Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
260


__ADS_3

Setelah selesai bu Sari gegas mengambil tasnya dan hendak keluar karena bu Sari tahu kalau sang Suami paling tidak suka menunggu lama jadi bu Sari langsung keluar dari dalam kamar dan turun kelantai bawah menemui suaminya.


"Yuk pah kita berangkat sekarang" ujar bu Sari.


"Aduh bu tunggu sebentar papa mau ke toilet sebentar gapapa kan bu" ujar pak Yanto


"Ya gapapa dong pah dari pada papa sakit bagaimana". Pak Yanto gegas ke toilet sedangkan gantian bu Sari yang main hp sambil menunggu pak Yanto keluar dari toilet.


Sedangkan taksi yang di tumpangi oleh Nadia sudah memasuki area perumahan tapi sangking asyik main hp Nadia tidak menyadari kalau dia sudah sampai.


"Neng kita sudah sampai neng gak mau turun" ujar pak sopir membuat Nadia sadar dan menoleh ke luar dan ternyata benar kalau dia sudah sampai di depan rumah, Nadia membuang pandangannya ke rumah bu Icha ternyata banyak ibu-ibu berkumpul disana membuat Nadia malas keluar tapi mau bagaimana lagi terpaksa.


"Aduh sial banget sih kenapa harus ada ibu-ibu rempong pada ngumpul disitu cobak nanti jadi bahan omongan karena aku datang naik taksi, dan gak bawah apa-apa lagi nanti mereka tahu kalau selama ini aku bohong dong, ah bodoh amat deh aku datang kesini bukan untuk mereka aku kesini karena mau ketemu ibu sama ayah. Yang penting mereka ada."


"Neng jadi turun gak kalau gak aku berangkat lagi" ujar pak sopir yang melihat Nadia yang bukannya turun dari taksi justru melanum.


"I, iya pak sabar dikit dulu napa pak" ujar Nadia kesal sambil membuka pintu mobil dan turun.


Setelah Nadia turun langsung melangkah ke gerbang ternyata para ibu-ibu sudah melihat Nadia.


Eh...bu, ibu lihat deh itu sih Nadia gak sih tadi dia datang bukannya naik taksi ya katanya suami seorang pengusaha sukses masa naik taksi sih."

__ADS_1


"Iya itu memang sih Nadia memangnya ibu tidak kenal dengan suaminya sih Nadia, dia ganteng dan juga ramah, memang dia seorang pengusaha sukses kok tinggal di luar negeri dulu waktu masih tinggal di negara ini dia sering kesini kok tapi sudah hampir tiga tahun ini dia gak pernah kesini lagi, sama juga dengan sih Nadia tapi sekarang pas dia datang justru sendirian naik taksi dan coba lihat kelihatan kurus banget kelihatan tidak terawat.'


"Nadia yang mendengar setiap gunjingan dari para ibu komplek menahan emosi karena sekarang tujuannya untuk menenui ibu dan ayahnya agar bisa menolongnya.


Sedangkan pak Yanto sudah keluar dari toilet dan mereka keluar dari rumah hendak ke halaman untuk pergi, Nadia yang mengintip dari celah gerbang melihat kedua orang tuanya hendak pergi langsung memencet bel rumah. Dan tidak lama pak satpam buka pintu tapi betapa terkejutnya pak satpam melihat siapa yang berdiri didepannya.


"Argrh....ha....hantu....."Teriak pak satpam langsung pingsang Nadia yang melihat pak satpam pingsan jadi panik karena dia masih diluar pintu belum masuk jadi kedua orang tuanya tidak tahu kalau Nadia datang.


Sedangkan para ibu yang mendengar teriakan pak satpam lari berdatangan ke rumah pak Yanto. Pak Yanto dan bu Sari gegas menghampiri pak satpam yang sudah pingsan.


Saat sampai di depan gerbang betapa terjejutnya bu Sari dan pak Yanto melihat siapa yang berdiri di depan pintu dengan memasang senyum, seketika emosi pak Yanto dan bu Sari tidak terkendalikan lagi.


Danang memapah satpam dan membawahnya kedalam rumah setelah Danang pergi Nadia sangat bahagia karena akhirnya dia ketemu dengan ayah dan ibunya.


Hahaha jangan bahagia dulu Nadia karena kamu tidak tahu apa yang akan mereka lakukan kepada kamu pasti kamu kanget dengan reaksi kedua orang tua kamu.


Nadia yang melihat kedua orang tuanya berdiri di depan gerbang Nadia memanggil kedua orang tuanya dan hendak memeluk mereka berdua, namun dengan sontak bu Sari mendorong Nadia dengan kasar sampai Nadia tersungkur di bawah.


"Ayah, ibu Nadia kangen, kenapa kemarin Nadia datang kalian gak ada dirumah."


"Bukkkkk"

__ADS_1


"Argrh......." teriak Nadia karena sakit apa lagi diluar


Aksi yang di lakukan oleh bu Sari sontak membuat Nadia terkejut apalagi dengan para ibu -ibu rempong.


"Ibu kenapa kasar banget sih sama aku apa salahku bu, aku kangen sama ibu dan ayah makanya aku jauh-jauh dari luar negeri aku tinggalkan anak dan suamiku disana hanya untuk ketemu dengan ayah dan ibu masa aku di perlakukan begini bu, ayah kenapa ayah diam saja saat melihat aku di perlakukan seperti ini oleh ibu apa salahku bu apa kalian tidak menyayangiku lagi karena sudah lama aku tidak datang untuk menjenguk kalian"


"Seharusnya ibu dan ayah maklumi karena perusahaannya mas Iksan semakin berkembang dan Dira juga sudah besar jadi harus jaga dia makanya aku tidak punya waktu bu, yah aku tahu ayah dan ibu sangat merindukanku, tolong maafkan aku bu, yah aku janji tidak akan pergi lagi aku akan menjaga kalian disini nanti aku minta Ijin sama mas Iksan pasti dia ijinkan aku tinggal disini."


Bu Sari yang mendengar semua perkataan omong kosong Nadia makin emosi, bu Sari melangkah mendekati Nadia dan memberikan hadia tamparan keras mengenai pipi Nadia sampak merah.


"Plakkkkkk"


" Jangan banyak omong kosong anak kurang ajar siapa yang mengajari kamu untuk belajar omong kosong selama ini, kamu bilang apa tadi Iksan dan Dira sibuk di luar negeri omong kasong macam apa itu."


"Untuk apalagi kamu datang kesini, kami sudah tidak menginginkan kamu disini lagi jadi lebih baik kamu pergi dari sini dan jangan perna menginjakan kaki kamu dirumah ini lagi karena kami sudah tidak punya anak seperti kamu. Kami sudah menganggap bahwa anak kami hanya satu jadi sudah bahagia disorga sana"


Mampus kamu Nadia kamu baru saja datang sudah dapat hadia dua kali itu baru dari bu Sari belum lagi dari pak Yanto. Makanya jadi anak itu tahu cara membahagikan mereka apalagi kamu juga sudah menikah kamu sudah berikan mereka banyak penderitaan terhadap mereka.


"Ayah....tolong bilang sama ibu siapa sih bu yang membuat ibu kayak gini aku ini anak ibu, maafkan aku bu karena selama ini aku sibuk banget bu, yah. Makanya gak sempat jenguk kalian tapi bukan dalam arti aku melupakan kalian aku selalu mengingat ayah dan ibu aku datang kesini karena merindukan ayah dan ibu tapi kenapa aku di perlakukan seperti bu, yah apa salahku"


Aduh si Nadia belum sadar juga.

__ADS_1


__ADS_2