Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
247


__ADS_3

Kelihatan sekali paman Bagas dan bibik orang yang sangat serakah padahal mereka tidak memikirkan perasaan Faya bagaimana, mereka hanya memikirkan uang..uang dan uang.


Gila juga kedua manusia itu mereka kegirangan sangking bahagianya mereka tidak memperhatikan mimik wajah Faya seperti apa, bahakan tidak sungkan lagi paman Bagas langsung mengatakan kepada Ilham untuk mereka segerah menika tapi sebelum itu Ilham dan Faya harus pergi belanja kepasar untuk keperluan Faya nanti karena Faya kesini tidak bawah apa-apa.


"Nak Ilham kamu sudah dengar sendirikan kalau anak gadis saya sudah setujuh menikah dengan kamu, jadi besok kamu boleh ngajak dia ke pasar dan belanja keperluannya."


"Baik pak" jawab Ilham


Karena Faya melihat kedua tua bangka itu kegirangan namun mereka belum mendengar Syarat apa yang akan Faya ajukan jadi menurut Faya harus hentikan reaksi kedua manusia ini. Akhirnya Faya segerah berbicara.


"Paman, bibik. Memang Faya sudah setuju tapi bibik dan paman belum mendengar permintaan aku bagaimana aku bisa menikah dengan pak Ilham kalau paman saja belum mendengar syaratnya." karena perkataan Faya itulah yang membuat paman Bagas dan bibik langsung diam, dan kembali memasang wajah tidak suka. Namun mereka masih menahan karena ada Ilham di situ.


"Apa syaratnya nak katakanlah tapi jangan ane-ane kasih syaratnya"


"Paman tenang saja aku kasih syaratnya sangat gampang kok gak rumit ada dua syarat jadi boleh panan dan bibik pilih salah satu tapi kalau dua-duanya juga boleh"


"Apa itu cepat katakan paman gak sabar mendengar syarat itu, karena paman dan bibik lagi senang jadi katakanlah"


"Baiklah syarat pertana adalah tolong ijinkan aku pulang untuk mengambil semua barang-barang berhargaku yang tertinggal di kota, setelah aku balik kami langsung menikah jadi sepakati saja tanggal pernikahan " Faya sengara berikan dua syarat karena Faya tahu syarat pertama sangat mustahil untuk diijinkan pulang ke kota, pasti mereka punya beribu alasan untuk mencegah Faya pergi, dan benar saja filing Faya wajah paman beruba dari senyum menjadi masam.


"Nak kalau itu bisa nanti kamu dan suami kamu pergi ambil bersama setelah kalian berdua resmi menikah, biar sekalian kamu ngajak suami kamu kekota bulan madu, nanti kalau kamu pulang sendiri paman takut kamu ketemu lagi dengan gelandangan itu dan gak pulang lagi kesini kasian nak Ilham sudah menunggu coba syarat kedua apa nak."


"Hahaha filingku benar mereka tidak akan ijinkan aku pergi, ih....menjijikan gak bisa aku bayangkan punya suami setua ini aku cocok jadi anaknya bukan istrinya enak aja bilang bawah dia kesana bulan madu , mana sudih aku bawah pria tua itu kesana sedangkan melihat mas Aris yang ganteng dan maco itu ada di kota aduh jadi kangen sama mas Aris."

__ADS_1


Aku hanya tersenyum masam, kalian nyesal kalau menyetujui syarat aku yang kedua nyesal seumur hidup kalian lihat saja nanti, kalian yang tidak punya hati memperlakukan aku seperti inikan jadi aku juga gak akan punya belas kasihan untuk kalian."Gumam Faya dalam hati.


"Dik Faya jangan pulang nanti setelah menikah baru kita kesana agar kita bisa membuat Ilham junior" ujar Ilham disambut tawa oleh kedua tua bangka itu sedangkan Faya pengen muntah.


"Baiklah aku ikut saja tapi masih ada satu syarat lagi paman, syarat kedua besok aku dan pak Ilham pergi belanja keperluan aku di pasar tapi pak Ilhan harus berikan aku uang satu miliyar dan kami berdua harus di temani dengan salah satu ponakan kalau gak Masni Mega pun jadi kira-kira besok siapa yang free"?


