Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
333


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju ke rumah, Cessie tidak banyak bicara dia hanya diam sedangkan dokter Julio sekali-sekali melirik calon istrinya, tumben calon istrinya diam seribu bahada biasanya paling aktif bicara.


Dokter Julio gak tahu kalau calon istrinya lagi mengucap syukur dalam hati, karena Tuhan sudah menyembuhkannya dan sebentar lagi mereka akan sampai di rumah. Dia juga mengucap syukur karena Abia ln sehat.


Karena masih pagi biasa kemacetan di ibu kota tidak bisa dihindari karena itu sudah makanan sehari-hari bagi masyarakat ibu kota.


"Sayang, kenapa kenapa diam saja dari tadi awas loh kesambet nanti, bahaya."


"Aku hanya bersyukur saja mas Allah maha baik sehingga aku bisa sembuh dari koma selama satu bulan itu bukan waktu sebentar mas, tapi itu butuh waktu yang lama kalau bukan karena pertolongan Allah aku tidak ada disini, dan kalau gak mungkin kita tidak akan perna ketemu lagi"


"Iya benar sayang semua ini karena pertolongam dari Allah jadi kita patut mengucap syukur"


Tidak lama akhirnya mobil mereka membelok masuk kedalam pekarangan rumah setelah merewati kemacetan panjang.


"Syukurlah akhirnya kita sampai juga di rumah tapi kok sepih banget sih mas, kayak gak ada penghuni, kemana ibu sama ayah"


Padahal tanpa Cessie tahu semua ada didalam rumah mereka sengaja munutup pintu biar saat Cessie datang gak ketahuan, kalau ada orang didalam mereka semua sudah menunggu didepan pintu siap menunggu Cessie masuk.


Dokter Julio senyum sembari mengajak Cessie masuk kedalam." Sayang, yuk masuk. Mungkin ibu ada didalam gak mungkin ibu menunggu disinikan ibu gak tahu mas antar pulang kamu jam berapa mas juga sengaja gak ngabarin ibu dan ayah tadi kalau kamu pulang jam segini."


Dokter Julio menarik tangan Cessie dan menuntntunya masuk kedalam rumah saat sampai di depan pintu, dokter Julio sengaja mengetuk pintu dan mengucapkan salah.


Crekkkk......!

__ADS_1


"Selamat datang kembali ke rumah putry tersayang ibu"


"Selamat datang Cess"


Cessie yang terkejut menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya karena terharu mendapatkan suprise dari ayah, ibu dan semuanya yang makin membuat Cessie terharu Adalah semua tetangga juga ada disana dan.


Cessie sempat terpukau dengan pemandangan yang ada didalam sangat mewah dan indah sudah kayak acara nikahan saja.


"Ya ampun apa ini makasih banyak semuanya ayah, ibu makasih untuk kebaikan kalian semua sudah membuat kejutan dan menyambut kepulangan Cessie kerumah dengan semangat, Cessie pikir ayah dan ibu tidak datang jemput karena sibuk ternyata semua berkumpul disini? berarti mas juga tahu tapi tidak mau memberitahu Cessie." Dokter Julio terkekeh mendengar omelan Cessie.


"Selamat datang ya adik kakak yang paling cantik, akhirnya kakak bisa melihat senyum kamu lagi, kamu buat kakak syok saat tahu kamu sakit" Faya dan Aris memeluk Cessie dengan erat begitu juga mbak Eva sangat terharu melihat kekompakan keluarga Cessie. Kalau Sinta janji akan datang dengan Bella dan Melli tapi belum datang juga.


Satu persatu memeluk Cessie, para tetangga juga mengucapkan selamat datang kembali kerumah untuk Cessie, tiba-tiba suster datang sambil mengendong bayi munggil tanpan sekali kehadapan Cessie.


Cessie dengan senang hati mengendong bayi nya itu, dan menciumi pipi cubby nya itu, sangat mengemaskan.


"Putra kesayangan mami, tanpan sekali kamu nak astaga, senyummu manis sekali, hampir mirip senyum kamu kayak papi kamu tuh" Cessie mentoel hidung dokter Julio hal itu mengundang tawa semua yang ada di dalam rumah.


