
Setelah itu nadia mala diam membisu, tapi hubungan kami tetap harmonis, walaupun mulai hari itu nadia seperti gak peduli dengan dira, ia selalu keluar berbelanja dan jalan kemana-mana sehingga dira selalu jaga oleh pengasu.
Namun saya selalu menegornya dengan kembut agar ia gak sakit hati, hingga dira umur delapan bulan mau masuk sembilan bulan, suatu sore saya pulang dari kantor ternyata hanya bibik dan pengasuh dira di rumah sedangkan nadia gak ada, saya pikir mungkin nadia ada keluar sebentar karena ini masih jam empat.
Entah kenapa waktu di kantor pikiran saya gak tenang, selalu tertuju pada nadia dan dira, biasanya pulang jam lima sore dan sampai rumah jam enam, kali ini saya pulang jam tiga kurang karena singah lagi di toko kue untuk beli kue, kesukaan nadia dengan senang hati saya pulang karena ingin ketemu mereka.
Namun betapa hancurnya hati ini, setelah sampai di rumah ternyata ada laporan dari bibik kalau nadia sudah pergi dari pagi tadi, dengan tentengan koper di tangan, awalnya saya gak percaya, karena saya pikir dira masih kecil gak mungkin nadia setega itu meninggalkan kami berdua, apa lagi selama ini saya gak perna sedikitpun kasar sama nadia, jadi salahnya dimana.
Aku langsung ambil hp dan berusaha menelpon tapi sayang nomornya sudah gak aktif, hari itu saya sebagai seorang ayah dan suami perasaan hancur... sehancur..hancurnya.
Saya orang yang paling susa menangis kali ini pertahanan saya runtuh, saya pikirkan anak saya masih sangat kecil, masih butuh kehagatan pelukan seorang ibu.
Saya melihat dira yang masih sangat bayi seharusnya ia masih sangat membutuhkan ibu dan asi tapi mulai saat ini saya berjanji jika dalam satu bulan nadia gak pulang saya anggap sudah mati.
Dan hari itu juga saya mulai kasih dira susu toko, untung kakak perempuanku sangat baik walaupun belum menika waktu itu, tapi dia sangat menyanyagi dira. Kak alana merawat dira seperti anaknya sendiri bahkan dira memanggil kak alana dengan sebutan ibu.
__ADS_1
Dira benar-benar gak tahu kalau kak alana bukan ibunya namun saya lalai, saya gak kasih peringatan untuk pengasuh dira jadi ia terlanjur menceritakan ke dira kalau kak alana bukan ibuny melainkan ibunya yang sudah pergi.
Awalnya saya murka sama pengasuh dira tapi saya juga berpikir itu kesalahan saya karena gak beritahunya.
Mulai dari situ dira selalu mempertanyakan ibunya, sehingga membuat luka lama terbuka kembali. Tapi karena dira anak gadis yang baik biarpun umurnya masih kecil tapi disaat di kasih pengertian dia langsung paham.
Saya sering mencari nadia tapi nadia seperti di telan bumi, gak ada jejak dimana-mana akhirnya saya memutuskan ceraikan dia dan siap menjadi ayah tunggal mengurus putry cantiku, namun saat ini benciku sama nadia makin bertambah, kalah anak gadisku selalu bertanya kenapa ia gak punya ibu.
Suatu pagi pas weekend saya dan dira bermain di taman, pada saat kami berdua istirahat tiba-tiba di dira bertanya, padahal umurnya baru satu tahun enam bulan tapi anak gadisku sangat pintar kalau dia bicara lebih dari orang dewasa.
Namun jawaban anakku membuat aku sedih," Tak usa ayah dira gak pengen punya ibu cukup punya ayah, karena ibu jahat, lagian untuk apa ayaj cari ibu lagi sedangkan ada ibu alana yang sangat sayang sama dira"
Aku memdengar ucapan anak gadis ku dengan mata berkaca-kaca, akhirnya pertahanan runtuh dia menangis sejadi-jadinya, orang tua mana yang gak hancur lihat anaknya menangis karena rindu dengan ibunya yang gak tahu dimana rimbanya.
"Aku janji nak aku akan cari ibu kamu dan membalas semua sakit hati ini untuk kamu. Akhirnya aku memutuskan akan kembali ke tanah lahirku untuk mencari perempuan sialan itu.
__ADS_1
Karena aku yakin dia kembali ke tanah air, aku cari dia bukan dalam arti aku akan kembali hidup dengannya oh....itu gak mungki. Aku gak akan sudi menerima wanita hati busuk dan gak ada hati nuraninya itu, bahkan aku bertekad gak akan tunjukan fotonya sama dira biar ia gak perna kenal seumur hidup.
Tapi aku akan cari dia dan menghancurkan hidupnya, karena saya yakin dimana pun dia berada kemungkinan dia sudah menikah lagi atau bisa jadi jual diri. Dari mana ia dapat uang sedangkan perusahaan orang tuanya aja hampir colaps, dan dari pengakuan orang tua nya perempuan itu tak perna pulang ke rumah.
Sekarang aku dan dira hampir enam bulan lebih di tanah air untuk mencarinya, namun hasil nya tetap nihil belum ketemu sampai sekarang, saya berpikir jika saya terus mencari begini sampai kapanpun gak bakal ketemu, akhirnya aku meminta sama orang kepercayaanku untuk mencarinya.
Karena selama ini aku sendiri yang mencari, sudah berapa kali aku mendatangi rumah kedua orang tuanya tapi hasilnya sama karena kata orang tuanya selama ini perempuan itu tak perna datang kesana, berarti selama dia pergi dari rumah, dia gak perna kembali ke orang tuanya.terus dia kemana". Tolong pembaca setia tolong bantu cari dimana perempuan itu berada hahahah
Seumur hidupnya saya gak akan perna maafkan perempuan bajingan seperti nadia saya selalu berdoa, semoga pas saya ketemu denganya hanya ada nisan bukan orangnya, karena kalau seandainya dia hanya menyakiti hati saya, tak masalah, mungkin itu sudah takdir, tapi anak kecil yang tak berdosa yang masih sangat rentah dan membutuhkan kasih sayang seorang ibu.di tinggal pergi begitu saja.
Semoga orang kepercayaan saya secepatnya memberikan kabar yang baik untuk saya, karena saya juga sudah sampaikan kepada kedua orang tua perempuan itu, kalau dia bukan tanggung jawab ku lagi.
Bahkan sampai sekarang pun dira gak perna ketemu dengan kedua orang tua dari ibunya, menurutku gak perlu biar lah anak gadisku gak usa kenal mereka selamanya takutnya sangat melukai perasaan putry kecilku.
Aku selalu menjaganya aku gak mau dia merasa di abaikan, karena hanya putryku satu-satunya yang selalu membuat lelah ku hilang saat pulang dari kantor biarpun capek, lelah namun pada saat melihat dia menyambut kepulanganku dengan senyum yang manis, capek dan lelah itu hilang seketika.
__ADS_1