
Setelah selesai saling menyapah satu sama lain, Cessie masuk kedalam lift dan naik menuju ke ruangannya, karena sekarang Cessie sudah punya sekretaris baru mengantikan sekretaris Lita.
Karena Cessie tidak mau ambil sekretaris orang lain, karena kebetulan sepupunya Faya yang bernama Masni datang dari kampung untuk mencari pekerjaan sehingga Faya masukin ke perusahaan Cessie untuk membantu Cessie. Awalnya Cessie ragu karena Masni adalah anak dari pamannya Faya jadi Cessie takut Masni punya niat buruk datang ke kota untuk membalas dendam, namun seiring berjalanannya waktu ternyata Masni tidak mengikuti jejak ayahnya Masni benar-benar anak gadis yang baik sehingga Cessie menyukainya.
Hari ini Cessie ada pertemuan penting dengan klien untuk membahas proyek besar yang akan Cessie tangani, bahkan ada proyek besar juga dari pak bambang yang sudah Cessie menangani langsung karena sekarang Aris sudah sibuk dengan perusahaannya sendiri, perusahaan yang di bangun pak Arya untuk Aris juga cepat sekali berkembang sehingga Aris juga sudah sibuk mengurus semuanya namun Aris tetap tidak melupakan adik perempuannya sekali-sekali Aris datang berkunjung ke perusahaan pusat.
Saat Cessie masuk kedalam ruangan tiba-tiba ada ketukan pintu dari luar, Cessie langsung menyuruh masuk ternyata Masni.
"Ada apa sekretaris Masni? jadi jam sembilan kita ketemu dengan klien?" tanya Cessie.
"Nah itu dia bu, saya baru mau beritahu ibu kalau hari ini klien kita batal datang, karena ada urusan penting jadi saya kembali menjadwalkan lagi bu untuk besok jam dua belas menurut ibu bagaimana"? Tanya sekretaris Masni.
"Oh, tidak masalah sekretaris Masni atur saja, saya kapan saja bisa biar nanti besok kita ketemu klien sambil makan siang aja, tapi semua bagaimana proposalnya sudah tersedia kan"?
"Semua sudah aman bu dan ada juga beberapa berkas yang harus ibu tanda tangan, sebelum ibu tanda tanfan mohon di periksa terlebih dulu bu, jika masih ada yang perlu di perbaiki ibu tinggal bilang saja sama saya biar saya langsung perbaiki"
"Baiklah sekretaris Lita! eh Masni. Maaf saya selalu ingat Manajer Lita soalnya dulu lama manajer Lita kerja sama saya disini sebelum pindah menjadi manajer jadi sampai sekarang masih terbawah karena manajer Lita sangat berjasa bagi saya dulu." Ujar Cessie.
__ADS_1
"Oh ya, memangnya manajer Lita perna melakukan apa bu? sampai ibu selalu ingat dengan manajer Lita, maaf saya lancang bu." Karena sekretaris Masni penasaran makanya langsung bertanya.
"Heheh santai sekretaris Masni, bukannya saya tidak mau cerita tapi karena panjang ceritanya intinya manajer Lita perna menyelamatkan nyawah saya, kalau sekretaris Masni ketemu manajer Lita boleh tanyakan saja" ujar Cessie membuat sekretaris Masni senyum.
"Segitunya ibu Cessie menganggumi manajer Lita sampai salah ucap tadi apa yang sudah dilakukan manajer Lita ya, pada bu Cessie. Sampai nama manajer Lita masih ternyiang di pikiran bu Cessie, ya tidak salah juga sih kalau saya lihat juga manajer Lita orangnya sangat baik begitu juga ibu Cessie saya beruntung kerja disini dimasukan sama mbak Faya, saya harus berikan yang terbaik untuk perusahaan ini dan jangan sampai saya mengecewakan mbak Faya, saya harus bekerja lebih giat lagi" gumam sekretaris Masni dalam hati.
"Baik bu kalau begitu saya pamit dulu kalau ada apa-apa ibu tinggal hubungi saja" ujar sekretaris Masni.
" Silahkan sekretaris Masni" ujar Cessie mempersilahkan sekretaris Masni keluar.
Sekertaris Masni masuk ke ruangannya dan kembali mengerjakan pekerjaannya sedangkan Cessie kembali sibuk dengan pekerjaannya, karena banyak sekali berkas yang harus di periksa dan juga masih banyak laporan yang lain membuat Cessie sangat serius dengan leptopnya.
Hal itu membuat sekretaris Masni langsung pamit keluar karena sekretaris Masni tahu siapa pria itu dan hubungan apa dengan Cessie.
"Loh mas, kok sudah datang? bukannya tadi pagi kata mas masih operasi siang ini kok sudah ada disini, memangnya mas tidak ada jadwal siang ini mas"? Tanya Cessie.
"Sayang bisa tidak suami datang itu dipersilahkan duduk dulu baru berikan pertanyaan, belum disuruh duduk tapi banyak pertanyaa yang di lontarkan bagaimana sih sayang."
__ADS_1
Cessie terkekeh melihat suaminya pura-pura ngambek ternyata seorang dokter Julio begitu manja sama istrinya, hanya perkara duduk aja di bahas padahal biasanya kalau datang tanpa di persilahkan pun sudah nyosor.
"Biasanya juga mas datang tanpa di suruh juga langsung duduk tumben minta di perhatikan. Ya sudah sini suami Cessie yang paling tanpan silahkan dusuk disini"
Mendengar perkataan Cessie dokter Julio langsung tersenyum dan duduk disamping Cessie.
"Sayang ini makan dulu, mas tahu kamu belum makan juga kan makanya mas segaja beli makanan untuk kita makan bersama tadi mas mau ke sekolah Abian, tapi setelah mas telpon pengawal katanya mereka sudah pulang, makanya mas langsung kesini jadi kita makan dulu, mas sudah lapar" ujar dokter Julio
Cessie tidak banyak bertanya lagi mungkin setelah selesai makan dulu baru tanya lagi kalau sekarang jangan dulu karena dokter Julio sudah lapar jasi tidak fokus menjawab nanti.
Cessie langsung membuka makanan yang di bawah oleh dokter Julio dan meraka berdua makan bersama, dokter Julio nyuapin Cessie sangat perhatian sekali dokter Julio terhadap Cessie, begitu dokter Julio sangat menyayangi Cessie sampai nyamperin ke kantor tapi memang sih tadi pagi dokter Julio sudsh janji akan datang ke kantor.
"Sayang kamu sudah kenyang belum? kamu harus banyak makan sayang" ujar dokter Julio.
"Mas juga harus banyak majan juga biar mas sehat" ujar Cessie.
Hampir dua puluh menit mereka makan setelah selesai Cessie dan dokter Julio duduk sambil bercerita, akhirnya Cessie kembali bertanya kenapa dokter Julio cepat datang padahal janji jam dua baru datang.
__ADS_1
"Mas katanya jam dua atau jam tiga baru datang setelah selesai operasi"?
"Iya sayang pasien yang satu batal operasi karena gara-gara suami brengsetnya itu yang menundah operasi akhirnya istri anak lewat dua-duanya sayang, masalah istrinya sudah sakit-sakitan suaminya harus pengen istrinya melahirkan normal. Itulah suami bejat dan pelit tidak mau mengeluarkan uang padahal normal juga bayar tapi itulah saat ditanya kenapa tidak mau sesar dia dengan entangnya bilang kalau dia mau istrinya merasakan bagaimana melahirkan normal, tadi saudara laki-laki dari istrinya itu datang kerumah sakit jadi mereka gebukin dia sampai babak belur mas aja emosi."