Asyik rencana apa yang akan dilakukan Faya sampai dia meminta ponakan harus ikut dan dengan uang satu miliyar. Perkataan Faya sontak membuat paman Bagas dan bibik saling pandang, pikir mereka Faya kasih syarat kok gampang banget kalau soal uang pasti Ilham sanggup lah banyak sapi dan kerbonya kalau soal ponakan pasti mereka mau apalagi soal belajar gratis.


"Ha...hanya itu nduk syaratnya, kalau itu mah bibik dan paman setuju kamu tunggu aja keponakan kamu yang ada waktu luang nanti, bibik bisa meminta mereka untuk menemani kamu pergi kalau soal uang bagaimana nak Ilham sanggup gak" tanya bibik kepada Ilhan membuat pria tua sombong itu tertawa.


"Hahaha itu sangat kecil bu, mana nomor rekening kamu dik Faya biar mas transfer sekarang agar besok kamu tinggal belanja saja" ujar Ilham sombong sedangkan Faya kegirangan didalam hati apalagi paman Bagas dan bibik sudah siap-siap untuk meminta uang itu dari Faya enak aja mereka mau minta uang tidak semuda itu.


Faya tidak sungkan langsung berikan nomor rekeningnya kepada Ilham dan tidak lama kemudian notifikasih masuk ke hp Faya ternyata benar Ilham bodoh sudah transfer.


"Assalamalaiku" Masni menyapa semua dengan rama tapi tidak dengan Mega


"Wallaikumsalam" ujar semua.


"Ya ampun kakak Faya sudah datang kangen banget aku kakak, kakak apakabar" Masni memeluk Faya dengan Tulus, melihat sang kakak berpelukan dengan Faya Mega menatap dengan sinis.


"Yaelah biasa aja kali kalau berpelukan dengan gembel, ngapain sih bu nyuruh gembel ini kembali lagi kerumah ini maaf ya bu, yah. Mega gak sudih tinggal dengan orang miskin kayak gini"


Biarpun mega berkata begitu tapi justru kedua orang tuanya, tidak memarahin dia justru mereka senyum. Membuat hati Faya sakit tapi Faya sudah sediakan kejutan untuk anak kurang ajar itu.

__ADS_1


"Nak jangan bicara begitu kakak Faya adalah sepupu kamu juga" ujar paman bagas.


"Tahu Nih sih Mega gak ada sopan santunnya apa seperti itu kamu di ajarin waktu di sekolah dan di kampus"


"Husss gak boleh bicara begitu dengan adik kamu dia masih labil makanya bicara begitu" ujar bibik membela anak kurang ajar itu.


"Buk, jangan sampai ibu menyesal manjain Mega terus jadi gak ada adabnya sama sekali, aku saja sebagai kakaknya gak ada sopannya takutnya setelah menikah disiram dengan air panas oleh mertuanya karena mulutnya."


Setelah semua selesai saatnya mereka makan malam bersama Ilham tidak bisa makan malam karena katanya ada orang yang datang beli sapi sepuluh ekor jadi dia langsung pamit pulang, tapi janji besok dia datang untuk menjemput Faya dan antara Masni kalau gak Mega tapi Faya sudah memili Mega. Setelah di meja makan.


"Mega dik besok kamu ada jam kulia gak temani kakak yuk belanja kamu tenang saja kakak akan belikan apa yang kamu mau" ujar Faya selembut mungkin agar anak biadab itu gak marah.


"Cuihhhh dapat uang dari mana bisa beliin aku barang mahal jual diri gak usa mimpi deh. Memang besok aku gak ada jam kulia tapi aku malas."


"Jangan begitu nak kamu ikut kakak kamu ya karena besok Masni gak bisa kakak kamu kerja nanti kakak Faya belikan kamu baju baru"


"Ok deh kalau begitu terpaksa saja besok aku ikut sebenarnya gak sudih sih tapi mau gimana lagi harus temanu sih gembel pergi belanja"


Tunggu saja kamu Mega besok apa yang akan kamu dapatkan.


******


Hay para pembaca setiaku maaf ya kali ini pembahasan tentang Faya dulu, karena saya mau menyelesaikan konflik antara Faya dan pamannya sebelum nanti Faya dan Aris menikah dan bahagi.

__ADS_1


__ADS_2