
Nadia binggung harus percaya yang mana dari tadi ibu-ibu itu selalu bilang kalau ayahnya bangkrut dan juga bilang Nadia meninggal, Nadia tidak percaya dengan semua omongan ibu-ibu tadi Nadia berangapan kalau mereka itu hanya membual dan memang karena mereka iri dengannya karena anak-anak mereka tidak sesukses dia sehingga mereka bisa bicara begitu.
"Ah dasar emak-emak bermulut pedas asal bicara aja untuk apa percaya sama mereka itu hanya omong kosong, perusahaan ayah pasti makin jaya makanya mereka iri. Tapi bagaimana caranya aku masuk ya, masa aku sudah sampai disini harus pulang lagi ke kontrakan malas banget deh."
Nadia tidak habis pikir orang taunya pergi meninggalkan rumah tanpa memikirkan nasibnya, karena Nadia belum puas dengan perkataan para ibu-ibu tadi jadi Nadia mendatangi bu Icha karena dari semua ibu-ibu bu Icha yang masih kelihatan baik Nadia mau memastikan kalau semua perkataan para ibu-ibu tadi salah. Apalagi pas Nadia memandang sekeliling tidak ada lagi siapa-siapa tinggal bu Icha yang lagi diluar entah ngapain disitu.
Nadia gegas mendekati bu Icha sedangkan bu Icha tidak menyadari kedatangan Nadia jadi ia terkejut saat melihat Nadia sudah berdiri dibelakangnya.
"Bu Icha" Nadia menyentu bahu bu Icha membuat bu Icha tergeloncat kaget
"Ya Allah Nadia kamu ini ya bikin kanget aja deh...kalau aku jantungan bagaimana? Kayak hantu aja tahu gak gentayangan di siang bolong. Atau jangan-jangan kamu memang hantu seperti yang sudah tersebar kalau kamu memang sudah meninggal."
Kali ini Nadia tidak mau marah dia harus tahu berita yang sebenarnya jadi dia harus ambil hati bu Icha, karena kalau dia marah pasti ujung-ujungnya dia di usir dan tidak dapat apa-apa.
"Bu aku ini memang masih hidup belum mati coba bu Icha mengang tanganku, aku mau tanya bu, siapa sebenarnya yang menyebarkan rumor kalau aku sudah meninggal bu dan ayah terus ibu sudah tahu tentang berita itu."
"Iya Nadia aku percaya kok kalau kamu masih hidup dan masih menjadi manusia, hanya saja aku tidak tahu siapa yang menyebarkan berita itu, karena yang kompleks ini tahu berawal dari kiriman papa bungan itu untukmu Nadia dari situlah kami tahu, dan kami juga bertanya-tanya kok bisa kamu meninggal"
__ADS_1
Nadia kembali diam dan berpikir, berarti benar yang di katakan ibu-ibu tadi kalau berita sudah menyebar kalau dia sudah meninggal.
"Ibu sudah melihat sendirikan kalau aku masih hidup, bisa jadi yang kirim karangan bunga itu adalah orang yang iri sama aku bu makanya mereka tidak menerima kalau aku ini hidup bahagia sehingga mereka senjaga menyebarkan fitna itu bu"
"Masa sih Nadia memangnya siapa yang iri sama kamu, oh ya kok kamu datang sendiri kesini mana suami kamu? Bukannya kamu tinggal di luar negeri ya sama suami kamu, kenapa kamu pulang kesini tidak bareng dengan suami kamu, hmmm atau jangan-jangan kamu sudah di ceraikan ya sama suami kamu karena kamu selingkuh makanya kamu kembali kesini karena di usir dari rumah."
"Deg....."perkataan bu Icha ngena di jantung Nadia, karena memang kenyataan seperti itu jadi jadi Nadia tidak menyangkah bu Icha bisa berkata seperti itu. Namun Nadia tidak mau orang tahu kalau dia memang sudah tidak bersama dengan Iksan lagi nanti dia bisa di hujat dan di jelek-jelekin.
