Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
419


__ADS_3

Waktu terus berjalan tidak terasa sudah jam lima subuh, Cessie dan dokter Julio masih di rumah sakit bersama Sinta dan Iksan. Cobak Surya di bawah ke rumah sakit dokter Julio, mungkin dokter Julio yang memeriksanya hanya saja Surya di rumah sakit lain jadi dokter Julio tidak bisa memeriksanya, tapi dokter Julio percaya bahwa rumah sakit dimana Surya di rawat memberikan pelayanan yang baik.


"Mas kita pulang saja bagaimana? sebentar lagi mbak Eva dengan mas Bram sudah sampai, kita cek dulu apakah Abian datang kesini atau tidak. Karena Cessie perhatikan dari kondisi Surya sepertinya kita hanya menunggu waktu saja Cessie rasa Surya sudah tidak bisa tahan lama." ujar Cessie.


"Tunggu sampai jam enam saja sayang, mungkin jam enam mbak Eva dan suaminya sudah sampai disini, lagian hari ini juga mas tidak ada operasi di rumah sakit, hanya periksa pasien saja tapi itu bisa di atasi mas minta tolong dokter Beatrix atau dokter Andika untuk bantu mengecek, takutnya setelah kita jalan Surya kenapa-napa masa kita harus kembali lagi kesini." ujar Dokter Julio.


"Ya sudah mas, tapi bagaimana dengan Abian mas? Kalau Abian tidak jadi datang bagaimana? Sedangkan mas lihat sendiri kondisi Surya gimana, kita juga harus siap sedia memang sekarang kondisinya normal tapi bisa berubah sewaktu-waktu." ujar Cessie.


Dokter Julio, adalah seorang dokter spesialis. Jadi dokter Julio tahu pasien seperti apa yang hanya menunggu waktunya tiba dan mana yang bisa sembuh, sehingga dokter Julio sangat paham dan memgerti kekuatiran Cessie, takutnya Surya keburu meninggal tapi Surya belum sempat minta maaf dengan Abian. Apalagi sekarang Abian juga belum memaafkan Surya.


Apalagi sekarang kondisi Surya kadang normal kadang kembali drop, dokter Julio sudah tahu jika Surya hanya menunggu kedatangan Abian saja. Abian adalah kunci pertahanan Surya saat ini.


"Sayang! Apakah kamu tidak mengenal sikap putra kita sendiri, putra kita itu tidak suka membuat janji palsu kalau dia bilang dia akan datang pagi ini, percayalah dia pasti datang itu yang membuat mas keberatan pulang karena kalau kita sampai ternyata Abian sudah kesini dan kita selisi di jalan bagaimana? Terus kalau tiba-tiba terjadi sesuatu dengan Surya bagaimana kita kembali lagi kesini bolak- balik sayang, kita tunggu aja apapun yang terjadi biar kita sekali pulang aja ke rumah tunggu putra kita datang"?


"Iya juga sih mas, ya sudah kita tunggu aja, nanti Cessie hubungi sekretaris Masni dan manajer Lita untuk menghandle perusahaan dulu. Hari ini tidak ada pertemuan penting juga jadi biar mereka saja yang mengurus perusahaan hari ini"

__ADS_1


Akhirnya Cessie mendengar perkataan dokter Julio jadi mereka tidak jadi pulang, sedangkan di tempat lain mbak Eva sudah sampai di kota dan sebentar lagi mereka sampai di rumah sakit semalaman mereka tidak tidur.


"Mas aku ngantuk banget apa tidak sebaiknya kita istirahat sebentar saja dulu baru kerumah sakit, dari semalam kita tidak istirahat, nanti sampai di rumah sakit kita juga pasti tidak bisa istirahat lagi." ujar mbak Eva.


"Ya sudah kalau begitu lebih baik sayang istirahat saja dulu di dalam mobil, tidak mungkin kita ke rumah Sinta bukan? Mereka sekarang pasti masih di rumah sakit, tinggal Dira dan adiknya di rumah" ujar mas Bram.


