
Keceriaan cessie bersama dengan sang ibu dan aris begitu menyenangkan, sehingga gak terasa sudah jam dua, bu intan sarankan agar cessie bisa istirahat aja dulu karena ia lagi hamil jadi harus istirahat apa lagi besok sudah masuk kantor itu sangat melelahkan.
"Nak sebaiknya kamu istirahat aja kamu gak boleh capek karena nanti itu pengaruh kekandungan kamu, sekarang kamu juga harus baik-baik jaga kesehatan, sebenarnya ibu belum setuju kalau kamu kembali bekerja sayang, karena ibu takut kamu kenapa-napa". Ujar bu intan sanga kuatir sengan cessie.
"Gapapa bu, aku baik-baik aja, bu gak usa kuatir lagian Cassie di kantor bukan sendiri, nanti sama kak aris dan ayah juga bukannya lepas penuh."ayah masih pantau, cessie harus tuntaskan masalah cessie dengan laki-laki brangset itu dulu bu. Lebih seru kalau cessie ya pecat mereka berdua langsung dan seret mereka ke penjara" ujar cessie
" Dik, kak gak bisa bayangin dimana reaksi mereka besok melihat kita berdua ada di sana, terutama kamu dik karena selama ini surya gak tahu apa-apa soal kamu, pasti surya benar-benar terkejut, ia gak bakal percaya kalau ternyata mantan istrinya adalah anak dari pemilik perusahaan Arya grup." ujar aris
"Nak kalau seandainya surya tahu identitas kamu, terus dia mohon-mohon minta balik sama kamu gimana, kamu masih mau balik sama dia, ibu tahu kamu itu suka iba sama orang kalau sudah menohon."ujar bu intan
"Nah benar bu, aris juga sepemikiran sama seperti ibu, kalau surya mohon-mohon sama mama dan adiknya apa kamu mau maafin mereka dik"? Tanya aris.
"bu, kak. Cessie ini bukan anak kecil yang gak tahu mana yang benar dan mana yang salah, cukup saja dulu cessie membangkang sama ibu dan ayah, cessie gak mau melakukan hal yang sama, jangan ibu dan kak berpikir kalau cessie gak bisa tegas dengan apa yang sudah mereka lakukan, itu sangat fatal bagi cessie bu, kak".
"Jadi mau mereka memohon sampai cungkir balik pun cessie sudah mati rasa bu, cukup kasih sayang dan rasa iba yang sudah cessie korbangkan dulu untuk mereka, kalau sekarang gak ada itu cessie bukan perempuan yang lemah, jadi cessie biarkan mereka seenaknya menindas cessie." ujar cessie panjang lebar.
"Tapi kalau surya tahu kamu hamil dan menuntut kamu di penggadilan gimana dik." ujar aris kuatir
"kak tenang aja itu masalah gampang, lagian kesalahan dia bukan hanya selingkuh tapi juga sudah gak nafkahi aku selama satu tahun, apa itu masih bisa disebut suami, lagian mungkin ini karma juga buat cessie bu, karena dulu cessie durhaka sama ibu dan ayah, hanya demi laki-laki biadab itu, jadi Allah menghukum cessie dengan menunjukan siapa suami cessie yang sebenarnya". Ujar cessie
__ADS_1
"Nak jangan bicara begitu ibu dengan ayah gak perna marah sama kamu, memang awalnya ibu sangat kecewa tapi setelah itu ibu iklas, apa lagi sekarang kamu sudah kembali. Ini suatu kebahagiaan untuk ibu dan ayah. Sekarang mendingan kamu carikan kak kamu yang kaku ini seorang gadis biar gak sendiri terus". Ujar bu intan
"Ah ibu...sekarang ini aris belum kepikiran bu untuk cari pasangan, lagian aris juga belum tua, belum juga masuk kepala tiga iya gak dik". Ujar aris namun sekalian aris berikan pertanyaan mala senyum jail mulai muncul
"Nah kalau ini cessie sependapat dengan ibu, kak aris harus di carikan jodoh, kalau gak sampai selamanya jadi jomblo akut dia bu hahha." ujar cessie dibaregin tawa. Membuat aris cemberut mukanya.
