Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
122


__ADS_3

Polisi dan dokter malam itu pusing dan kelimpungan mencari Nadia sepanjang rumah sakit seluruh koridor itu di cari tapi hasilnya nihil gak ketemu di mana pun, membuat dokter dan suster ketakutan karena pasien bisa hilang dari rumah sakit apa lagi polisi mereka juga takut sama komandannya karena mereka bisa kecolongan sampai pelaku kabur dari rumah sakit.


Dokter dan polisi sibuk cari Nadia mala di enak-enak sama seorang laki-laki di kontrakan, sampai pagi gak ada satupun yang mengakui kalau ia melihat Nadia hebat juga cara Nadia kabur. Tapi sekarang status Nadia DPO( Dalam pencarian Orang) biar aja Nadia kabur agar Nadia selesaikan masalahnya dengan orang tua dan Iksan baru sekali jobloskan ke penjara kan mantap.


Akhirnya terpaksa kedua polisi tersebuk kembali ke kantor polisi membuat laporan kalau tersangka yang atas nama Nadia kabur dari rumah sakit, jadi saat ini lagi dalam pencarian, sedangkan di kontrakan, Nadia masih berusaha untuk kabur dari kontrakan laki-laki bejat itu.


Tapi sayangnya usaha Nadia sia-sia karena sepertinya laki-laki itu gak mau lepaskan Nadia begitu saja, ia mau menjadikan Nadia pelampiasan Naf**u nya, akhirnya Nadia diam aja untuk cari cara agar bisa lepas dari laki-laki itu. Karena kalau dia memberontak takutnya laki-laki itu akan menyiksanya.


"Sekarang aku mau tanya sama kamu, mau apa lagi kamu menahan aku disini, lagian gak ada hutang budi yang harus aku bayarkan jadi biarkan aku pergi. Orang tua ku dimana sudah mencari aku. Tolong lepaskan aku, aku mohon" ujar Nadia mengatupkan kedua tangannya memohon agar laki-laki itu melepaskannya.


"Kamu istirahat aja dulu kamu masih sakitkan, tunggu kamu pulih dulu baru pulang, kamu gak usa takut nanti aku yang akan antar kamu pulang ke rumah kamu, sekarang kamu mendingan istirahat aku mau pergi cari penumpang, ingat jangan kemana-mana karena kalau aku pulang kamu gak ada akan habis kamu."


Laki-laki itu berlalu pergi begitu saja namun tak lama kemudian ia kembali dan menenteng kantong kresek di tangannya." Nih kamu makanlah biar ada tenaga, ingat jangan kemana-mana."


Memang kondisi Nadia saat ini memburuk, perutnya makin sakit karena kegiatan panas semalam mumgkin, jadi pengaruh ke perutnya. Membuat Nadia meringis kesakitan, ia jalan aja susa, tadi dia menuntut untuk laki-laki itu melepaskannya pergi.


Namun pada saat laki-laki itu pergi dan tinggal ia sendirian di kontrakan ia gak bisa pergi karena perutnya mala sakit, Nadia ingat kalau ada obat yang di kasih sama dokter, untung dalam keadaan genting juga dia masih sempat memikirkan obat itu untuk dibawah kalau gak bisa mati.


Setelah selesai makan Nadia minum obat dan ia tidur, karena pikirnya dia harus sehat agar besok bisa kabur dari tempat terkutuk ini apalagi berhadapan dengan laki-laki bejat.

__ADS_1


"Hmmm tampan sih, putih tingi tapi kelakuan kayak anj***ng bisa-bisanya dia manfaatin keadaanku untuk menjadikan aku pemuas naf***u bejatnya. Aku harus minum obat dan istirahat yang kuat agar aku bisa pergi dari sini."


Akhirnya Nadia tertidur pulas, dia melupakan segala beban yang terjadi dalam hidupnya.