"Buk jangan sembarang ngomong deh...memang aku tinggal diluar negeri dengan suami dan putryku, aku kesini karena ada urusan jadi suami tidak ikut karena ibu tahu sendiri suamiku kan selain orang kaya raya dia juga pekerja keras".
Dengqn pedenya Nadia menunjukan pakian yang ia pake Nadia pikir bu Icha bodoh jasi tidak bisa memvedakan barang mahal dan barang murah
Bu Icha memandang Nadia setelah itu ia tersenyum miris, karena bu Icha tahu harga rok itu berapa, sebenarnya bu Icha juga bukan orang tidak punya, keluarga bu Icha juga punya usaha sendiri dan putrynya juga baru selesai lulus S2 jadi bu Icha tahu mana barang brand dan mana yang gak.
"Oh ya yang benar aja rok kamu ini sampai jutaan, soalnya aku loh beli untuk putryku parsis seperti ini karena memang putry bungsu ku tidak suka barang brand seperti kakaknya, jadi dia suka harga seratus ribu asal nyaman kamu mau tahu sama parsis seperti yang kamu pakek aku tidak percaya rok kamu ini harga jutaan ini barang lokal loh aku tahu bahannya"
"Deg....." kena deh kamu Nadia makanya jangan mancing-mancing bu Icha karena bu Icha bu perempuan bodoh.
__ADS_1
"Wah bisa malu aku kalau benarsn ketahuan aku beli rok harga seratus, mau taru muka kemana gila benar deh" gumam Nadia dalam hati.
Karena Nadia tidak tahu mau bilang apa lagi akhirnya dia langsung mengalihkan pembicaraan.
"Ah lupain aja bu Icha, sekarang aku mau pulang dulu titip pesan untuk ibu ya kalau tadi aku datang kesini, tapi mereka gak ada jadi nanti sebelum aku kembali ke luar negeri aku kembali lagi kesini"
"Nadia aku kok jadi penasaran ya sama kamu, kamu bilang kamu baru datang dari luar negeri terus kenapa kamu tidak tahu orang tua kamu pergi keman. Bukankah kamu punya hp seharusnya mereka hubungi kamu dan memberitahu."
"Dan bukankah selam ini kalian komunikasih dengan baik kenapa tidak kamu hubungi saja dan memberitahu mereka kalau kamu ada disini, siapa tahu mereka langsung pulang karena tahu kamu pulang dan kalau kamu dari luar negeri kok gak bawa apa-apa untuk orang tua kamu padahal sudah lama banget loh kamu gak pulang kesini.
"Aduh wanita tua ini gak berhenti mengintimidasi aku heran deh kok teliti banget sih apes banget hidup ku kasih alasan apa lagi coba. Hayo Nadia cepat berpikir untuk kasih alasan jangan sampai dia curiga" gumam Nadia dalam hati.
"Hahah..bu Icha sangat teliti juga ya, memang aku saat ini tidak bawah oleh-oleh karena kebetulan saat aku dalam perjalanan kesini mobil aku bermasalah, jadi aku harus perbaiki dulu di bengel tapi katanya besok baru bisa ambil. Nah aku sibuk telpon dengan suamiku jadi pas keluar dari mobil aku lupa keluarkan hadia untuk ibu dan ayah karena ole-ole yang aku bawsh banyak sekali apalagi aku kesini naik taksi untung aku juga gak bawah kalau gak mau naruh kemana ole-ole mahal itu nanti ibu lagi yang minta."
Astaga sih Nadia memang pintar banget bersandiwara suka sekali berbohong, tapi bu Icha orangnya tidak muda percaya begitu saja dia tahu Nadia lagi berbohong bu Icha hanya geleng kepala melihat tinggal anak tetangganya itu.
"Oh begitu....tapi kok aku susa ya percaya sama kamu aku merasa kalau semua perkataan kamu dari tadi kamu datang sampai sekarang hanya omong kosong. Kami aja karena aku tahu siapa kamu Nadia, kamu itu memang pintar berbohong tapi wajah kamu itu tidak bisa berbohong aku tahu wajah kamu yang lagi berkata jujur dan wajah yang lagi berkata bohong."
__ADS_1