Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
270


__ADS_3

Iksan yang sudah ketemu dengan sepupunya yang selama ini mencarinya sangat bahagia karena akhirnya Bella sudah ketemu, dari tadi Iksan terus menerus memandang wajah cantik sepupunya itu.


"Ya Tuhan selama ini pasti hidup adikku sengasara setelah kepergian Paman dan Bibik, sekarang aku sudah ketemu dengannya jadi aku tidak akan biarkan dia hidup susa lagi." gumam Iksan dalam hati


Setelah mereka selesai makan ternyata semua makanan yang mereka pesan sudah di bayar oleh Iksan, Iksan menyuruh sekretarisnya untuk mengurus semua itu.


"Dik selama ini kamu kemana saja?.kami cariin kamu loh tapi kami gak tahu kamu kemana, kemarin mas masih menyuruh orang kepercayaan mas untuk mencari kamu tapi ternyata secara tidak sengaja Tuhan mempertemukan kita disini. Pasti kalau kamu pulang dengan mas kerumah ayah, ibu dan mbak Alana pasti sangat senang apalagi Dira pasti bahagia karena punya aunty yang cantik"


"Ceritanya sangat panjang mas padahal Bella dengan teman-teman masih membahas tentang pencarian paman tadi, mereka bilang kalau mereka berdua akan bantu mencari, aku sangat merinduhkan kalian semua mas terus siapa Dira mas anak mas"?


"Iya dik, Dira adalah anak mas tapi sayangnya ibunya Dira pergi meninggalkan Dira sejak masih kecil, jadi sampai sekarang belum ada pengantinya" ujar Iksan melirik Sinta yang kebetulan duduk disampingnya.


"Astaga turut berduka cita ya mas atas meninggalnya kakak ipar kasian ponakanku mas, maaf mas aku gak tahu kalau kejadianya seperti itu seharusnya mas cari ganti ibu sambung untuk Dira kasian dia kesepian kalau mas kerja"


Sedangkan Sinta yang di lirik dari tadi salah tingga ia merasa risi dan gak nyaman duduk di samping Iksan.

__ADS_1


Tapi tidak mungkin jugakan Sinta mengusir Iksan pergi secarakan Iksan sudah membayar makan mereka bahkan tidak segan Iksan pesan makanan tambahan beberapa porsi untuk mereka bawah pulang kerumah agar makan nanti malam.


"Pak makasih ya karena sudah membayar makan kami dan memberika banyak makanan untuk kami bawah pulang, dan selamat juga karena Bella sudah ketemu dengan keluarga dari orang tuannya yang selama ini Bella cari aku dengan Melli sebagai teman yang baik kami sangat bahagia" ujar Sinta


"Iya pak makasih untuk makanannya" sambung Melli


Iksan tidak beranjak dari duduknya karena dia senang melihat wajah Sinta yang malu-malu hingga merah merona kayak kepinting rebus bengitu. Iksan merasakan kenyamanan saat dia duduk bersama dengan Sinta.


"Sepertinya cintaku bukan untuk Cessie sepenuhnya aku merasa kalau aku hanya terobsesi dengan Cessie untung aku belum melamarnya juga, lagian Cessie adalah taman baikku aku takutnya kalau aku melamarnya tiba-tiba dia sudah punya pasangan dan menaolak aku jadi hubungan kami berdua rengang karena kebodohanku."


"Gapapan aku tidak memiliki Cessie tapi biar kami selalu bersama aku mau hubungan aku, Aris, dokter Julio Faya dan Cessie tetap terjalin bahagia, apalagi aku lihat dokter Julio sepertinya dia sangat menyayangi Cessie semoga dokter Julio membahagiakannya."


Yes...! Akhirnya Iksan menyerah juga untuk mendekati Cessie sebenarnya bukan menyerah tapi selebihnya kayak Iksan tidak iklas kalau Cessie menjauhinya jadi Iksan mau hubungan mereka tetap terjalin sebagai teman yang baik tanpa ada yang merasa sungkan di antara mereka.


