Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
328


__ADS_3

Di waktu yang sama tapi di tempat lain Iksan duduk bersama dengan kedua orang tuannya dan juga mbak Alana, karena Iksan rencana menyampaikan perihal isi hatinya kepada kedua orang tua dan kakak perempuannya.


Setelah selesai sarapan Iksan tidak langsung berangkat ke kantor tapi Iksan ingin bicara dengan kedua orang tuanya.


"Ibu, ayah, mbak. Iksan mau bicara sesuatu dengan kalian " ketiga orang itu saling pandang mereka tidak tahu apa yang ingin Iksan sampaikan.


"Mau bicara soal apa San, sepertinya sangat penting sekali, sampai kamu belum berangkat kekantor." tanya mbak Alana kepo juga mbak ku ini.


"Gak talalu penting sih mbak , tapi menurut Iksan hal ini harus di bicarakan secepatnya. Biar pikiran Iksan juga tenang.


"Ayah, ibu dan mbak Alana kapan balik ke luar negeri masih lama kan"? Tanya Iksan.


"Memangnya kenapa nak, kok tanya begitu? Apa kamu sudah tidak sanggup menafkahi kami bertiga disini makanya kamu mengusir kami"? penuturan sang ibu mengundang tawa.


"Hahahah ibu bisa saja deh uang Iksan tidak akan habis, maksud Iksan disini bu, yah, mbak. Iksan menyukai seorang gadis ibu, ayah dan mbak alana kenal juga Iksan mau minta pendapat dari kalian karena Iksan binggung"


" Terus salahnya dimana' kalau memang kamu merasa bahwa gadis itu baik dan menyayangi Dira tidak masalah ibu setuju saja, yang penting kamu harus belajar dari masalah sebelumnya nak jangan sampai gagal lagi sekarang kamu memilih seorang perempuan, dia bukan hanya menikahimu tapi juga dia harus menyayangi putrymu. Jika kamu salah memilih berarti putrymu akan menderita dan itu akan kembali melukai hatinya kalau hal itu terjadi ibu yang akan datang jemputnya untuk tinggal di luar negeri."


"Iya bu, Iksa sudah memikirkan semua itu makanya Iksan tidak mau yang dulu terjadi lagi makanya Iksan mau minta pendapat dari kalian bu, yah, Mbak."


"Terus mana gadis itu, apa kamu sudah cari tahu seluk beluk dari itu dan siapa gadis itu"?

__ADS_1


"Gadis itu Sinta bu yang perna nginap disini sama Bella"


"Ibu rasa dia gadis ya baik, tapi kamu juga harus tahu seperti apa keluarganya.


"Itu dia bu, makanya Iksan mau bicara karena mengikuti saran dari mbak Alana supaya aku harus cari tahu siapa Sinta sebenarnya, ternyata setelah orang kepercayaan Iksan cari tahu, Sinta itu adalah mantan adik ipar Cessie dan mantan calon adik ipar Nadia bu, jadi selingkuhan Nadia ternyata kakaknya Sinta.


"Apa.....jadi kakaknya perempuan itu yang selingkuh dengan Nadia" jawab Mbak alana dan kedua orang tua Iksan.


"Iya...jadi semalam aku keluar itu ketemu langsung dengan Sinta dan memang dia cerita semuanya sama Iksan tidak ada yang tersisa bahkan dia mengakui jika dulu dia juga jahat dengan Cessie karena tekanan dari sang ibu, yang saat ini sudah di rumah sakit jiwa.


Dan hal itu juga memang benar sama parsis seperti yang di sampaikan oleh orang kepercayaan Iksan. Jadi menurut Iksan kita jangan melihat dari seluk beluknya bu karena tidak semua saudara sama sifatnya buktinya waktu Cessie masih bersama suaminya, kakaknya Surya selalu belain Cessie dan menyayangi Cessie sampai sekarang dia namanya mbak Eva bahkan dia marahin Sinta karena Sinta berani berlaku jelek dengan Cessie Iksan yakin Sinta baik bu, yah, mbak."


