
Setelah selesai makan, dokter Julio dan Cessie keluar dan menemui pengawal dan satpam didepan, mereka berdua juga penasaran dengan teriakan tadi sehingga Cessie mengajak Dokter Julio untuk menanyakan perihal hal itu, apakah benar ada seseorang datang kesini atau tidak.
Namun setelah dokter Julio dan Cessie bertanya, ternyata benar kata pengawal kalau ada seorang pria datang dan mengakui sebagai suami Cessie, membuat dokter Julio dan Cessie terkejut.
"Iya pak, tadi ada seorang pria datang kesini dan mengakui kalau ibu Cessie adalah istrinya, dan bahkan pria tersebut mengatakan kalau ibu Cessie bukan wanita yang baik, tapi kami mengatakan bawah nyonya dan Tuan kami adalah orang baik. Apalagi nyonya kami, jadi tidak mungkin nyonya kami sejahat itu. Pria tersebut berteriak memanggil nama ibu. Dia juga sempat menjelekan ibu di depan kami semua" jelas pengawal.
"Jangan dengar apa yang di katakan pria itu karena pria itu adalah mantan suami saya, jadi tolong jangan beritahu dia tentang apapun yang ada didalam rumah ini, dan jangam biarkan dia masuk kesini karena orang itu sangat berbahaya, dia baru keluar dari penjara" ujar Cessie.
"Baik bu, pria itu juga mengatakan kalau ibu Cessie menghianatinya dan bu Cessie sampai pergi meninggalkan karena sudah selingkuh dengan pria lain" sambung salah satu satpam.
Kurang ajar sekali Surya menfitnah Cessie seperti itu, Cessie yang mendengar penjelasan dari pengawal dan satpam langsung emosi, tapi untung Cessie di tenangkan oleh dokter Julio.
"Dasar kurang ajar manusia bajingan itu bisa-bisanya dia bicara begitu, awas aja kalau sampai aku ketemu dengannya aku injak lehernya" ujar Cessie.
"Tenang sayang jangan emosi, kita tunggu saja ada waktunya nanti pasti dia akan ketemu dengan kita" ujar dokter Julio.
Sedangkan ditempat lain setelah Surya di hajar dan di usir dari rumah Cessie, Surya langsung pergi dengan emosi.
Surya pergi cari tahu dimana tempat tinggal Sinta sekarang, Surya ingin tahu kenapa Sinta tidak memberitahu kalau Cessie sudah menikah lagi.
__ADS_1
"Kamu ya Sinta, adik kurang ajar bisa-bisanya kamu menyembunyikan pernikahan Cessie dari kakak kamu sendiri, besok aku harus cari tempat tinggal Sinta, nanti aku ke tempat kerja lama Sinta pasti dia masih kerja disana, tapi kalau tidak aku tanya teman-teman yang ada disana karena dulu waktu dia datang dengan dua temannya bisa saja mereka masih kerja disana.
Besok pagi-pagi aku harus datang menemui Cessie di rumahnya, aku tidak akan menyerah sebelum aku ketemu dengan anakku dan Cessie aku meminta dia untuk kembali sama aku. Rumahnya sangat mewah kalau aku tinggal disitu pasti sangat bahagia dari pada aku kayak gembel tidak punya tempat tinggal sama sekali.
Untung juga teman di lapas itu masih punya hati jadi mereka ngumpul uang untuk aku kalau tidak aku tidak tahu beli makan pakek apa dan nginap dimana, aku mempergunakan uang ini untuk sawa kontrakan yang harga murah itu saja. Tadi malam aku sudah tidur di musola jadi aku harus cari kontrakan."
Surya langsung pergi dan mencari kontrakan untuk tinggal sementara waktu, karena Surya percaya bahwa Cessie masih mencintainya.
Setelah Surya mendapat kontrakan, Surya istirahat untuk malam ini dan besok akan kembali mencari tempat tinggal Sinta sekalian pergi menemui Cessie.
Sedangkan di tempat lain Sinta sudah mendengar kabar dari lapas kalau Surya sudah keluar dari penjara karena mendapatkan remisi, hal itu membuat Sinta takut Surya melakukan kejahatan terhadap Abian dan Cessie Sinta tahu sifat Surya.
"Kenapa mas Surya secepat itu keluar dari penjara sih, seharusnya masih lama kok, bisa aku harus telpon mbak Cessie memberitahu kalau mas Surya sudah keluar dari penjara." ujar Sinta.
"Iya mas Sinta juga rencana mau hubungi mbak Cessie agar mereka menjaga Abian dengan baik takutnya Abian di culik lagi sama mas Surya. Jangan sampai mas Surya baru keluar penjarah harus masuk kembali karena di laporkan oleh mbak Cessie dan mas Julio"
Sinta langsung mengambil hpnya dan menghubungi Cessie. Sinta tidak tahu kalau ternyata Surya sudah tahu tempat tinggal Cessie.
Dreeeetttttt....dreetttttttt!.
__ADS_1
Cessie dengan dokter Julio sementara duduk di ruang tengaj di kangetkan dengan bunyi hp, Cessie langsung mengambil hpnya dan melihat siapa yang telpon ternyata Sinta.
"Mas Sinta yang telpon" ujar Cessie.
"Coba angkat sayang siapa tahu Sinta ingin membicarakan hal penting sehingga ia bisa melepon malam-malam begini." ujar dokter Julio dan Cessie langsung mengangkat telponnya.
"Hallo Sin." ujar Cessie.
"Hallo mbak, maaf mbak Sinta telpon malam-malam tapi ini sangat penting jadi Sinta tidak bisa menunggu sampai besok pagi" ujar Sinta
"Ada hal penting apa Sin, apa yang ingin kamu sampaikan, sampaikam saja tidak masalah" tanya Cessie.
"Jadi begini mbak, kemarin siang Sinta terimah telpon dari lapas dimana mas Surya di taham, dan katanya mas Surya sudah keluar dari lapas. Yang Sinta takutkan itu adalah Abian mbak, tolong jaga Abian ya mbak, mbak tahu sendirikan seperti apa sifat mas Surya orangnya sangat egois dan sangat nekat, Sinta takut kalau mas Surya sudah menemukan tempat tinggal mbak bisa bahaya" jelas Sinta panjang lebar.
"Terlambat Sin, mas kamu sudah datang kesini entah dia tahu tempat mbak dari mana baru saja dia datang bikin keributan disini untung ada satpam dan pengawal jadi dia tidak bisa masul kedalam, namun justru dia menjelek-jelekan nama mbak di para pengawal dan satpam."Ujar Cessie membuat Sinta terkejut.
"Apa....! Mas Surya sudah kesana mbak? Kok bisa sih tahu dari mana rumah mbak" pekiki Sinta sampai Iksan terkejut begitu juga Cessie menjauhkan hp jauh dari teliganya.
"Kenapa sayang, kok teriak begitu sih, teliga mas sampai mau pecah" ujar Iksan.
__ADS_1
"Iya Sin, mbak juga tidak tahu, mas kamu tahu alamat rumah dari mana tapi filing mbak, mas kamu itu mengintai mbal sehingga dia mengikuti mbak sampai dirumah, tapi kamu tidak perlu kuatir mas Julio ada dan banyak pengawal di rumah mereka bisa menjaga Abian dengan baik asal jangan beritahu mas kamu nama Abian dan jenis kelaminnya agar mas kamu tidal tahu." ujar Cessie.
"Mbak tenang saja Sinta tidak akan beritahunya, jika terjadi sesuatu dengan Abian Sinta akan melawan dia lihat saja mbak Sinta tidak akan tinggal diam." ujar Sinta.