Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
251


__ADS_3

Faya pulang ke kota dengan banyak pengalaman dan bukan hanya bawah pengalaman selama satu hari di kampung tapi bawah juga luka yang sampai kapan pun tidak akan bisa di lupakan.


Semua kebaikan dulu yang perna dilakukan oleh paman Bagas hilang seketikan hanya karena keserakahan harta dunia jadi buta hati dan gelap mata.


Ya itu yang sudah di lakukan oleh paman Bagas dan bibik Yana tapi sekarang semua sudah berakhir dan tidak perlu lagi disesali karena semua itu tidak ada gunanya.


Saat Ini Faya hanya fokus pada dirinya dan juga mempersiapkan semuanya dengan baik untuk menantikan hari pernikahannya dengan Aris.


Faya saat ini sudah sampai di rumahnya ia langsung masuk kedalam kamar dan membuang diri dengan kasar di atas tempat tidur Faya kembali teringat dengan semua kejadian yang hampir saja menimpahnya kalau dia tidak cerdik.


Selama ini Faya tulus mengirimkan uang untuk paman dan bibiknya itu karena Faya juga tahu diri sebab selama ini paman dan bibiknya yang merawatnya sehinggah Faya menganggap paman dan bibiknya sebagai penganti orang tuanya, tapi sayangnya sang paman dan bibiknya orang serakah jadi mereka tidak puas sampai disitu saja sehingga.


Akhirnya ketulusan Faya beruba menjadi kebencinan. Ada kata bijak mengatakan begini ( boleh tulus seperti merpati tapi jangan biarkan seorang pun yang memperalatmu jika hal itu terjadi, boleh kamu cerdik seperti ular biar mereka tahu kalau kamu tidak bisa di remekan begitu saja).


Sekarang Faya sudah melakukan kedua hal itu pada saat dia tulus membalas kebaikan paman dan bibiknya justru mereka menperdayanya, dan sekarang Faya sudah beruba menjadi seorang yang cerdik dan membalas semua perbuatan sang paman dan bibik sekarang Faya sudah merasa puas.


Faya membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah karena banyak sekali beban yang ia pikul, karena keserahan paman dan bibiknya.

__ADS_1


Sampai saat ini Faya belum tahu kalau pamannya sudah meninggal, kalau soal Mega dan Ilham Faya yakin mereka pasti akan di hukum dan mereka berdua mau tak mau harus dinikahkan.


"Apakah aku sudah bisa menghubungi mas Aris dan Cessie ya, kalau aku sudah pulang dan aku menceritakan semua yang aku alami di kampung, tapikan perjanjian dua hari aku di kampung, nanti saja lah aku ingin tenangkan dulu diri ini biar nanti jika aku ceritakan ke mereka berdua aku harus siap menerima ceramah mereka, aku sih yang bandel gak mau dengar perkataan mereka akhirnya aku yang menyesal tapi jika seandainya aku tidak datang mungkin aku juga seterusnya masih terjebak dalam kebiadaban paman dan bibik."


"Ah lebih baik aku bereskan dulu rumah ini baru juga di tinggal kemarin sudah berdebuh, dari pada aku pusing mikirin hal yang sudah tidak berguna lebih baik setelah aku selesai bereskan semua pekerjaan rumah aku cek gmail yang masuk untuk menyelesaikan pekerjaan yang di kirim dari kantor karena dari kemarin aku sama sekali tidak menyentuh hp ini setelah tahu rencana jahat paman dan bibik."


Faya putuskan untuk tidak memberitahu Aris dan Cessie dulu karena Faya ingin menenangkan diri terlebih dahulu. Akhirnya Faya kembali bangkit dari pembaringannya dan gegas untuk membereskan semua apa yang menurutnya perlu di bereskan.


Hampir satu jam Faya membereskan semuanya dan merasa lelah karena ternyata hanya membereskan rumah saja capek.