"Kalau mbak sih setujuh karena mbak lihat dia memang gadis baik mungkin seperti yang kamu bilang dia masih polos jadi pada saat dia disuruh oleh ibunya di tidak bisa menolak, sekarang dari ayah dan ibu bagaimana."


"Sama ayah juga san, karena ini menyangkut kebahagiaan cucuku jadi besok ayah jawab semuanya. Dan kalau ayah setuju ayah tidak mau menunggu lama kamu langsung lamar dia dan satu minggu menikah."


Sontak semu menatap ke arah pak Hartono, membuat pak Hartono tertawa" Ayah serius?..lagian belum tentu Sinta mau dengan Iksan apalagi dekat juga gak, siapa tahu Sinta sudah punya pria lain jadi menurutku San lebih baik kamu harus secepatnya kamu sampaikan perasaan kamu kepadanya biar kita tahu seperti apa responnya."


Menurut Iksan saran dari mbak Alana ada benarnya juga dia harus tahu perasaan Sinta seperti apa takutnya memang Sinta sudah punya pria lain jadi Iksan sakit hati lagi.


Iksan juga masih menunggu jawaban apa yang akan diberikan oleh ayah dan ibunya Iksan masih penasaran kalau mbak Alana sudah jelas dia sudah setuju.

__ADS_1


Setelah selesai semuanya Iksan pamit berangkat ke kantor biarpun sang ibu dan ayahnya belum berikan jawaban, setidaknya Iksan agak sedikit lega karena apa yang ada di pikiran Iksan Sudah keluar semua. Biar bagaimana pun Iksan sudah dapat lampuh hijo dari mbak Alana.


"Ayah,ibu, mbak. Iksan bersngkat ke kantor dulu titip Dira ya mbak dia lagi enak bermain di atas jadi malas turun kebawah."


"Iya sudah sana hati-hati di jalan"


"Iya bu" lantas Iksan membalikan bandan dan hendak gegas pergi namun urun saat mendengar namanya di panggil.


"Ayah....Ayah mau kemana? Tanya Dira putry cantiknya. Iksan membungkuk badan dan mengendongnya sambil menciumi pipi gembulnya.


"Sayang, ayah mau pergi kerja supaya kalau ayah punya banyak uang untuk bisa belikan baju baru untuk putry cantik ayah, kalau ayah gak kerja dari mana uang ayah untuk kasih makan Dira"


"Ayah tak usa kerja lagi...kan bunda sama nenek terus kakek punya banyak uang jadi bisa belikan Dira baju baru, ayah...sudah lama tidak ajak Dira jalan-jalan Dira mau pergi jalan-jalan sama ibu Cessie dengan dedek bayi."


"Ihhhsss putry ayah makin pintar deh, ya, sudah nanti ya kalau ayah sudah libur baru Dira pergi jalan-jalan, nah kalau begitu ayah harus cari banyak uang untuk bawah Dira pergi, sekarang Dira sama suster terus bunda di rumah ya jangan nakal ayah mau pergi dulu."


"Ok baik ayah hati-hati ayah"


Iksam gemes sekali dengan pipi putry nya yang menurut Iksan sangat imut. Setelah mbak Alana bawa Dira kembali naik ke atas akhirnya Iksan gegas pergi kekantor.


"Humnm putry ku makin hari makin pintar dan tambah cantik, semoga setelah dia besar nanti sifatnya tidak menurun dari ibunya, lebih baik sifatku menurun kedia biar dia jadi anak gadis yang baik dan setia terhadap pasangannya. Biarpun dia tidak dapat kasih sayang dari ibunya tapi dia dapat kasih sayang dari bundanya dan orang disekelilingnya"

__ADS_1


Iksan sadar dari lamunannya ternyata masih berdiri di depan pintu mobil belum masuk kedalam mobil, Iksan langsung masuk dan menghidupkan mesin mobilnya lalu pergi.


__ADS_2