
Aris yang mendapatkan penolakan dari Faya sontak Aris kanget, dengan tingkah Faya.
"Sayang kenapa kamu mendorongku aku bau ya, perasaan dari tadi aku wangi"
"Maaf mas aku kanget aja tiba-tiba mas mencium keningku. Soalnya ini baru pertama kali jadi aku kaget maaf ya mas."
Perkataan Faya mengundang tawa Aris, bagaimana tidak Aris pikir Faya mendorongnya karena bau namun ternyata karena di cuim"
"Sayang maaf juga ya, tapi kamu tenang aja aku tahu batas kok selama kita belum sah, aku akan menjaga kamu dengan baik. Hanya cium dikening karena bahagia tidak lebih dari situ jadi kamu jangan takut."
"Makasih ya sayang maaf tadi sempat mendorongmu sayang"
"Tidak masalah sayang, mas maklumi kok"
Faya kembali memeluk Aris ia sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari hidup Aris sekarang kebahagiaan Faya bertambah. Dengan adanya Aris dalam hidupnya.
"Sayang kita dansa yuk...malam ini mas sangat bahagia karena kamu mau menerima cinta mas, maafkan mas ya selama ini mas selalu cuek sama kamu, tapi sebenarnya mas kuwatir kamu kenapa-kenapa makanya mas kirim makanan tadi untukmu, mas takut kamu lupa makan."
"Makasih banyak mas atas perhatian mas, makasih juga karena sudah berikan hadiah mahal ini sebenarnya tidak perlu, aku hanya butuh cinta yang tulus dari mas bukan benda ini"
Aris dan Faya malam ini sangat romantis mereka dansa berdua dengan iringan musik dan bunyi suara biola yang sangat indah. Membuat kedua sejoli itu terbuai dalam suasana romantisnya sampai lupa waktu, hahah kayak dunia milik berdua ya.
Setelah mereka berdua puas dansa akhirnya mereka makan.
"Sayang kita makan malam dulu yuk. Nanti kamu sakit ini sudah jam sembilan, seharusnya kita selesai makan dulu baru dansa hahaah"
Sambil menunggu makanan tersaji, Aris dengan Faya bercerita sambil tertawa ternyata Aris juga sebenarnya adalah laki-laki baik dan humoris, tapi itu khusus untuk orang tertentu seperti Faya dan Cessie kalau untuk yang lain Aris terlihat cuek dan kaku.
__ADS_1
"Sayang kamu mau tidak kita secepatnya menikah saja, itupun kalau kamu mau, karena mas takut kamu tinggal sendirian"
"Memangnya mas maunya kapan, apa Cessie tidak marah mas kita duluan menikah, aku takut Cessie salah paham"
"Sayang bukannya kamu sudah lama mengenal Cessie, adikku itu dia bukan tipe seperti itu, sebelum aku melamar kamu dia sudah bilang sama mas untuk cepat nikah karena umur mas sudah makin tua haaha"
"Heheh terus mas mau kapan kita langsungkan acara, aku sih terserah mas aja maunya gimana. Aku terimah bersih."
"Baiklah kalau begitu nanti mas bicarakan ini dulu ke ayah,ibu dan Cessie yang sayang, kalau nanti gimana mas kabarin kamu sayang."
"Baiklah sayang aku tunggu kabar dari mas aja"
Tak lama kemudian dua orang pelayan mengantarkan makanan dan minuman yang sudah dipesan oleh Aris, setelah sudah tersaji semuanya, sekarang Aris menganbil nasi dan untuk Faya. Tapi Faya menolak seharusnya Faya yang mengambilkan nasi untuk Aris bukan Aris yang mengambilkan Nasi.
"Mas jangan ambil biarkan aku ambil sendiri, sini piringmu mas biarku ambilkan"
Akhirnya Aris mengala dan Faya yang mengambilkan makanan untuk Aris, setelah semua sudah di ambil suapan pertama dari piring Aris di sodorkan ke mulut Faya, Aris menyuapi Faya dengan romantis wah...romantis sekali ya mereka berdua.
