
Saat ini Cessie dan bu Intan mendengar penjelasan dari pak Arya dengan seksama kalau mereka senang karena akhirnya sekretaris Lita bisa memenangkan proyek itu.
"Wah....hebat banget ya yah, bu. Itulah yang membuat Cessie tidak mau kalau sekretaris Lita itu sama kakak Aris karena kalau cari sekretaris baru belum tentu kinerjanya sebagus sekretaris Lita, pokonya kakak Aris saja yang mendapatkan sekretaris baru itu Cessie gak mau."
"Ya sudah kalau begitu kita sarapan dulu biar ayah mau berangkat ke kantor, kamu mau pergikan nak sama nak Julio hati-hati kalian ya."
"Iya ayah, ayah juga hati- hati ke kantor."
Keluarga pak Arya akhirnya makan bersama setelah selesai makan pak Arya pamit pergi ke kantor.
"Bu, nak. Ayah berangkat ya ingat setelah selesai periksa dan kalau kamu tidak jadi ketemu dengan Faya lebih baik langsung pulang saja ya nak ke rumah biar istirahat"
"Iya ayah"
Pak Arya langsung masuk kedalam mobil dan menghidupkan mesin terus melajukan mobilnya keluar dari pekarangan rumah dan menuju ke jalan raya.
Cessie dan bu Intan yang ditinggal berdua dirumah mereka duduk di ruang tengah. Cessie langsung mengeluarkan hpnya dan berusaha menghubungi Faya.
"Hallo Fay...ya ampun lo kemana saja sih kok gak ada kabar sama sekali gua kuatir tahu sama lo , lo ada dimana sekarang sudah pulang belum dari kampung paman lo"?
Baru juga diangkat oleh Faya, Faya langsung di cerca oleh Cessie yang kelihatan sangat kuatir dengan kondisi Faya. ya bagaimana gak kuatir Faya sangat berarti bagi Cessie waktu Cessie terpuruk dalam menghadapi kehidupan pahit karena diselingkuhin oleh suaminya, satu-satu orang yang selalu ada dan selalu suport Cessie adalah Faya makanya Cessie marah karena kakaknya mempermainkan perasaan Faya.
__ADS_1
"Hallo Cess maaf ya kalau gua gak kabarin lo dan mas Aris soal kepulangan gua karena panjang ceritanya, jadi gua rencana menenangkan diri dulu baru gua hubungi lo dan mas Aris tapi untung lo sudah menghubungi gua makasih ya Cess lo sahabat gua yang paling baik dan sangat pengertian"
"Gua juga belum hubungi mas Aris maafin gua ya Cess gua sudah buat lo kuatir tapi gua benar-benar syok Cess makanya gua belum bisa mengabari lo".
Cessie yang mendengar perkataan Faya merasa kalau Faya tidak dalam kondisi baik-baik saja dan ada sesuatu yang buruk menimpah sahabatnya itu.
"Fay lo gak perlu jelasin sekarang, karena gua nelpon lo rencana mau ngajak lo ketemuan apakah lo ada waktu dan bisa ketemu gak mah gua, tapi agak siang bagaimana karena gua mau ke rumah sakit dulu jadi setelah pulang dari rumah sakit kita bisa ketemuan di restoran gua saja bagaimana lo bisa ga"?
"Oh baik lah Cess gua bisa karena gua belum masuk kerja, gua masih kerja dari rumah mungkin besok baru gua masuk kantor jadi masih ada kesempatan untuk bertemu dengan lo Cess, oh, ya. Mas Aris sudah berangkat ya ke laur kota"?
"Ok baiklah Fay nanti kita ketemu ya di restoran sekitar jam sepuluh atau setengah sebelas lah. Oh ya soal kakak Aris memangnya kakak Aris tidak kabarin lo, ya. Fay? padahal sebelum berangkat ayah sudah mengingatkan dia untuk menghubungi lo mungkin karena kakak Aris lupa kali Fay...maafin kakak Aris ya Fay bukannya dia gak peduli sama lo tapi mungkin karena kakak Aris sibuk."
"Sebenarnya mas Aris benaran gak sih menyayangiku, awal-awal aku kenal dengan mas Aris dan setelah tunangan dia sangat perhatian dan ramah tapi akhir-akhir ini mas Aris beruba drastis jangankan perhatian kuatir sama aku saja tidak ada. Buktinya selama aku pergi dan bahkan sudah pulang pun tidak perna sekalipun dia hubungi dan nanyain kabar justru dia pergi keluar kota saja diam-diam apakah nas Aris sudah punya gadis lain." gumam Faya dalam hati
Karena Cessie tidak mendengar suara Faya lagi dari seberang jadi Cessie pikir hpnya sudah mati sehingga Cessie mencobak untuk memanggil Faya ternyata Faya nyahut.
"Hallo...Fay lo masih disitu kan kenapa diam ada apa"?
"Hahaha tidak apa-apa Cess lo tenang saja gua baik-baik saja."
"Ok deh kalau begitu sampai ketemu nanti ya pokoknya janji harus ceritakan semua sama gua apa yang lo alami selama di kampung"
__ADS_1
"Iya bumil bawal gua akan ceritakan semuanya sama lo jadi tenang saja, ok ya sampai ketemu gua mau selesaikan dulu pekerjaan gua agar saat gua keluar semua sudah beres dan pulang langsung istirahat saja"
Akhirnya Cessie dan Faya mengakhiri panggilan mereka. Namun Faya jadi gak semangat ia ingat kembali perkataan Cessie tadi.
"Apakah aku hubungi Mas Aris saja ya aku sengaja tanya ada dimana sekarang, tapi takutnya mas Aris tidak suka aku hubunginya, ah biar saja kalau memang mas Aris mencintai aku pasti dia hubungi aku, seharusnya aku jadi calonnya mendukung pekerjaannya bukan mala aku menuduh dan berpikiran negatif terhadapnya seharusnya aku suport mas Aris supaya semangat bekerja ."
Faya kembali melanjutkan pekerjaannya karena sebentar lagi Faya akan keluar bertemu dengan Cessie sehingga Faya urun niatnya untuk menghubungi Aris.
Sedangkan saat ini Cessie lagi duduk santai di ruang tengah bersama dengan sang ibu memikirkan perkataan Faya apa yang membuat Faya sampai syok berarti ada masalah serius yang Faya alami.
Karena bu Intan memperhatikan Cessie yang kelihatan gelisa membuat bu Intan bertanya ada apa dengan Cessie setelah selesai menelpon Faya, Cessie kayak ada yang di pikirkan.
"Nak apa kata nak Faya dia sudah pulang belum dari kampung pamannya apakah dia baik-baik saja tidak terjadi apa-apakan"?
"Itu dia bu yang Cessie pikirkan, sepertinya ada sesuatu yang terjadi pada Faya soalnya tadi Cessie telpon katanya dia syok berat. Dan ternyata kakak Aris sama sekali tidak menghubungi Faya, Cessie heran sama kakak Aris sebenarnya kakak Aris cinta gak sih sama Faya kenapa dia begitu cuek dengan calonnya sendiri."
Bu Intan yang mendengar penjelasan dari Cessie menaikan kedua Alisnya.
"Ya Sudah nanti kalau kamu pulang dari rumah sakit cobak temui Faya untuk menanyakan apa yang sudah terjadi pada dia, kasian dia sudah tidak punya siapa-siapa jangan sampai dia merasa sendiri karena tidak ada yang menperhatikannya"
"Iya bu rencana Cessie msu ketemu dengan Faya"
__ADS_1