Iksan berpikir lebih baik berteman dari pada nanti jadi musu apalagi Dira sangat menyukai Cessie jadi tidak masalah kalau Cessie tidak jadi istrinya tapi jadi teman baik dan membuat Dira senang.

__ADS_1


"Mas...paman, bibik dan mbak Alana dimana sekarang mereka di luar negeri atau disini? sebenarnya Bella ingin pergi cari ke rumah lama mas yang dulu tapi Bella lupa alamatnya mas kita bertemun saja sudah sekian lama mas jadi Bella lupa, rumah lama Bella juga mungkin sekarang sudah jadi rumah tua karena selama Bella disini tidak sekalipun Bella datang ke rumah itu. Bella tidak sanggup mas kembali mengingat mami sama papi rasanya sakit sekali"


Sinta dan Melli yang melihat Bella sedih langsung memeluknya dan berikan kekuatan kepada Bella, karena saat ini hanya mereka yang bisa semangat untuk Bella tetap kuat.


"Rumah itu tidak terbengkalai dikku karena selama ini mas sudah renovasi rumah itu karena mas tahu sewaktu-waktu kamu akan kembali, jadi mas renovasi terus ada juga asisten rumah tangga disana agar membersihkan dan menjaga rumah itu dengan baik sampai mas bisa temukan kamu supaya kamu kembali tinggal di rumah itu. Dan sekarang kamu sudah ada disini dik kalau kamu mau ikutlah mas kerumah dengan teman-teman kamu ini gapapa"


"Kelau sekarang ayah, ibu dan mbak Alana ada di sini kebetulan mereka datang berlibur karena kangen sama cucu mereka Dira, jadi ikut mas ya ke rumah pasti mereka sangat senang setelah dari rumah baru kita sama-sama ke rumah peninggalan orang tua kamu dik"


"Mas..kalau mau ketemu sama bibik dan paman tidak masalah tapi kalau kembali ke rumah itu sepertinya Bella sudah gak mau deh...Bella gak mau mengingat masa lalu itu lagi mas, sangat sakit rasanya melihat papi dan mami pergi meninggalkan Bella selamanya rasanya belum sanggup, kenapa mas gak jual saja rumah itu kalau laku Bella rasa masih lumayan mahal."


"Dik kamu harus ingat satu hal rumah itu bukan rumah sembarangan, rumah itu adalah rumah peninggalan orang tua kamu dik memang sangat menyakitkan tapi kamu harus belajar iklas dan kuat untuk menerima semua yang terjadi, kalau kamu merasa sendiri dan tidak ada teman kenapa tidak sekalian kalian bertiga tidak tinggal disitu saja. Gak perlu ngontrak kalau soal mobil nanti mas kasih mobil untuk kalian ada lima mobil mas dirumah kamu boleh pakek satu untuk pergi kerja."


Penjelasan Iksan menurut Bella ada benarnya juga karena rumah itu adalah rumah peninggalan papi dan maminya jadi tidak mungkin di jual biarlah rumah itu menjadi kenangan, dan ada bagusnya juga lebih baik mereka bertiga tinggal dirumah Bella saja karena rumah ada banyak kamar jadi bebas dari pada mereka kontrak.


Kalau soal kendaraan mereka di kasih mobil oleh Iksan jadi gampang tapi pertanyaannya Melli dan Sinta setujuh gak karena rumah lama Bella agak sedikit jauh dari tempat kerja mereka jadi harus tanya juga sama kedua anak itu. Takutnya tiba-tiba mereka tidak mau bagaimana.

__ADS_1


"Ok baiklah mas tapi nanti Bella bicarakan ini dengan kedua teman dulu mereka mau tidak tinggal sama Bella karena rumah agak jauh dari tempat kerja Bella sekarang ini jadi takutnya mereka tidak mau."


Bella memandang Sinta dan Melli meminta pendapat dari mereka berdua namun baik Melli maupun Sinta belum memberikan tanggapan, mereka juga terkejut ternyata Bella bukan orang biasa tapi berasal dari keluarga kaya padahal Bella sudah perna menyinggung soal ini juga.


__ADS_2