Setelah mereka berdua selesai makan, sekitar jam setegah sepuluh. Karena Aris melihat masih awal akhirnya dia mengajak Faya pergi nonton.
"Sayang kamu sudah ngantuk belum kalau sudah boleh kita pulang aja, tapi kalau belum gimana kalau kita nonton sepertinya ada film bagus deh."
"Ah masih jam segini sayang aku belum ngantuk, apa lagi kalau sama kamu mas mataku langsung terang hahaha."
"Ok kalau begitu saatnya kita pergi nonton" akhirnya Aris pergi dari Restoran dan mereka pergi beli tiket untuk nonton, karena Faya suka nonton film horor akhirnya ia memilih menonton film horor aja. Namun Faya tidak tahu kalau ternyata Aris paling takut nonton film horor.
"Mas, kita mau nonton film apa mas pengen nonton film apa mas, coba mas pilih aja"
__ADS_1
"Kamu aja sayang yang pilih, apapun yang kamu suka pasti mas juga suka asal kamu senang" Aris pikir Faya akan memilih film yang lain selain horor ternyata Aris salah. Faya mala menjatuhkan pilihan disebuat film horor mau tak mau Aris ikut saja.
"Kalau mas tidak mau milih yaudah aku mau yang ini mas aku suka nonton film ini sangat menantang"
Perkataan Faya membuat Aris berkeringat dingin, apes hidupmu Aris, salah siapa, tadi Faya menyuruhmu untuk memilih mala kamu menolak sekarang rasain kan.
Aris mengaruk kepalanya yang tidak gatal" sayang memangnya tidak ada pilihan lain lagi selain ini, masih banyak tuh film bangus-bangus" Aris berusaha untuk membujuk Faya tapi sudah terlanjur Faya memilihnya akhirnya Aris ikut saja.
Tidak lama mereka menunggu akhirnya, mereka masuk dan menonton selama mereka nonton Aris menutup mata namun selalu di ganggu oleh Faya.
"Mas lihat deh...hantu itu lagi dibawah tempat tidur perempuan itu mas...mas....mas hantunya menarik kaki perempuan itu" teriak Faya bersamaan dengan teriakan dari penonton yang lain membuat Aris juga ikut berteriak.
"Aduh sayang teriakanmu membuat mas kanget tahu, makanya mas ikut berteriak juga kan"
"Hahaha tapi seru loh mas kalau nonton seperti ini, seru kalau film yang lain sih udah biasa"
Setelah mereka selesai nonton ternyata sudah jam sebelas malam, akhirnya Aris dan Faya mereka masuk kedalam mobil dan mereka keluar dari parkir, dan Aris melajukan mobilnya memecah kesunyian jalan raya, karena sudah malam jadi mereka tidak singah kemana-mana lagi.
Aris juga takut nanti Faya masuk angin karena keluar malam, apalagi besok kerja Aris tidak mau Faya sakit gara-gara di bawah keluar malam-malam.
Setelah hampir setegah jam lebih akhirnya mereka sampai di tempat Faya, seperti biasa Aris turun duluan dan membukakan pintu untuk nyonya Faya.
Setelah faya keluar Aris antar sampai di depan pintu saja karena sudah malam jadi tidak etis kalau seorang laki-laki masuk kedalam kamar seorang gadis nanti menimbulkan fitah.
"Sayang selamat tidur ya semoga mimpikan aku haaha"
"Hati-hati ya mas di jalan jangan lupa salam buat ai, tante dan adik mas yang baik hati itu"
__ADS_1
"Baik sayamrg kalau begitu mas pulang dulu ya, kamu masuk dulu dan langsung tutup pinti baru mas jalan"
Faya juga nurut sama Aris dan langsung masuk kedalam terus tutup pintu barulah Aris masuk kedalam mobil dan pergi.