"Ternyata cape juga ya padahal hanya bersih-bersih sebentar, tapi kayak sudah kerja berat saja. Humm lebih baik aku mandi dulu setelah itu baru aku mengerjakam tugas kantor"


Hampir tiga puluh menit Faya didalam kamar mandi akhirnya Faya selesai rutinitasnya dan kembali keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang segar dan kelihatan fres banget.


"Hummm segar banget tubuh ini terasa ringan sekalih setelah selesai mandi"


Faya langsung mengeringkan rambutnya dan mengolesi wajahnya dengan cream untuk membuat wajah makin lembut. Faya juga ganti pakiannya dan setelah selesai Faya langaung membuka leptopnya untuk mengerjakan kembali pekerjaan yang sudah di kirim oleh gmail dari kantor.

__ADS_1


Namun saat asyik memeriksa memeriksa pekerjaannya Faya di kangetkan dengan telpon masuk, saat Faya melihat hpnya ternyata telpon dari Masni membuat jantung Faya berdengup kencang hampir saja mau copot karena Faya tidak percaya kalau Masni akan menelponnya.


Karena biarpun Masni anak baik tapi selama ini tidak perna menghubungi Faya jika sesuatu yang tidak penting, jadi kali ini membuat Faya kuwatir jika nanti Masni menyalahkannya soal Mega dan Ilham. Tapi Faya juga tidak mau jadi pengecut yang lari dari kenyataan, apapun yang terjadi Faya harus siap menghadapinya karena memang Faya ingin melupakan semuanya jika nanti Masni berbiccara macam-macam Faya akan memblokir nomor hpnya dan hubungan mereka selesai.


Faya langsung mengangkat telpon dari Masni namun bukannya Faya dapat cacian dari Masni melainkan Faya mendengar tangisan menyedihkan dari Masni membuat Faya terkejut. Padahal belum ada pembicaraan diantara mereka.


"Hallo Mas....kamu kenapa siapa yang membuat kamu menangis katakan jangan diam saja membuat aku kuwatir saja, cepat katakan."


"Hallo kakak Faya, kakak ada dimana kenapa pada saat aku pulang dari kantor kakak sudah tidak ada kakak, sekarang Mega sudah menikah dengan laki-laki tua itu karena warga mendapati mereka melakukan zina dihotel karena hal itu jug membuat penyakit jantung ayah kambuh dan tiba-tiba ayah meninggal kakak. Ayah sudah dimakamkan tadi tapi kakak gak ada kakak kemana"?


"Deg......Ya Allah jadi karena masalah itu paman meninggal apakah perbuatan aku itu sudah kelewatan aku hanya ingin memberikan pelajaran untuk paman dan bibik, tapi kok bisa sampai begitu ya apa aku harus jujur saja ke Masni kalau aku sudah pulang ke kota ya"?


Memang Faya terkejut dengan beritah mengenai meninggalnya paman Bagas tapi mau bagaimana lagi memang itu sudah hukum karma bagi orang yang serakah.


"Apa...Masni Paman meninggal? Ya ampun maafin aku ya Mas soalnya setelah pulang dari pasar aku langsung balik ke kota, karena ada pekerjaan mendadak dan maaf juga aku benar-benar tidak tahu kalau paman meninggal karena waktu aku pulang paman masih dalam keadaan sehat walafiat."


"Tidak apa-apa kakak Faya, aku tahu kok kenapa kakak tiba-tiba pulang dan kenapa Mega bisa begitu dengan Ilham karena kakak yang lakukan itu semuakan? Tapi aku tidak perna menyalahkan kakak kok aku menganggap kematian ayah itu sudah takdir dan juga apa yang terjadk dengan Mega dan Ilham adalah karma dari perbuatan ayah dan ibu maafkan segalah dosa dan salah ayah ya kakak, aku mohon."

__ADS_1


Masni meminta maaf kepada Faya.


__ADS_2