
Dokter Julio, masih diam belum menjawab apa-apa, padahal yang lain sudah panik apalagi bu Intan tidak sabar menunggu kabar terbaru dari dokter Julio tentang Cessie.
Karena melihat Dokter Julio hanya diam membuat bu Rina kesal dengan tingkah putranya itu.
"Julio kalau ditanya itu jawab jangan senyum-senyum sendiri disitu bikin gergetan aja anak ini bah, semua sudah tahu kamu itu tanpa jadi jangan senyum disitu tapi jawab biar kita juga tenang"
" Ibu dan semuanya , tenang Julio membawah kabar gembira untuk kita semua bahwa Cessie sudah siuman dari koma nya." Mendengar penuturan dari dokter Julio semua terkejut dan berteriak bersamaan membuat dokter Julio menutup telingannya.
"Apa.....Cessie sudah siuman kamu serius nak"?
"Iya serius bu, mana ada Julio bohong. Julio serius tapi saat ini tolong jangan nganggu Cessie dulu dia masih lemah jadi Julio menyuruhnya istirahat sejenak nanti setelah bangun baru semua bisa masuk."
Bu Intan dan bu Rina saling pelukan sedangkan Faya meneluk Aris mereka saling berpelukan membuat dokter Julio binggung mau pelukan dengan siapa.
"Loh....semua pada berpelukan terus Julio pelum siapa dong.." tanya dokter Julio pura-pura sedih.
"Oalah banyak modus, palingan tadi sudah peluk sepuas-puasnya didalam juga, buktinya lama sekali keluarnya bikin orang panik saja." Ujar ibu Rina mengundang tawa semua orang.
Mereka semua merasa bahagia karena akhirnya Cessie siuman dari komanya satu bulan lamanya di rumah sakit. Semua keluarga berpikir jika tidak ada harapan lagi bagi Cessie untuk kembali sehat seperti sebelumnya namun ternyata Cessie bisa melewati itu semua dan akhirnya kembali sehat.
"Sekarang kita patut mengukcap syukur karena Allah masih memberikan kesempatan kepada putry kita untuk sehat kembali." ujar bu Rina
"Amin.."
Hampir satu jam mereka menunggu akhirnya dokter Julio mengisyaratkan untuk semua boleh bisa masuk, kedalam menjenguk Cessie karena dokter Julio yakin Cessie sudah bangun dari tidurnya.
__ADS_1
Setelah mendapatkan ijin dari dokter Julio akhirnya semua masuk kedalam dan ternyata benar Cessie sudah bangun.
Bu Intan yang melihat putry nya sudah bangun, la langsung berhambur kepelukan anaknya bu Intan berpikir selamanya ia tidak akan mungkin memeluk putry nya lagi dengan melihat kondisi Cessie seperti itu.
"Nak akhirnya ibu bisa bernapas lega setelah melihat kamu sudah sehat begini selama kamu koma hidup ibu seperti tidak tahu kemana arah tujuannya, rasanya jiwa ibu sudah lepas dari tubuh, ibu seperti tidak punya harapan lagi untuk hidup jika kamu kenapa-kenapa nak" bu Intan memeluk Cessie dengan erat sambil menangis membuat semua yang ada di ruangan itu ikut terharu.
"Ibu,...sekarang ibu, jangan sedih lagi lihat Cessie sudah sehat, Cessie juga sangat bersyukur semua keluarga tidak ada hentinya berdoa buat Cessie sehingga Cessie bisa selamat,...ibu bawa pulang Cessie kerumah ya, Cessie sudah bosan disini. Cessie juga pengen ketemu dengan anak Cessie bagaimana dengan kondisinya."
