
Seusai Cessie dan mbak Eva telponan akhirnya Cessie baru bisa tidur walaupun Cessie merasakan agak sakit diperutnya. Mungkin karena efek perutnya sudah besar makanya Cessie mulai kesusahan tidur apalagi bayinya sering bergerak dan nendang-nendang itu juga yang membuat Cessie tidak bisa menutup matanya.
Namun setelah selesai telponan dengan mbak Eva akhirnya Cessie bisa tidur nyenyak mbak Eva janji akan datang setelah mas Bram berangkat ke luar kota untuk bekerja.
Karena mbak Eva, juga sudah kangen dengan Cessie, dan juga adiknya.
Keesokan harinya sekitar jam lima Cessie tersadar dari namun sakit yang ada diperutnya makin menjadi. Padahal masih ngantuk akhirnya Cessie tahan sampai jam tujuh, karena sakitnya kadang hilang muncul.
"Malas sekali aku turun kebawah aku tidur aja deh nahan sakit siapa tahu bisa, mala masih ngantuk lagi pasti ayah dan ibu sudah menunggu di meja makan, aku telpon bibi saja deh..nyuruh ayah dan ibu duluan makan saja lagian aku juga belum lapar. Tapi kenapa perutmu kok agak sakit kayak mules bangat gini ya aku salah makan apa ya kok mules gini."
Cessie mengambil hpnya.
"Hallo bik...!
"Iya hallo non ada yang bisa bibi bantu non"?
"Bik....aku masih ngantuk terus aku juga belum lapar jadi aku gak bisa turun kebawah tolong bibi sampaikan ke ibu dan ayah untuk sarapan duluan saja soalnya aku mau tidur lagi bik tolong ya bik" padahal bukan bukan itu alasan karena ngantuk melainkan karena perut Cessie lagi sakit.
"Baik non tapi non tidak apa-apakan atau ada yang non butuhkan"?
"Heheh...aku gak apa-apa bik aku hanya ngantuk saja, nanti kalau aku sudah bagun baru aku turun kr bawah bik tenang saja" Cessie berbohong karena tidak mau orang tuannya panik.
"Baik non"
Setelah selesai Cessie menelpon bibi dia langsung simpan hpnya dan kembali tidur, sedangkan bibi pergi menemui pak Arya dan bu Intan untuk menyampaikan kalau Cessie tidak turun karena masih ngantuk jadi mau tidur. Pak Arya yang mendengar hanya tersenyum begitu juga bu Intan mereka tidak mempersalahkan Cessie yang tidak turun makan nanti bibi saja yang antar makanan ke atas.
Akhirnya pak dan bu Intan sarapan mereka biarkan Cessie istirahat, sedangkan di tempat lain dokter Julio sudah siap untuk pergi ke rumah sakit tapi dokter Julio berusaha menelpon Cessie berulang kali tapi tidak di angkat biasannya Cessie tidak perna seperti itu.
__ADS_1
"Kenapa ya dari tadi aku hubungi Cessie gak di angkat apa dia belum bangun ah masa sih biasanya jam segini sudah bangun dan sarapan. Biarlah kalau ada apa-apa pasti aku di kabarin sama ibu aku kirim pesan aja deh mungkin setelah dia bangun baru dia lihat."
("Selamat pagi sayang..belum bangun ya, dari tadi mas telpon tapi kagak di angkat mas mau berangkat ke rumah sakit dulu ya jaga kesehatan.")
Sekarang aku tidak memandang kamu dari fisik ataupun status tapi aku memang mencintai kamu Cessie, apapun kondisimu aku tetap menerima kamu..
Aku sudah tidak sabar menunggu persalinan kamu, aku pengen banget kita cepat menikah agar aku selalu ada bersamamu disetiap waktu.
Dokter Julio masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan rumahnya karena jam setengah sembilan ada operasi dirumah sakit, jadi dokter Julio harus segerah sampai dirumah sakit apalagi kalau pagi tidak bisa terhindar dari macet.
Dokter Julio kemudikan mobil sepanjang jalan kerumah sakit pikirannya tidak tenang karena belum dapat balasan dari Cessie.
