
Akhirnya sampai juga di kuburan, Surya langsung di makamkan, Abian begitu terpukul karena baru saja memaafkan ayahnya, justru Surya meninggal begitu juga mbak Eva dan Sinta saat jenaza di masukan kedalam kubur Sinta dan mbak Eva memeluk Abian dengan erat dan mereka menangis. Cessie sedih juga bukan karena Surya melainkan kasian karena Abian. Tapi di satu sisi Cessie bersyukur walaupun Surya meninggal setidaknya, Surya sudah berubah dan Abian juga sudah memaafkan Surya.
Bella yang juga hadir di pemakanan Surya memeluk Sinta, dan memberikan kekuatan dan menghiburnya.
"Mbak ...kamu harus kuat ini sudah jalannya yang penting mas Surya sudah berubah dan sudah baikan dengan Abian, mas Surya pasti sudah tersenyum dan bahagia, kita boleh sedih tapi jangan sampai meratapinya." Ujar Bella.
"Makasih ya Bell, sudah menjadi teman baik dan adik ipar yang baik, aku sedih karena tiggal kami bertiga saja, jadi aku pikir mas Surya cepat keluar dari penjarah biar kami bisa hidup bersama keluarga lagi tapi nyatanya Allah berkehendak lain Bell" ujar Sinta.
Melli hanya ucapin turut berduka cita lewat telpon saja, karena tidak bisa hadir. Begitu juga kedua mertua Sinta dan mbak Alana juga memberikan kekuatan kepada Sinta walaupun mereka tidak bisa hadir karena jauh.
" Mba, sudah ya jangan meratapi mas Surya karena mas Surya sudah bahagia di sorga mbak, kalau kita meratapi terus tidak baik, nak ayah kamu sudah bahagia, walaupun ayah kamu pergi, tapi tadi dia sudah mendapatkan pelukan dan maaf dari kamu jadi itu sudah lebih dari cukup, sekarang kita harus pulang karena persiapan untuk tahlilan nanti malam" ujar Cessie barulah semua kembali ke mobil masing-masing.
Abian satu mobil dengan Cessie, Aziza dan dokter Julio, sedangkan Aris dan istrinya terus pak Arya dan bu Intan dengan mobil masing-masing. Mereka tidak kembali ke rumah karena mereka semua bawah pakian ganti jadi mereka semua mandi dan ganti di tempat Cessie saja agar langsung ke rumah Iksan dan Sinta kebetulan agak dekat juga.
"Putra papi, jangan sedih lagi ya ayah kamu sudah bahagia di sorga nak, sekarang ada papi yang selalu buat kamu jagoan papi." ujar dokter Julio mengelus kepala Abian.
"Tidak papi, Abian tidak sedih lagi karena Abian tahu ayah sudah bahagia di sorga, Abian ingat pesan ayah bahwa Abian harus menyayangi papi, karena papi sangat baik, makasih ya pih. Walaupun Abian bukan darah danging papi tapi papi tulus menyayangi Abian makasih banyak" Abian langsung berhambur ke pelukan dokter Julio sambil menangis.
__ADS_1
"Kamu putra kesayangan papi, jadi jangan bicara begitu. Apapun yang terjadi kamu tetap putra papi." Ujar dokter Julio.
Semua orang masih menyaksikan kedua anak dan orang tua itu yang berpelukan, sambil menangis karena mereka sudah di parkiran tapi belum masuk mobil.
"Yuks, masuk mobil terus kita pulang mandi dulu baru kita ke rumah Iksan, papi sudah kirim makanan ke rumah Iksan untuk acara tahlilan malam ini jadi tidak perlu pusing" Cessie terkejut mendengar penuturan dokter Julio.
Begitu juga Abian, betapa mulianya hati seorang dokter Julio, padahal seharusnya dokter Julio merasa bagaimana gitu, karena yang meninggal mantan suami Cessie ayah kandung Abian, tapi dokter Julio mengesampingkan egonya. Dokter Julio tulus melakukan segalah sesuatu, dokter Julio juga pria yang pikiran dewasa.
"Makasih banyak pih, sudah sangat baik sampai sejauh ini masih mengorbakan semuanya" ujar Abian.
Mereka langsung pulang ke rumah dan bersiap untuk kembali ke rumah Iksan. Sebenarnya diam-diam Abian menaruh hati terhadap Dira, memang Dira lebih tua dari Abian tapi Dira sangat cantik dan juga memiliki sikap lembut.
Akhirnya mereka sampai di rumah juga Aris dan keluarganya ikut juga ke rumah Cessie, begitu juga pak Arya dan manajer Lita karena rumah mereka agak lumayan jauh, biasanya juga manajer Lita nginap di rumah Cessie kalau ada acara.
Kalau Bella jelas sama suami dan anaknya, langsung ke rumah Iksan. Untuk membersihkan diri.
Setelah semua keluarga dan para tetangga yang datang untuk mendoakan Surya, mereka mulai berdoa kepada Allah. Mengirim doa untuk Surya.
__ADS_1
Acara di lakukan selama Tujuh hari berturut-turut akhirnya ini malam terakhir tahlilan, mbak Eva dan mas Bram harus kembali ke kampung karena Zila dan adiknya sekolah dan kulia. Begitu juga keluarga yang lain kembali ke rumah masing-masing karena harus bekerja.
"Sin...mbak dan mas pamit ya, kamu harus jaga diri baik-baik disini karena sekarang tinggal kita berdua, jikan nanti mbak dan mas Bram sudah punya banyak uang rencana beli rumah di kota saja biar kita bisa berkumpul. San...makasih kamu sudah mau menumpang Surya disini sebelum di kuburkan dan selama tujuh hari acara tahlilan kamu juga sudah berkorban banyak, makasih buat kebaikan mu. Kami pami pulang ya mbak titip Sinta." ujar mbak Eva sudah tidak tahan air matanya dan langsung memeluk Sinta.
"Jangan bicara begitu mbak, mas Surya juga sudah menjadi saudara Iksan juga, jadi itu sudah bawaan mas Surya apapun yang Iksan korbankan selama disini adalah keiklasan dari Iksan untuk mas Surya, hati-hati di jalan jangan lupa sering datang kesini mbak, mas" ujar Iksan sambil berpelukan dengan mas Bram.
Iksan juga tidak lupa berikan oleh-oleh untuk mbak Eva, begitu juga Cessie, setiap kali mbak Eva ke kota Ceasie selalu berikan oleh-oleh.
Akhirnya mbak Eva kembali ke kampung halamannya.
Setelah tujuh hari lewat, Cessie dan dokter Julio kembali bicara dengan Abian untuk berangkat ke luar negeri dan Abian rencana satu minggu lagi akan berangkat, Abian merasa lega karena setidaknya dia sudah tahu siapa jati dirinya dan ayahnya juga sudah bahagia di sorga.
"Nak, sekarang semua sudah selesai kira-kira kapan kamu berangkat ke luar negeri, atau putra papi dan mami tidak ingin pergi karena berat berjauhan dengan, calon mantu mami" ujar Cessie membuat pipi Abian merah merona.
"Ciehhhh....ada lampu hijau nih dari calon mertua, kalau Aziza sih mas, kalau merasa berat lebih baik jangan di paksa takutnya saat pulang sudah di ambet oleh pria lain" ujar Aziza.
"Kamu ya dik jangan godain mas kamu nanti berubah pikiran, tunggu saja selesai kulia dulu terus pulang langsung deh lamar" sambung dokter Julio.
__ADS_1
Kebahagiaan mulai kembali terlihat di keluarga Cessie.