"Nak, sabar. Kamu baru siuman kita harus minta persetujuan dari calon suami kamu karena selama kamu disini calon suami kamu yang merawat kamu, kamu harus bersyukur karena Tuhan mengirim pria yang tulus dan sangat setia merawat kamu selama ini, dia tidak perna merasa lelah siang malam selalu menjaga kamu, padahal calon suami kamu juga banyak pasien yang harus dia tangani tapi selalu menempatkan waktunya untuk menemani kamu"
"Iya ibu, Cessie tahu makanya Cessie sangat bersyukur bisa mendapatkan seorang pria sebaik mas Julio makasih mas"
Semua orang diruangan Cessie makin dibuat terharu, tiba-tiba pintu terbuka nampaklah dokter Beatrix di depan pintu dan dengan senyum dan melangkah mendekati mereka semua.
"Baik dok terimah kasih banyak karena selama ini dokter sudah membantu merawat saya selama saya disini Tuhan akan membalas kebaikan dokter" ujar Cessie tulus
" Tidak masalah bu, karena memang ini adalah tugas dan kewajiban saya sebagai seorang dokter, harus merawat pasien dengan dengan baik"
Setelah selesai bicara dokter Beatrix pamit pergi dan di ikuti oleh dokter Julio ternyata di luar sudah ada seseorang yang antar bunga, yang di pesan oleh dokter Julio mau berikan kepada Cessie karena tidak sempat keluar untuk beli.
"Maaf ini dengan dokter Julio yang pesan bunga?" tanya pria tersebut
"Iya benar itu saya mas...makasih ini untuk mas ya"
Setelah dokter Julio menerima bunga itu langsung gegas masuk kedalam ruangan dan memberikan kepada Cessie membuat semua mata tertuju kepada dokter Julio sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ini untukmu sayang maaf mas baru berikan soalnya mas sibuk tadi jadi tidak sempat ambil bungannya"
"Cieehhhh....semua tutup mata jangan lihat...kasian para jomblo merontah,"
"Ayah, ibu dan semuanya, Sinta, mba Eva makasih sudah datang tapi sayangnya bayinya ada di rumah, padahal Cessie sudah janji jika mbak Eva datang Cessie rencana mau bawah mbak Eva pergi jalan-jalan tapi sayangnya gak bis mbak dengan kondisi Cessie begini"
"Cess jangan mikirin itu dulu...mbak melihat kamu sehat begini saja mbak senang...kamu tahu gak betapa takutnya mbak saat tahu kamu kritis di rumah sakit, mbak takut tidak akan ketemu kamu lagi jadi sekarang kamu fokus dengan kondisi kesehatan kamu ya, Abian membutuhkanmu" semua terharu melihat kesedihan mbak Eva karena mbak Eva tulus menyayangi Cessie walaupun sekarang bukan sebagai ipar lagi.
"Ha....Abian siapa mbak"? Tanya Cessie karena memang Cessie belum tahu nama putranya, padahal Cessie dengan dokter Julio yang siapkan nama itu untuk putranya.
"Abian cucu ibu dong sayang nama putra kamu Abian calon suami kamu yang memberikan nama itu katanya kalian berdua yang menyiapkan" Cessie terharu mendengarnya.
"Nama yang indah" ujar Cessie
Sedangkan di waktu yang sama tapi tempat yang berbedah saat ini suster yang merawat Abian lagi Asyik bermin dengan Abian tiba-tiba ada video call masuk dari nomor dokter Julio.
Suster Tahu kalau dokter Julio telpon itu pasti menyangkut Abian, suster segerah mengangkat telpon dan nampak wajah dokter Julio. Ternyata tidak ada yang tahu kalau dokter Julio lagi video call.
"Sus, mana Abian coba arahkan kamera ke arahnya maminya mau lihat." suster hanya patuh dan mengarahkan kamera kearah Abian ternyata Abian sudah bangun jadi kakinya gerak-gerak sambil tersenyum."
"Sayang lihat deh putra kita ganteng sekali parsis kaya papinya loh" Cessie yang menyaksikan putrany lewat hp ia mengusap layar hpnya.
"Sayang sehat kamu disana ya sama suster sampai mami pulang kerumah jangan nakal kayak papimu ini."
Semua ngakak mendengar perkataan Cessie yang secara tidak langsung ledek dokter Julio.
__ADS_1