Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
55:55 Benarkah Nadia Ketemu Dira (?)


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain nadia dan surya, melangkah masuk ke dalam restoran namun tiba-tiba brakkkkk.....ada yang menabrak nadia yang sedang jalan, pas surya dan nadia menoleh untuk melihat siapa yang mebrat nadia dari belakang.


Seorang gadis cantik yang lagi berdiri dengan binar-binar mata yang cantik tersenyum melihat nadia...senyum yang sangat manis namun yang membuat nadia berpikir kok agak mirip dengan seseorang dalam lamunan nadia tiba-tiba gadis kecil itu berkata:"maaf tante saya gak sengaja" ujar gadis kecil itu.


Awalnya nadia hendak marah namun pas melihat gadis kecil itu dan lantas gadis itu lamgsung meminta maaf, membuat nadia langsung iba dan gak jadi marah


"Iya gapapa gadis manis, ih kamu cantik sekali pasti seperti mama kamu ya cantiknya, kamu sama siapa kok sendiri." tanya nadia


Mamun anak gadis itu hanya diam dan berlalu pergi gitu aja namun tiba-tiba gadis itu kembali dan menjawab pertanyaam nadia tadi , akhirnya nadia dan surya langsung masuk kedalam restoran dan cari tempat duduk.


"Mama saya sudah mati tante, soalnya mama saya jahat" ujar dira


"Wah..maafin tante ya, soalnya tante gak tahu


deg......


Pas mendengar ucapan gadis kecil itu kok hati nadia kayak sakit, " kenapa ya pas dengar ucapan anak itu hati saya sakit. Mala hampir mirip mas iksan lagi, ah gak mingkin itu dira. Saya pergi dira masih bayi, tapikan memang kalau dira masih ada kemungkinan sebesar anak ini juga, karena aku pergi sudah hampir satu setegah tahun"

__ADS_1


"Eh tapi tunggu dulu apa tadi katanya mamanya sudah meninggal karena mamanya jahat, ah benaran gak mungkin dira masa mas iksan tega ngajarin dira kalau aku sudah mati, aduh bodohnya aku kenapa gak tanya nama anak itu si." gumam nadia dalam hati sambil merutuki ke bodohannya.


Namun sekarang pikiran nadia sudah melayang kemana-mana ia ingat terus anak kecil tadi."Kalau seandainya dira ada disini mungkin sebesar anak kecil tadi karena saya tinggalkan dia belum juga satu tahu, ya ampun kenapa tiba-tiba saya sangat merindukan dira ya. Saya harus selesaikan masalah ini dan pulang ke rumah, semoga mas iksan masih mau menerima saya begitu juga dira." ucap dalam hati


Karena surya melihat nadia melamun terus dari tadi setelah bertemu dengan anak kecil itu, surya menegornya" sayang kamu kenapa dari tadi melamun terus si...apa yang kamu pikirkan cerita sama mas, siapa tahu mas bisa bantu, atau jangan- jangan tadi kamu melihat anak kecil tadi, jadi kamu pengen cepat punya anak ya" ujar surya


"Gapapa mas, aku hanya mikirin kalau seandainya anak kita perempuan mungkin cantik dan lucu kayak anak kecil tadi lucu dan cantik bangetkan mas, iya benar mas aku gak sabar menanti kelahiran anak kita."ujar nya nadia senyum kecut


"Namun dalam hati nadia mana mungkin ia cerita ke surya kalau sebenarnya dia sudah menikah, dan meninggalkan suami dan anaknya masih kecil, bisa kacau sedangkan kehancuran surya belum selesai, nadia belum akan pergi kalau cessie belum resmi cerai dari surya, takutnya pada saat ia pergi surya datang memohon sama cessie terus mereka baikan.


Tak lama mereka duduk, pesanan makanan mereka datang. Mereka berdua makan dengan lahap, apa lagi nadia karena pengaru hamil jadi sudah lapar banget semenjak pulang dari kantor . Setelah selesai makan nadia bergegas bayar dan mereka keluar dari restoran karena sekarang sudah pukul jam delapan malam.


Nadia sengaja lama-lamain agar sampai di kontrakan langsung tidur, namun baru beberapa langkah surya menahan tangan nadia dan berkata: " sayang kita kan masih di restoran apa gak sekalian belikan makan untuk mama dan sinta, pasti mereka belum makan lagi nungguin kita." ujar surya sedangkan nadia memutar bola matanya


"Mas sekarang ini kita harus irit, karena gajian masih lama apa lagi kita juga harus tabung untuk biaya kelahiran bayi kita nanti. Kalau mama sama sinta mereka bisa makan mie yang ada di kulkan masih ada telur juga." ujar nadia


"Ya ampun sayang masa kamu tega si biarin mama dan sinta makan mie, sedangkan kita makan enak di restoran, kamu tahu sendiri mama dan sinta gak biasa makanan begitu, karena sudah terbiasa di rumah cessie makan yang enak".ujar surya

__ADS_1


"Hahaha..mas kamu lucu ya kamu harus tahu diri sekarang ini mereka numpang di kontrakan aku mas, bukan di rumah mewah mbak cessie, lagian siapa suruh mereka berdua jahat sama mbak cessie." ujar nadia emosi.


"Hmmm lama-lama muak juga dengan laki-laki brengset ini kalau bukan karena balas dendam ku untuk kak Adi, ah cepat-cepat lah selesai masalah ini, aku sudah gak sabar mau ketemua dengan mas iksan dan dira kami hidup bahagia." gumam dalam hati


Surya dan nadia sebelas dua belas mereka. Satunya melakukan kejahatan karena ingin membalas dendam, sampai mengorbankan suami dan anaknya, sedangkan satu lagi hanya ingin punya anak dan selalu mengikuti apa kata sang mama, pada akhinya hancur rumah tanggahnya sama-sama jahat.


Tapi mereka berdua sejauh ini belum ada satu pun yang menyadari kesalahan itu.


"Mendingan besok pagi sebelum aku ke kantor, aku ke rumah cessie aja memintanya untuk membiarkan mama dan sinta tinggal disitu, lagian cessie juga sendirian di rumah, di sanakan enak cessie yang melakukan semua masak dan bersihkan rumah, kalau di kontrakan nadia masa mama dan sinta di jadikan pembantu." ujar surya dalam hati.


Surya dan nadia pesan taksi dan pulang ke kontrakan, sepanjang perjalanan nadia dan surya diam aja gak ada obralan di antara mereka tak lama mereka sampai di kontrakan. Namun belum juga masuk di dalam, sudah di sambut sama bu ayu di depan pintu dengan suara bariton yang membuat surya dan nadia yang baru pulang agak emosi.


"tante....kenapa si..kita belum juga masuk, udah tahu kita lagi capek bukannya buatin teh angat ke apa gitu ini malam teriak kayak orang kerasukan".ujar nadia


"Lagian mama juga tunggu dulu kita masuk mandi segar dulu, baru pulang kerja ma capet" ujar surya


Sinta yang duduk di ruang tegah hanya diam aja namun bu ayu naik pintan. "He surya nadia...bagaimana mama gak emosi ha..kamu nadia pergi kerja bukan nya masak dulu baru pergi, jadi lapar kami bagun tidur mala harus bersihkan rumah nyuci pakian. Kamu pikir mama dan sinta pembantu." ujar bu ayu berapi-api.

__ADS_1


__ADS_2