Mbak Eva nurut aja sama mas Bram dan istirahat didalam mobil, sedangkan mas Bram keluar dari mobil dan pergi cari sarapan. Setelah mendapatkan sarapan mas Bram kembali kedalam mobil dan menuju ke rumah sakit, mas Bram membiarkan mbak Eva istirahat aja.


Tidak lama kemudia mobil mas Bram berbelok masuk kedalam parkiran rumah sakit, dengan terpaksa mas Bram membangunkan mbak Eva karena mereka sudah sampai.


Mbak Eva membuka mata dengan perlahan, memang belum puas tidur tapi setidaknya sudah menutup mata sedikit, jadi agak segar tidak seperti tadi kusut banget, sebenarnya mbak Eva bisa istirahat saat perjalanan menuju ke kota. Hanya saja mbak Eva tidak ingin terjadi apa-apa nanti kalau mas Bram ngantuk karena tidak ada yang ngajak ngobrol, itu yang membuat mbak Eva bertahan untuk tidak tidur sampai mereka tiba di kota.


Mas Bram berikan air mineral untuk mbak Eva mencuci wajahnya, agar terlihat segar setelah itumereka berdua sarapan didalam mobil.


"Sayang sarapan dulu sekarang sudah jam tujuh." ujar mas Bram.

__ADS_1


Saat mereka srmentara sarapan ada sebuah mobil mewah masuk parkiran, namun sepertinya mobil itu sangat tidak asing sehingga mbak Eva memerhatikan mobil itu sampai pemiliknya keluar, betapa terkejutnya mbak Eva melihat siapa yang keluar dari mobil itu.


"Abian, Aziza? Jangan-jangan Abian ingin ketemu dengan Surya, apakah Abian sudah mengetahui semuanya atau Abian punya keperluan lain disini" Gumam mbak Eva dalam hati.


Mbak Eva belum tahu, jika Abian sudah di beritahu semuannya jadi mbak Eva berasumsi kalau Abian punya keperluan lain bukan ingin bertemu dengan Surya. Karena mbak Eva penasaran mbak Eva buru-buru menyelesaikan acara makannya karena ingin mengikuti Abian.


"Mas cepatan makan, Eva ingin mengikuti Abian mas, lihat itu Abian dan Aziza Eva penasaran apakah Abian sudah tahu kalau Surya ayah kandungnya" ujar mbak Eva.


"Bisa jadi sayang, Abian sudah tahu siapa jatih dirinya. Mas yakin Cessie dan Julio sudah memberitahunya lagian Abian sudah dewasa jadi dia berhak tahu, memang Surya kalau mas jujur dia tidak pantas di akui sebagai ayah kandung. Tapi karena Julio adalah ayah sambung yang baik dan Cessie juga ibu yang baik jadi mereka tidak mau egois, oh ya, sayang. Nanti kalau ada waktu kita ziarah ke makam ibu ya, semenjak ibu meninggal dan kita pulang kampung tidak oerna kesini lagi." ujar mas Bram.


" Iya mas, kadang Eva menyesal sebagai kakak tertua tidak bisa memgajari Surya dengan baik coba dulu dia tidak jahat mungkin sekarang rumah tanggahnya sudah bahagia, Nadia sekarang sudah menikah lagi walaupun tidak punya anak tapi dia sangat bahagia dan sangat berubah."


Mbak Eva dan mas Bram selesai makan dan mereka keluar dari mobil ternyata Abian sudah keburu pergi, jadi mbak Eva dan mas Bram tidak melihat mereka lagi, mbak Eva dan mas Bram langsung berjalan melalui koridor rumah sakit dan menuju ke rangan Surya, karena semalam Sinta sudah memberitahu mas Bram.


Sedangkan saat Abian, sampai dokter langsung ijinkan Abian masuk kedalam ruang UGD karena hanya satu orang saja bisa masuk tidak noleh banyak, jadi Abian saja yang di perbolehkan masuk sedsngkan yang lain hanya ngintip lewat kaca saja mereka juga penasaran apa yang ingin Abian lakukan.

__ADS_1


__ADS_2