hubungi Cessie untuk minta ketemu karena satu minggu lagi mereka rencana akan kembali ke tempat suaminya, tapi mereka masih menunggu sidang keputusan untuk Surya apa lagi sekarang, bu Ayu juga linglung kayak orang gak waras, makanya mbak Eva belum pulang karena takut terjadi sesuatu sama bu Ayu.


Cessie yang sekarang sibuk di kantor tiba-tiba hpnya berdering.


Drttttt drtttttt!!


Cessie mengalihkan fokusnya ke hpnya yang kebetulan ada di atas meja" humm Mbak Eva...Ya ampun kenapa aku bisa lupa kalau mbak Eva ada disini, pasti mbak Eva berpikir kalau aku sombong padahal karena banyak pekerjaan makanya aku lupa." ujar Cessie mengaruk kepalanya yang tak gatal


Cessie segerah mengangkat telponnya yang sedari tadi berbunyi terus menerus. "Hallo mbak, apa kabar maaf ya mbak aku sibuk banget jadi lupa kalau mbak ada disini"? Tanya Cessie setelah mengangkat telponnya.


"Hallo Cessie, kabar baik, kamu apa kabar? Iya gapapa mbak paham kok kamu kan sibuk ngurus pekerjaan"? Tanya mbak Eva.


"Syukurlah, aku juga baik mbak, maaf aku sangking sibuknya. Jadi lupa kalau mbak ada disini, mbak ada dimana sekarang kita ketemu yuk mbak, kebetulan aku agak sedikit santai hari ini, aku kangem sama mbak soalnya hahah"? Ujar Cessie terkekeh


"Ha...benaran Cess kamu punya waktu? Kebetulan mbak juga lagi gak ada kerjaan, yaudah kita ketemu dimana Cess? biar mbak kesana, tapi mbak sama suami dengan Zila gapapa kan ya?"


" Oalah gapapa dong mbak, mbak kalau begitu kita ketemu di restoran di jalan X aja mbak, aku segerah kesana kalau mbak duluan sampai juga gapapa soalnya takutnya ada sedikit macet,"


"Ok baik Cess kami juga segerah menuju kesana"

__ADS_1


Baik Cessie dan mbak Eva sama-sama mengakhiri panggilan, dan mereka bersiap-siap Cessie yang sudah selesai pekerjaannya langsung merampas tasnya di atas meja dan menuju ke ruangan Aris. Sesampai diruangan Aris Cessie minta ijin keluar sebentar jadi ia menitipkan perusahaan.


"Mmmm kak, aku aku mau keluar sebentar ya kak menghandle pekerjaan yang lain soalnya aku mau keluar sebentar gapapa kan kak"?


"Aris yang sedari tadi sibuk dengan membuat jurnal menoleh ke adiknya" mau kemana kamu dik, pergi sama siapa ingat hati-hati jangan makan sembarangan lihat tuh perut kamu sudah mulai membuncit. Kak gak mau ponakan kak kenapa-napa" ujar Aris menyerocos begitu saja membuat Cessie terkekeh geli melihat sifat posesif banget. Sama seperti dokter Julio yang selalu melarang ini dan itu.


Karena gemas dengan tingkah kak angkatnya itu Cessie menarik hidung mancung Aris.


"Uhhhhhh...sakit dik, jangan tarik terus nanti kalau hidung kak makin mancung, takutnya banyak cewek yang lengket, nanti kamu gak mau lagi bilang harus koleksi yang berualitas haahha, kak kamu ini dik bukan hanya ganteng tapi juga mancung " ujar Aris terkekeh.


"Astaga ternyata kak ku ini selain posesif ia juga memiliki kepedean yang sangat tinggi, sok soan bilang banyak cewek yang lengket tapi gak ada satupun yang mau, gimana sih jangan sampai kak di kasih julukan jomblo aku lo...."


"Hahaha kege,eran kali kak, yaudah Cessie pergi dulu ya jaga perusahaan kak, kalau masih sempat balik ke kantor ya nanti Cessie balik, tapi kalau gak sempat Cessie langsung pulang ke rumah, pasti ayah dan ibu ada di rumah."


Cessie berlengang pergi meninggalkan ruangan Aris dan masuk kedalam lift,


Tak lama lift terbukan dan Cessie masuk kedalam dan turun ke lantai dasar.


Ting tong!!

__ADS_1


Cessie keluar dari lift dan bergegas keluar menuju ke loby karena mobilnya sudah ada di depan, Cessie melempar senyum ke semua karyawan yang kebetulan lewat begitu juga satpam yang ada di depan..


Cara Cessie itulah yang membuat Semua orang menyukainya. Selain ramah Cessie juga suka berbagi, dia sering berbagi makanan yang dipesan langsung dari restorannya. Untuk bagi ke karyawan, karena pikirnya mereka sudah berjuang bersama membesarkan perusahaan Arya grup jadi gak masalah kalau berbagi sedikit untuk mereka.


Cessie langsung masuk kedalam mobil dan berlalu pergi, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan normal, semenjak Cessie hamil dan perutnya sudah sedikit membuncit, membuat Cessie hati-hati dalam bekerja dan mengemudi mobil, sebenarnya pak Arya dan Aris sudah sering melarang Cessie tapi, dasarnya Cessie agak sedikit keras jadi ia hanya bilang tak masalah.


Cessie melajukan mobilnya ke restoran yang sudah membuat janji dengan mbak Eva.


Sedangkan setelah mbak Eva selesai menelpon Cessie ia segerah mandi dan berdandan agak sedikit menor, sekalian mbak Eva tak lupa mengaja sang suami mas bram dan Zila. Karena memang mbak Eva sudah ijin Cessie.


Setelah selesai bersiap mereka langsung berangkat ke restoran X kebetulan mbak Eva datang bawah mobil sendiri jadi gak repot lagi nyari taksi. Mas bram nyetir mobilnya memecahkan kesunyian jalan raya karena memang ini agak siang jadi gak banyak kendaraan kayak pagi dan sore.


Dengan semangat mbak Eva menuju ke restoran sudah gak sabar pengen ketemu dengan Cessie.


"Mas aku gak sabar ketemu deh Cessie, dia perempuan yang baik tapi sayangnya Surya gak becus jadi suami, ia mala memilih perempuam yang jahat yang datang hanya untuk menghancurkan hidupnya, lagian saya heran sama Saurya kok bisa juga mau nikah dengan perempuan gak jelas itu, padahal Cessie cantik memang seperti itu ya laki-laki ya mas, melihat wanita cantik sedikit aja mata sudah jelalatan kemana-mana padahal sudah punya istri."


Mbak Eva bicara sambil melirik mas Bram hanya saja mas Bram senyum aja, karena dia bukan tipe laki-laki seperti itu, mas Bram sangat mencintai mbak Eva jadi kemanapun ia pergi, ia selalu jaga kepercayaan yang sudah istrinya percayakan kepadanya.


"Sayang jangan berpikir kalau semua laki-laki itu sama, karena tak semua laki-laki seperti itu, mas sangat mencinta kamu jadi percayalah sama mas, mas gak pernah berpikir untuk menyakiti kamu. Mungkin takdir pernikahan Surya dan Cessie sudah seperti itu jadi mau gak mau ya mereka harus iklas dan menerima"

__ADS_1


Perkataan mas Bram membuat mbak Eva tersenyum, ia bahagia karena suaminya sangat baik dan setia, memang selama ini sang suami gak perna macam-macam diluar, padahal ia sering pergi kerja diluar tapi mbak Eva sangat percaya sama Suaminya.


__ADS_2