Sedangkan setelah kedua polisi itu melaporkan ke kantor polisi kalau Nadia sudah kabur dari rumah sakit, polisi sebarkan foto-foto Nadia dan dikirim polisi untuk pergi cek ke kontrakan Nadia dulu, apakah Nadia pulang ke kontrakan atau gak, masih pagi jam setegah delapan pintu kontrakan di ketuk dari luar, Sinta yang kebetulan baru selesai mandi ia langsung bergegas untuk membukan pintu.


Namum yang membuat Sinta terkejut, kenapa yang datang polisi ada masalah apalagi pikirnya.


"Selamat pagi mbak, mbak yang biasa jagain pasien yang bernama Nadia ya"


"Ah iya pak ada apa ya, soalnya sekarang ini pasiennya masih di rumah sakif belum pulang, apa ada masalah pak?" tanya Sinta binggung sedangkan kedua polisi itu saling menatap satu sama lain.


"Jadi begini mbak, apa bu Nadia belum pulang kesini"?


"Maaf ya mbak, jadi ternyata setelah mbak dan keluarganya pergi, malamnya sekitar jam sebelas malam bu Nadia kabur dari rumah sakit mbak jadi sampai sekarang kami belum tahu dia ada dimana".


"Ha apa....mbak Nadia hilang benar aja pak, kan di jaga ketat kok bisa halang sih, orangnya belum pernah kesini pak."


"Ok baik mbak tapi mohon kerja sama ya mbak, kalau nanti bu Nadia kembali kesini tolong di tahan dan kabarin pihak kepolisian ya mbak."

__ADS_1


"Iya baik pak." ujar Sinta


Sedangkan kedua polisi tersebut berlalu pergi, barulah bu Ayu muncul sambil mencerca Sinta dengan banyak pertanyaan.


"Sin tadi siapa yang datang" tanya bu Ayu sebenarnya Sinta malas menjawab pertanyaan sang mama tapi kalau diam mala mala makin menjadi.


"Tadi itu polisi mah, datang nyariin mbak Nadia katanya semalam selepas kami pulang mbak Nadia kabur dari rumah sakit, Sinta heran masa dua polisi menjaga di depan pintu bisa secerobo itu sampai pelaku kabur dari rumah sakit."


"Apa.....Nadia kabur Sinta? Kok bisa sih. Berarti gak becus dong polisi menjaganya. Kok bisa-bisanya di biarkan perempuan licik itu lolos begitu saja." ujar bu Ayu geram.


"Ya mau gimana lagi mah, sudah kabur tapikan polisi itu bisa melacak kok mah, tenang aja pasti mbak Nadia akan ketangkap dia mau lari sampai dimana sedangkan kondisinya aja masih memprihantikan begitu, lagian bod**h ngapain dia kabur, semakin dia lari semakin nambah hukumannya."


******


Sedangkan di rumah sakit hari ini istrinya pak Yanto sudah di perbolehkan pulang ke rumah karena sudah sehat walaupun masih minum obat tapi segaknya sudah bisa beraktifitas sperti biasa.


"Syukur ya pak, hari ini mama sudah bisa pulang ke rumah, kirain mama sudah gak bisa diselamatkan lagi pah" ujar bu Sari


"Hussss mama bicara apa sih, gak usa banyak bicara mah, sekarang ini mama masih dalam pemuliham jangan banyak pikiran mulai sekarang mama lupakan semua persoalan tentang anak itu, semua karena dia makanya mama sakit begini."

__ADS_1


"Iya pah tapi mau bagaimanapun juga dia masih tetap anak kita pah, seburuk apapun dia pah, darah danging kita" ujar bu Sari sedangkan pak Yanto masih duduk di sofa yang disediakan rumah sakit kalau asisten rumah tanggah lagi bereskan barang-barang mereka karena mau pulang sebentar lagi.


Semoga setelah sampai di rumah bu Sari gak sakit lagi karena melihat karang bunga yang di kirim oleh Iksan.


__ADS_2