"Makanya cepatlah menikah biar Abian punya papi kasian Abiannya," celetuk bu Rina.


Akhirnya Cessie di tuntun untuk duduk di sofa sambil mengendong bayinya. Semua mata tertuju kepada Cessie dan Abian karena mereka senang melihatnya.


"Bu, siapa yang menyiapkan ini semua dekornya bagus banget bu, makasih ya sudah menyambut Cessie pulang dengan baik, padahal tadi Cessie pikir ibu dan ayah keluar kemana karena rumah sangat sepih ternyata semua berkumpul didalam. Terus kapan ibu dan ayah kesini sedangkan mas Julio ada dirumah sakit."

__ADS_1


"Ayah dan ibu kamu sudah dari jam delapan disini tadi rencana mau ke rumah sakit, tapi nak Julio katanya tak perlu datang jemput kesana biar dia yang antar makanya gak ada yang datang ke rumah sakit tadi, dan yang menyiapkan ini semua siapa lagi kalau bukan calon suamimu."


"Oh gapapa bu, lagian sudah pada sibuk disini makanya mas Julio melarang ibu datang jemput"


Hari ini Acara syukuran Cessie berjalan dengan lancar, hanya ada canda tawa kebahagiaan menyelimuti mereka semua yang ada di rumah itu.


Para tetangga yang datang mengucapkan selamat kepada Cessie karena sudah melahirkan, acara dari pagi hingga sore akhirnya selesai juga...semua para tetanga pada pulang ke rumah masing-masing. Sekarang tinggal keluarga yang masih berkumpul di ruang tengah.


Setelah makan malam bu Rina dan sang suami ijin pulang ke rumah sedangkan dokter Julio harus kembali ke rumah sakit tinggallah Cessie, kedua orang tuanya, Faya dan Aris terus mbak Eva.


"Tante,..Cessie! makasih karena sudah mau menumpang saya disini berapa hari ini, tapi maaf saya harus pulang karena beberapa hari lagi mas Bram sudah pulang jadi rencana lusa saya haru pulang ke kampung" celetuk mbak Eva secara tiba-tiba membuat semua menoleh kepadanya.


"Kenapa cepat sekalih nak kamu pulang, kapan kamu datang melihat ponakan kamu lagi, biar bagaimanapun Abian anaknya Surya kita tidak bisa bohong biarpun Surya tidak mau mengakuinya"


Mbak Eva mendengar penuturan bu Intan langsung menunduk kepala, merasa tidak enak hati karena perbuatan Surya. Mbak Eva merasa malu karena memang apa yang di katakan bu Intan benar.


"Atas nama adik saya Surya, saya minta maaf sebesar-besarnya tante, tapi secara pribadi saya harap Abian tidak perlu mengenal ayah kandungnya! takutnya hanya menyakiti hatinya jadi biarkan saja jika nanti Cessie dan Julio menikah biar Abian tahu kalau Julio adalah ayah kandungnya bukan Surya dia tidak pantas dipanggil sebagai ayah."


karena sudah malam akhirnya mereka semua istirahat, karena Cessie masih dalam pemulihan jadi suster masih menjaga dan merawat Abian sampai Cessie benar-benar pulih.


Mbak Eva kembali nginap di rumah Cessie malam ini karena besok pagi mbak Eva kembali ke kontrakan Sinta baru pulang ke kampung halaman suaminya, sebenarnya mbak Eva merasa tidak enak hati tapi bu Intan bersih keras untuk menahan mbak Eva nginap disitu satu malam lagi besok baru pulang.


Cessie Juga senang karena mbak Eva mau nginap di rumahnya, biarpun hanya satu dua hari tidak masalah yang penting mbak Eva sudah tahu rumah orang tua Cessie.

__ADS_1


"Kamu nyesal Surya karena kamu sudah membuang berlian hanya karena sampah yang kamu punggut, sekarang putra kamu lahir tapi jangankan kamu di akui sebagai ayah, dengar nama kamu saja mungkin asing bagi putramu kelak semua karena perbuatan kamu dan ibu berimbas kepada keluarga aku malu punya adik seperti kamu.


__ADS_2