"Dik mendingan sekarang istirahat sana dari kemarin bukannya sudah keluarkan banyak tenangan, untuk mengusir keluarga benalu itu, memangnya berapa banyak tenanga yang kamu miliki dik sehinggan kamu itu kuat sekali, cepat tidur sana nanti ayah pulang dapat marah." ujar aris.
Akhirnya cessie masuk kekamarnya, masih sama seperti dulu tak ada yang beruba, karena bibik selalu bersihkan kamar cessie. Sedangkan setelah cessie pergi bu intan juga masuk ke kamarnya, karena dari semalam ia gak bisa tidur karena mikirin cessie, sedangkan aris ia mala gak mau tidur. Ia meminta bibik buatkan kopi karena ia mau duduk di taman.
Sore harinya jam empat pak arya sudah pulang, ia masuk ke rumah namun sepih, "Kemana mereka semua, pak arya melangkah masuk ke kamarnya, ia mendapati bu intan berbaring di atas tempat tidur.
"Iya ma, mama kenapa sakit?" pak arya duduk di pinggir ranjang ia kuatir istrinya kenapa-kenapa."Gapapa pah, mama, hanya rasa sedikit lelah aja tapi tadi mama tidur jadi agak enakan." ujar bu intan.
"Mana anak-anak mah kok sepih." tanya pak arya. " Itu cessie ada istirahat di kamar anak kita juga kecapean pikiran dan fisik mungkin pah, kasian dia. Kalau aris mungkin di taman, tadi mama dengar ia meminta bibik buatkan kopi." ujar bu intan
"Oh ya udah kalau begitu papa mau ke taman dulu ketemu aris, ada yang mau papa biacarakan ke aris mah." ujar pak arya.
"Papa mau bicara apa sama aris" tanya bu intan
__ADS_1
"Bicara yang semalam mah, soalnya aris yang akan gantikan posisi surya kan, kita belum bicara dengan aris."ujar pak arya.
"Oh iya betul pah, tadi mama juga lupa bilang kemeraka berdua, yaudah papah kesana aja mama turun dulu ke bawa bantu bibik masak, untuk mengucap syukur atas kedatangan cessie dengan aris pah, mama mau masak yang enak" ujar bu intan.
Pada akhirnya bu intan turun ke bawah dan menyuruh bibik buatkan sekali lagi kopi untuk sang suami, sedangkan mereka mulai berkutak dengan masakan, bibik hanya membantu aja sedangkan bu intan yang masak semua kali ini perempuan paru baya itu, semangat sekali masak.
" nyonya, sekarang semangat kali masak" ujar bibik.
" Iya bik, saya masak untuk anak-anak, mereka pasti sangat senang makan masakan ibunya."
"Iya betul nyonya, pasti nona cessie sangat bahagia memiliki orang tua yang sangat menyanyanginya." ujar bibik di sambut senyum yang tulus dari bu intan
Sedangkan di taman pak arya asyik ngobrol dengan aris. "Nak ayah sangat bahagia kamu mau tinggal disini." ujar pak arya
"Aris yang sangat bahagia yah. Ayah dan ibu, bahkan adik cessie sudah mau menerima aris disini dengan tulus hati, dari dulu, aris rindu punya orang tua tapi gak pernah terkabul namun sekarang aris bersyukur sama Allah karena sudah mengirim orang baik seperti ayah, ibu dan adik cessie menerima aris apa adanya." ujar aris senyum
"Kamu anak yang baik jadi Allah berikan yang terbaik juga untuk kamu, oh ya, ayah pengen bicara sesuatu sama kamu, tapi lepas dari situ, kamu mau terimah atau gak itu terserah kamu nak karena sekarang ayah, rasa sudah waktunya ayah istirahat. Ujar pak arya.
"Apa tuh ayah, katakan lah aris pasti melakukannya demi ayah dan semua." ujar aris membuat pak arya tersenyum.
__ADS_1