"Cessie, kemana ya kenapa gak ada kabar sama sekali sih kasian juga sekarang perutnya sudah tujuh bulan jadi sepertinya dia semalam susa tidur deh makanya jam segini belum bangun."
Sedangkan Cessie yang ada di kamar mulai gelisa saat tidur dan merigis kesakitan karena tiba-tiba perutnya sakit sekali sepertinya mau melahirkan. Membuat Cessie yang awalnya tidur dia kebangun dan menaham rasa sakit itu tapi sayangnya semakin di tahan semakin sakit.
"Aduh.....kenapa sakit sekali ya, Allah, Tolong aku. padahal tadi perutku baik-baik saja walaupun agak sedikit sakit dari semalam tapi kenapa makin parah begini sih Ayah....ibu tolong Cessie, bu...".
"Tolong ayah, ibu...bibi tolong" pekik Cessie
"Pah...sepertinya itu suara Cessie kok kayak kesakitan begitu pak, minta tolongnya atau jangan-jangan Cessie mau melahirkan pah"
"Ah ibu ada-ada aja deh...masa baru tujuh bulan sudah melahirkan belum ngenap sembilan bulan sepuluh hari juga"
"Loh, papah lupa? Cessie ibu melahirkan dia berapa bulan tujuh bulan pak prematur juga tapi dia sehat dan sangat pintar."
Pak Arya dan bu Intan gegas naik ke lantai dua saat mereka masuk kedalam kamar betapa terkejutnya dan syok mereka melihat Cessie sudah menahan sakit dilantai, dan seperti air bening mengalir keluar dari kewanitaan Cessie membasahi kakinya.
__ADS_1
"Cessie kamu kenapa sayang...kenapa begini apa yang terjadi..." pekik bu Intan panik
"Bu sakit sekali bu tolong Cessie ini sangat sakit..."
"Kamu kuat ya sayang biar ayah gendong kamu jangan bergerak"
"Bibi tolong siapakan pakian nona Cessie ya dan kita kerumah sakit nanti bibi diantar saja sama satu pengawal saja biar kami duluan saja soalnya nona Cessie sudah kesakitan."
Melihat itu kedua orang tuan Cessie panik dengan singap pak Arya mengendong putrynya sekuat tenangan.
"Ayah,ibu sakit sekali hiks....hiksss....sakit bu sakit...hussss....."
"Sayang kamu tahan ya jangan menangis....harus kuat ingat anak dalam kandungan kamu itu....pah kita ke rumah sakit nak Julio saja karena kalau kita ke rumah sakit lain jauh semua dari sini pjtry kita sudah kesakitan"
"Iya bu sabar ibu juga jangan panik begitu bikin papa juga ikut panik"
Bagaimana mereka tidak panik melihat kondisi putry satu-satunya kesakitan begitu ibu mana yang tega melihat putrynya begitu. Pasti paniklah.
Cessie, dalam perjalanan menuju ke rumah sakit sedangkan saat ini dokter Julio sudah sampai dirumah sakit dan sudah dengan peralatan lengkap untuk masuk ruang operasi.
"Dokter semua sudah siap jadi saatnya melakukan operasi karena pasien juga sudah didalam ruang operasi"
"Baik suster dokter Beatrix sudah didalam belum"? Tanya dokter Julio.
"Bukan dokter Beatrix, dok. Tapi dokter Andika karena saat ini dokter Beatrix ada pasien yang harus di tangani"
"Baiklah ayuk kita masuk"
__ADS_1
Dokter Julio dan suster masuk kedalam ruang operasi dan ternyata benar dokter Andika sudah menunggu didalam, saat dokter Julio masuk dan pintu ditutup meraka langsung melakukan operasi, tapi sebelum mulai operasi mereka haru ganti baju steril dulu kedua suster itu bagian menyiapkan alat-alat dan mengelap kerigat sang dokter.
Karena operasi itu sangat berhati-hati kalau salah-salah dan terjadi apa-apa dengan pasien dokter yang di tuntut harus bertanggung jawab.